Bacaan Melihat Hantu

Simak ulasan tentang √ bacaan melihat hantu atau √ bacaan untuk mengusir hantu pada artikel ini.

Dalam Al Quran sudah dijelaskan bahwa Allah menciptakan jin dan manusia. Jin diciptakan terlebih dahulu sebelum manusia. Namun manusia diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna.

Allah berfirman dalam Al Quran surah Adz Dzariyat ayat 56:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Artinya:

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56).

Bacaan-Ketika-Melihat-Hantu-Atau-Setan

Dalam perjalanannya, bangsa jin ada yang murtad dan tidak mau beribadah menyembah Allah. Bahkan mereka berusaha menggoda manusia agar bisa ikut menjadi sekutunya.

Jin yang murtad ini dikenal dengan sebutan hantu, setan atau iblis, yang akan selalu mengganggu manusia untuk menjadi sekutunya sebagai penghuni neraka.

Pengertian Hantu

Apa yang terpikir di benak Anda saat mendengar kata hantu?

Menakutkan, mengerikan, dan menyeramkan. Itulah reaksi dan perasaan yang biasanya muncul. Dari dulu hingga sekarang, semua orang sudah tahu bahwa hantu adalah sosok makhluk yang menyeramkan, menakutkan, bahkan mengerikan.

Jangankan melihat hantu, mendengar atau becerita tentangnya saja mungkin kita sudah takut. Sudah membuat bulu kuduk merinding.

Namun demikian, kita sendiri sebenarnya sering dibuat penasaran oleh hantu. Kita selalu ingin tahu, siapa dan bagaimana hantu itu sebenarnya.

Karena itu, kita menyaksikan berbagai kisah dan cerita ditampilkan untuk menggambarkan sosok hantu. Kita sering disuguhi beragam cerita tentang hantu di sinetron-sinetron ataupun di layar lebar (film).

Apakah hantu itu?

Menurut pengertian yang umum dipahami masyarakat, hantu adalah ruh yang pernah hidup sebagai manusia. Hantu merupakan bekas-bekas energi dari tubuh fisik yang telah mati karena dosa yang sangat besar.

Misalnya, ruh yang terlepas dari sosok tubuh fisik yang semasa hidupnya penuh dengan kesombongan dan sifat-sifat yang buruk. Mereka merupakan berkas atau gelombang energi yang tidak memperoleh ketenangan.

Dalam imajinasi orang Jawa, kita mengenal banyak istilah atau nama hantu dengan berbagai gambaran wujudnya.

Nama-Nama Hantu

  • Wedon
  • Banaspati
  • Kemamang
  • Genderuwo
  • Wewe Gombel
  • Menthek
  • Bayi Trek
  • Lelepah
  • Gundul Pringis
  • Anja-anja
  • Peri
  • Jerangkong
  • Biyung Tulung
  • Tuyul, Buto Ijo
  • Bethara Karang
  • Jenglot
  • Memedi Bandhoso
  • Hantu Pocong
  • Jaelangkung
  • Kuntilanak
  • Sundel bolong

Hantu adalah sosok yang terkadang bisa dilihat oleh mata telanjang. Percaya atau tidak, yang jelas keberadaan hantu pernah disaksikan oleh banyak orang.

Bacaan Melihat Hantu Atau Pengusir Hantu

Islam sendiri mengakui keberadaan hantu. Dan, dalam Bahasa Arab, hantu dikatakan sebagai “al-ghulu”.

Nabi Muhammad menjelaskan:

“Apabila tampak hantu di hadapan kalian, maka berserulah dengan adzan.” (HR. Muslim, Dawud, dan Nasa’i).

Dari hadist diatas dijelaskan bahwa seruan adzan dapat digunakan sebagai bacaan untuk mengusir hantu atau bacaan melihat hantu.

Bacaan Melihat Hantu Dengan Seruan Azan

Bacaan Azdan Untuk Mengusir Setan

Bacaan-Adzan-Sebagai-Pengusir-Setan

Bacaan Azan Arab

(٢x)   اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ
(٢x)  أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ
(٢x)  اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
(٢x)  حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ
(٢x)  حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ
(١x)  اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ
(١x) لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ

Bacaan Azan Latin

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)
Asyhadu allaa illaaha illallaah. (2x)
Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. (2x)
Hayya‘alashshalaah. (2x)
Hayya‘alalfalaah. (2x)
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)
Laa ilaaha illallaah. (1x)

Arti Bacaan Azan

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. (2x)
Aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah. (2x)
Aku menyaksikan bahwa nabi Muhammad itu adalah utusan Allah. (2x)
Marilah Sholat.  (2x)
Marilah menuju kepada kejayaan.  (2x)
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. (1x)
Tiada Tuhan selain Allah. (1x)

Al-Ghilan atau al-ghuul adalah hantu yang biasa menampakkan diri dalam berbagai bentuk yang mengejutkan dan menakutkan sehingga membuat takut orang melihatnya.

Dalam masyarakat Jahiliah dahulu, mereka meyakini bahwa “al-Ghuul” atau “al-Ghilan” adalah penjelmaan setan. Setan ini biasa muncul di jalan dan di padang pasir untuk menyesatkan manusia.

Keyakinan itu hampir sama dengan keyakinan masyarakat kita. Hanya saja, masyarakat kita banyak yang meyakini bahwa hantu itu bukan penjelmaan setan, tetapi ruh manusia yang mati penasaran.

Menurut keterangan hadits di atas, “al-Ghuul” atau hantu itu adalah penjelmaan setan atau jin.

Ibnu Abi Syibah meriwayatkan bahwa ada sekelompok orang yang bercerita kepada Umar bin Khathab tentang hantu.

