Buku Sejarah Peradaban Islam

Islam pada dasarnya telah ada sejak Nabi Adam diutus menjadi seorang nabi dan rasul Allah. Jadi, awal diturunkannya Islam bukanlah peristiwa ketika Nabi Muhammad Saw. mendapatkan wahyu pertama di Gua Hira. Justru peristiwa itu, merupakan peristiwa awal kesempurnaan Islam. Tidak masuk akal rasanya, jika nabi maupun rasul sebelum Nabi Muhammad SAW adalah kafir.

Banyak buku sejarah peradaban Islam yang menerangkan peradaban Islam berikut masa berdiri, kejayaan, hingga keruntuhannya. Peradaban Islam, pada dasarnya tidak hanya terjadi di beberapa tempat saja, melainkan juga terjadi di berbagai penjuru dunia, sebagai hasil dari misi dakwah, yang dilakukan oleh pengembara maupun pedagang muslim sejak masa al-Khulafa ar-Rasyidin.

Buku Sejarah Peradaban Islam di Asia Tenggara

Bukti dari telah dilakukannya misi dakwah ataupun yang menyebarkan menggunakan media lain, adalah keberadaan banyaknya situs – situs sejarah Islam di berbagai penjuru dunia. Berdasarkan buku – buku sejarah peradaban Islam di Asia Tenggara, peradaban Islam di Asia Tenggara tidak hanya ada di negara kita Indonesia, melainkan juga ada di Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Filipina, dan Myanmar.

Letak Asia Tenggara yang strategis menjadi banyak agama – agama yang pernah singgah di Asia Tenggara, memberikan pengaruh dan mengalami perkembangan. Populasi penduduk Muslim di Asia Tenggara pun, saat ini berada di sekitar seperempat dari populasi penduduk Muslim di dunia.

Islam di Asia Tenggara memiliki ciri khasnya sendiri, hal itu dikarenakan Islam masuk ke Asia Tenggara, lewat jalan damai, tidak melibatkan kekuatan militer sama sekali. Ciri khas Islam di Asia Tenggara adalah lebih damai, toleran, dan ramah, terlebih lagi terhadap kebudayaan, tradisi, praktek keagamaan, maupun kepercayaan lokal, sebagaimana yang telah dikemukakan oleh Azyumardi Azra.

peradaban islam

Islam di Asia Tenggara

1. Malaysia.

Kedatangan Islam di Malaysia tidak dapat dipastikan dan banyak yang masih berupa hipotesis, hal ini dikarenakan tidak ada dokumen lengkap yang mendukung. Walaupun jumlah penduduk Muslim di Malaysia tidak sebanyak Indonesia, nuansa islami di sana lebih terasa. Hal ini dikarenakan, konstitusi Malaysia diselaraskan dengan hukum – hukum Islam.

Selain itu, politik Melayu di sana sudah berkembangan sejak Kesultanan Malaka. Hingga akhirnya, Islam di Malaysia mencapai puncak kebangkitan pada tahun 1980an.

2. Singapura

Singapura sudah menjadi kota pelabuhan sejak tahun 1100an, dan berkembang menjadi pusat perdagangan pada abad – abad berikutnya. Sebelum bernama Singapura, kota ini bernama Tumasik, atau Temasek, yang artinya kota pantai.

Awal berkembangnya Islam di Singapura, adalah pada akhir abad ke-14, ketika Raja Parameswara terdesak, dan akhirnya mendirikan Kerajaan Malaka sebagai wilayah kekuasaan terakhir Kerajaan Malaka sebelumnya.

Di sana, Raja Parameswara banyak berhubungan dengan pedagang muslim. Akhirnya Raja Parameswara memeluk agama Islam, begitu pun penerusnya, yang kemudian bergelar Sultan Iskandar Shah.

Awalnya, komunitas muslim di Singapura adalah mayoritas. Namun kemudian, terjadi imigrasi besar – besaran sekitar tahun 1830an, yang menyebabkan komunitas muslim yang kebanyakan adalah pedagang, menjadi minoritas. Selain itu, elit muslim semakin sedikit jumlahnya, menyebabkan posisi tawar – menawar terhadap pemerintah menjadi lemah.

3. Brunei Darussalam

Perkiraan Islam masuk ke Brunei Darussalam adalah sejak abad ke-15. Raja Brunei Darussalam belum masuk Islam kala itu, berdasarkan catatan Portugis, de Brito, tahun 1514, namun sudah banyak pedagang yang menganut agama Islam. Sultan Brunei Darussalam yang pertama adalah Awang Alak Betatar, yang bergelar Sultan Muhammad Shah.

