Dakwah Islamiah

Dakwah Islami

Di era tanpa batas ini, informasi dapat diakses kapan dan di manapun yang Anda mau. Termasuk dakwah islamiah dari berbagai media konvensional maupun daring, baik itu koran, majalah, instagram, maupun youtube. Beragam isi yang disampaikan, mulai dari fiqh, hukum islam, ekonomi islam, hingga yang berhubungan dengan akhlak.

Dari berbagai definisi dakwah yang ada, dapat disimpulkan bahwa dakwah adalah komunikasi, namun komunikasi belum tentu dakwah. Isi dan orientasi, itulah perbedaanya. Pengertian islami menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah bersifat keislaman, yang mana pengertian ini cenderung mengarah pada akhlak.

Dakwah Islam

Sumber : http://islamic-news4u.blogspot.com

Jadi, dapat disimpulkan bahwa dakwah islami adalah komunikasi informatif mengenai akhlak berdasarkan nilai–nilai ajaran Islam. Baik itu akhlak terpuji (akhlakul karimah) maupun akhlak tercela (akhlakul mazmumah). Di bawah ini adalah ulasan singkat mengenai contoh akhlak yang dapat Anda simak:

Dakwah Islam tentang sabar

Ketika masalah ataupun keadaan sulit menimpa, bersabarlah. Hal itu adalah salah satu cara yang diajarkan Islam untuk menghadapinya. Dalil sabar menurut Al-Quran selalu didengungkan dalam dakwah islam tentang sabar, yaitu pada Surat Al-Baqarah ayat 153, yang mana sabar dan shalat dapat dijadikan penolong, karena orang–orang yang sabar akan disertai oleh-Nya.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin membagi sabar menjadi tiga macam, yaitu:

1. Sabar dalam prosesnya untuk selalu taat pada Allah.

Contoh dari sabar dalam prosesnya untuk selalu taat pada Allah Swt di antaranya adalah sabar dalam menuntut maupun mengamalkan ilmu, karena sama sekali bukan hal yang mudah. Syaikh Nu’man pun sepakat dengan hal ini. Yahya bin Abi Katsir sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Imam Muslim, berpendapat yang intinya ilmu itu tidak akan bisa didapatkan jika terlalu banyak berleha–leha, tidak berusaha.

2. Sabar untuk selalu berusaha menjauhi apa yang dilarang dan dimurkai-Nya.

Berdasarkan riwayat Ibnu An-Najjar dari Abu Dzarr, bahwa melawan diri sendiri dan hawa nafsu adalah salah satu bentuk jihad. Maka juga diperlukan kesabaran untuk memeranginya.

3. Sabar menghadapi takdir berupa ujian maupun cobaan yang menimpa

Tidak ada di dunia ini, yang tidak luput dari takdir-Nya. Baik itu berupa kenikmatan, maupun ujian. Dewan Dakwah Islam Indonesia dalam laman resminya, telah memberikan solusi bagi Anda yang sedang ditimpa ujian ataupun cobaan. Hal yang perlu diingat adalah Allah tidak akan menguji makhluk di luar kemampuannya, pun juga tidak akan membiarkan makhluk tidak diuji.

Ujian maupun cobaan dalam hidup ada, semata–mata untuk meningkatkan derajat keimanan di hadapan-Nya. Tidak ada yang salah dengan kesedihan, hanya saja juga tidak baik jika terlarut ke dalamnya.

Dakwah Islam tentang ibu

Ada sebuah kisah dari Yuanling, Hunan, Cina. Seorang ibu rela menggendong anaknya yang memiliki cerebral palsy, berangkat ke sekolah setiap hari, sejak 2006, demi memiliki kesempatan yang sama dengan anak sebayanya. Pun menahan lapar karena harus menyisihkan uang untuk pengobatan.

Dalam salah satu hadis riwayat Imam Al-Bukhari menyebutkan bahwa seorang sahabat, Abdullah ibn Umar, melihat seorang pemuda yang menggendong ibunya ke mana pun si ibu mau dan thawaf di Kakbah. Kemudian pemuda tersebut menanyakan kepada Abdullah ibn Umar, apakah perbuatannya tersebut sudah membalas jasa ibunya. Namun Abdullah ibn Umar justru menjawab bahwa belum sama sekali walau setetes.