Saat itu, Umar bin Khathab berkata:

“Sesungguhnya, jin-jin itu tidak bisa berubah bentuk dari wujud aslinya seperti saat diciptakan Allah Swt., tapi mereka mempunyai tukang sihir seperti halnya tukang sihir manusia.”

Apa yang perlu dilakukan ketika kita melihat hantu?

Mengumandangkan adzan! Itulah ajaran yang diperintahkan Rasulullah.

Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits di atas. Karena hantu itu termasuk jin, maka dengan lantunan adzan, penjelmaan jin itu akan takut dan pergi.

Imam Nawawi dalam al-Adzkar mengatakan bahwa yang dimakasud dengan “berserulah dengan adzan” adalah tolaklah keburukannya dengan adzan. Karena, sesungguhnya setan akan mundur (lari) ketika mendengar adzan.

Rasulullah bersabda:

إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَان ، وَلَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لَا يَسْمَعَ التَّأْذِين فَإِذَا قُضِيَ النِّدَاءُ أَقْبَلَ، حَتَّى إِذَا ثُوِّبَ بِالصَّلاَةِ أَدْبَرَ، حَتَّى إِذَا قُضِيَ التَّثْوِيبُ أَقْبَلَ، حَتَّى يَخْطُرَ بَيْنَ الْمَرْءِ وَنَفْسِهِ، يَقُولُ اذْكُرْ كَذَا، اذْكُرْ كَذَا، لِمَا لَمْ يَكُنْ يَذْكُرُ؛ حَتَّى يَظَلَّ الرَّجُلُ لاَ يَدْرِي كَمْ صَلَّى

“Apabila adzan dikumandangkan, setan lari terkentut-kentut sehingga ia tidak mendengarkan adzan. Apabila adzan telah selesai, ia (setan) datang mengganggu seorang dalam hatinya. Ketika iqamah dikumandangan ia pun lari lagi sehingga ia datang kembali ketika iqamah telah selesai dikumandangkan. Ia lalu mendekat dan lewat di antara manusia dan hatinya sembari membisikkan, ‘Ingatlah ini dan ingatlah itu,’ suatu hal yang tidak teringat sebelumnya, hingga seorang hamba tidak mengetahui lagi berapa rakaat ia shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Simak dan Baca juga : Doa Setelah Adzan

Mengapa setan lari terbirit-birit ketika mendengar suara adzan?

Karena, adzan mengumpulkan akidah keimanan, memuat dua macam dalil, yaitu aqliat dan sam’iyat.

Sebab. Adzan diawali dengan menyebut keagungan Dzat dan segala sifat kesempurnaan Allah, yaitu melalui ucapan, “Allahu akbar”.

Kemudian, menetapkan wahdaniyah (keesaan) dan menafikan lawannya, yaitu kesyirikan. Lalu, menetapkan risalah (utusan) dan memerangi lawannya, yaitu pendustaan kenabian Muhammad.

Selanjutnya, mengajak manusia untuk mengerjakan shalat, amal yang menyatukan dari seorang hamba dengan Tuhan-Nya.

Kemudian, mengajak pada al-flah (kemenangan), yakni keberuntungan dan kekekalan nikmat yang abadi di akhirat.

Dan terakhir, penekanan kembali terhadap keagungan Allah dan sifat ketuhanan-Nya. Semua kalimat yang terdapat dalam adzan memuat pngukuhan terhadap keimanan hamba dan penambahan terhadap keyakinannya.

Karena hal inilah, setan lari dan tidak mau mendengar adzan. Ketika adzan dikumandangkan, setan sengaja mengeluarkan kentut supaya ia tidak mendengar seruan adzan tersebut.

Simak dan baca juga : Doa Ketika Marah

Bacaan Melihat Hantu Dengan Bacaan Ayat Kursi

Rasulullah bersabda:

لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنْ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

Artinya:

“Jangan jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan itu akan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya.”

Setan akan lari tunggang langgang dari rumah yang di dalamnya dibacakan surah Al-Baqarah.

Maksudnya adalah, jika Anda membaca surah Al-Baqarah di rumah, maka setan akan lari tunggang langgang menjauh keluar dari rumah Anda dan tidak akan mendekat.

Hal ini dikarenakan di dalam surah Al-Baqarah terdapat bacaan ayat kursi sebagai ayat paling mulia yang sering dikenal sebagai ayat singgasana. Bacaan ayat kursi sebagai pengusir setan.

Bacaan Ayat Kursi Sebagai Pengusir Setan

Ayat-Kursi-Bacaan-Pengusir-Setan

Bacaan Ayat Kursi Arab

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Bacaan Ayat Kursi Latin

“Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’ wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim.”

Arti Bacaan Ayat Kursi

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak atau boleh disembah), melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Yang tidak mengantuk dan tidak juga tertidur. Kepunyaan-Nya adalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya.”

Dalam membaca ayat kursi tidak harus lantang, dengan suara lirih juga sudah membuat hantu atau setan lari tunggang langgang dari rumah Anda.

Simak dan baca juga : Keutamaan Ayat Kursi

Demikian ulasan tentang bacaan melihat hantu atau bacaan pengusir setan yang bisa Anda amalkan. Hantu atau setan akan selalu menggangu manusia dari berbagai arah agar manusia bisa menjadi sekutunya. Semoga Anda senantiasa dijauhkan dari godaan setan yang terkutuk, Aamin.

Doa Untuk Orang Sakit

Wahyoeni
4 min read

Doa Sesudah Wudhu

Wahyoeni
5 min read

Doa Paling Utama

Wahyoeni
3 min read

Doa Untuk Pengantin

Wahyoeni
5 min read

Doa Masuk Kamar Mandi

Wahyoeni
3 min read