Kerajaan Brunei Darussalam, hingga kini kental dengan kehidupan yang bernuansa islami, baik itu di kehidupan masyarakat, hingga konstitusi kerajaan. Melayu Islam Beraja (MIB) adalah ideologi yang dianut oleh Kerajaan Brunei Darussalam.

4. Thailand

Muslim di Thailand, adalah kelompok minoritas. Kerajaan Sriwijaya yang kala itu memiliki wilayah kekuasaan hingga Thailand, juga menyebarkan pengaruh Islam ke tanah tersebut. Mereka tinggal di Pattani, Yala, Satun, Narathiwat, dan sebagian di Provinsi Songkhla.

Kesultanan Pattani, kemudian memiliki peran penting dalam proses islamisasi pada abad ke-12 hingga abad ke-15. Namun, perannya semakin terdesak ketika memasuki masa kemunduran, ditambah lagi dengan kuatnya kekuasaan Thai Buddha pada aba ke-18.

5. Filipina

Selain di Thailand, muslim di Filipina juga kelompok agama yang minoritas. Permasalahan mereka kurang lebih sama dengan minoritas muslim di Thailand, yaitu mereka harus hidup berdampingan dengan non-muslim dan di dalam negara yang masyarakatnya mayoritas adalah non-muslim.

Tuan Mashaika adalah orang pertama yang memperkenalkan ajaran agama Islam, dan diduga beliau sudah berada di Sulu sejak abad ke-13.

6. Myanmar

Muslim di Myanmar, juga merupakan kelompok agama yang minoritas, karena di sana mayoritas penduduknya memeluk agama Buddha. Ada beberapa versi yang berlaku mengenai masuknya Islam di Myanmar, karena awalnya Myanmar terbagi ke dalam beberapa kerajaan.

Buku Sejarah Peradaban Islam di Indonesia

Berdasarkan buku sejarah peradaban Islam di Indonesia yang banyak tersebar baik itu secara daring maupun konvensional, terdapat perbedaan pendapat di kalangan sejarawan. Menurut Azyumardi Azra, perdebatan dan perbedaan pendapat itu dikarenakan tiga hal, yaitu asal usul Islam yang berkembang di wilayah Indonesia, pembawa dan pendakwah Islam, serta tepatnya kapan Islam mulai datang dan menyebar di Indonesia.

Dalam resensi buku sejarah peradaban Islam, terutama yang ditulis oleh Badri Yatim, dijelaskan mengenai kondisi kerajaan sebelum ajaran Islam datang, munculnya pekojan di daerah pesisir, dan cara islamisasi nusantara.

Namun di bawah ini, hanya akan menyebutkan beberapa teori mengenai bagaimana Islam masuk ke Indonesia dan membuat peradabannya:

1. Teori Gujarat

Tokoh yang mendukung teori ini adalah Pijnappel, Snouck Hurgronje, dan Moquette. Teori ini menyebutkan bahwa Islam yang masuk ke nusantara, berasal dari imigran muslim Arab yang menetap di India, baru kemudian mereka membawanya ke wilayah nusantara.

2. Teori Bengal. S.Q. Fatimi

Ia adalah tokoh yang mengemukakan teori ini. Karena menurutnya, terdapat kemiripan batu nisan raja Pasai, Malik al-Shalih, dengan batu nisan yang ada di Bengal. Namun akhirnya, teori ini tidak kuat.

3. Teori Coromandel dan Malabar

Teori ini dikemukakan oleh Marrison berdasarkan pendapat Thomas W. Arnold. Menurutnya, Islam di wilayah nusantara berasal dari Coromandel dan Malabar, karena berpegang pada mazhab yang sama, yaitu mazhab Syafi’i.

4. Teori Arab. Thomas W. Arnold

Dala Teori ini ia berpendapat bahwa Coromandel dan Malabar bukanlah satu – satunya asal Islam yang menyebar di wilayah nusantara, melainkan juga berasal dari pedagang Arab sejak awal abad ke-7 dan 8 masehi.

5. Teori Persia

Teori ini berdasar pada ditemukannya peninggalan di Sumatera dan Jawa yang bercorak Syiah.

6. Teori Mesir

Teori ini dikemukakan oleh Kaijzer. Ia mengatakan bahwa adanya kesamaan mazhab yang dianut oleh penduduk Mesir dan Nusantara, yaitu mazhab Syafi’i.

Dan untuk pihak – pihak yang menyebarkan, Azyumardi Azra berpendapat terdapat tiga teori, yaitu teori da’i, teori pedagang, dan teori sufi. Beliau juga berpendapat bahwa bisa jadi Islam sudah diperkenalkan dan disebar ke wilayah nusantara sejak awal abad hijriyah, namun baru setelah abad ke-12, pengaruh Islam lebih dapat dirasakan dan dilihat.