Contoh kisah di atas hanyalah sedikit dari sekian kisah pengorbanan seorang ibu untuk anak-anaknya. Akan tetapi, belum tentu seorang anak dapat membalas kebaikan yang telah dilakukan orang tua padanya.

Ada juga kisah lain dari seorang ulama besar di zamannya, memiliki jamaah ratusan hingga ribuan orang dan ibu berumur senja yang kurang sehat akalnya, bernama Haywah bin Suraih. Suatu ketika Haywah bin Suraih harus meninggalkan pengajian besar karena di tengah-tengah acara, Sang Ibu menyuruhnya untuk memberi makan ayam-ayam di rumah. Setelah itu, barulah ia kembali ke pengajian untuk memulai kembali.

Sebelum pulang untuk memberi makan ayam, Haywah berkata bahwa mengajar hukumnya sunah sementara berbakti kepada ibu adalah suatu kewajiban. Seorang ulama besar bahkan rela berbuat demikian demi ibunya. Kisah dalam dakwah islam tentang ibu ini juga pernah disampaikan oleh Ustadz Hanan Attaki dalam pengajiannya.

Dakwah Islam berbakti kepada orang tua

Berbakti kepada kedua orang tua, tertera jelas dalam firman Allah di Surat Luqman ayat 14. Ibu, yang sudah mengandung kurang lebih sembilan bulan lamanya, mengasuh, mendampingi, menimang, ketika sama sekali belum ada daya pada diri kita. Maka tidak heran jika pintu surga ada di bawah telapak kakinya.

Dakwah islam tentang berbakti kepada orang tua yang Ustadz Hanan Attaki siarkan menyebutkan bahwa ibu adalah pintu surga, dan ayah adalah kuncinya. Memang urutan pihak yang yang paling berhak mendapatkan bakti tertinggi hingga disebutkan sebanyak tiga kali adalah ibu, namun sama sekali tidak dapat dilepaskan peran seorang ayah, bekerja siang malam untuk memastikan perut kita tidak kelaparan.

Birul walidain. Bersyukur dengan apa adanya orang tua, otomatis akan bersyukur pada Allah dan akan mendapatkan ridho-Nya. Demikian kurang lebih yang disampaikan oleh Ibnu Abbas.

Demikianlah ayat-ayat Allah menerangkan bahwa betapa pentingnya kedudukan orang tua. Bahkan ketika dalam kondisi marah pun, tetap dianjurkan untuk berkata lemah lembut dan merendahkan diri serta merasa tidak lebih tahu dibanding mereka.

Banyak dakwah yang menerangkan bagaimana seharusnya kita bersikap terhadap orang tua, sebagai ganti ketidakmampuan untuk membalas jasa-jasa mereka. Bagi Anda yang masih memiliki orang tua, muliakanlah kedudukannya, bertutur kata lembut, dan melempar senyum, karena ketika mereka telah tiada, maka akan hilang satu kesempatan lain untuk mendapatkan keajaiban dalam hidup.

Terlebih lagi ketika mereka semakin tua, pun kondisi fisik dan mental mereka juga akan melemah. Maka, akan semakin sering pula Anda akan mendengar dan berhadapan dengan ‘kerewelan’ dan ‘kemanjaan’ mereka. Karena pada dasarnya, yang mereka butuhkan adalah kehadiran dan kesediaan kita untuk menemani, bukan lagi kemewahan dan harta benda.

Allah berfirman dalam Surat Al–Isra’ ayat 23, yang artinya, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”

Juga di dalam Surat Al – Isra’ ayat 24, yang artinya, “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, kasihinilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil’.”

Baca juga : Islam Itu Indah

Berbakti kepada kedua orang tua juga akan memperpanjang umur atau justru akan mendapatkan kebahagiaan di sepanjang hidup, serta meluaskan pintu rezeki.