Doa Bercermin

Silahkan simak √ doa bercermin, √ bacaan doa bercermin arab, √ bacaan doa bercermin latin serta √ arti dan makna doa bercermin pada artikel ini.

Tampil Cantik

Berapa kali kita berkaca di depan cermin setiap harinya?

Mungkin tidak cukup satu atau dua kali, bahkan bisa berkali-kali. Apalagi kalua mau ada acara kondangan dan menghadiri acara pesta atau hajatan. Kita bisa bermenit-menit di depan cermin hanya untuk bersolek atau berdandan mempercantik diri.

Kita lihat, bermacam cara dan upaya dilakukan manusia untuk memoles wajah dan kulitnya agar terlihat bersih dan cantik.

Doa-Berhias-di-Depan-Cermin

Misalnya:

Dengan mamakai krim pemutih wajah agar kulit kelihatan putih. Membersihkan kelopak mata dengan pembersih pemulas mata. Mengolesi bibir dengan lipstick dan pelembab bibir. Mempertegas garis mata dengan eyeliner.

Melentikan bulu mata dengan penjepit bulu mata. Menata rambut dengan model rambut terkini dan masih banyak sekali yang dilakukan agar terlihat lebih cantik.

Jika sesekali Anda mengintip peralatan kosmetik seorang wanita di meja riasnya, niscaya Anda akan mendapatkan koleksi kosmetiknya yang begitu banyak.

Setiap orang terlihat berlomba-lomba untuk menghias penampilan wajah dan tubuhnya agar kelihatan cantik dan menawan.

Tak peduli berapa pun uang ayang harus dikeluarkan, asalkan wajah bisa terlihat cantik, maka make-up apa pun akan dibelinya. Banyak orang yang pergi ke salon kecantikan hanya untuk menyulap wajahnya agar tampak cantik.

Lalu, apa sebenarnya cantik itu?

Menurut informasi iklan di televisi, cantik itu adalah tubuh yang langsing dan proporsional. Selain itu juga penampilan kulit yang putih, rambut yang lurus panjang, hidung yang mancung, wajah yang tak berjerawat.

Bila tidak memenuhi kriteria tersebut, maka perempuan tidak layak menyandang predikat cantik dan anggun.

Kesimpulannya, jika Anda ingin cantik, maka Anda harus mau mengubah penampilan fisik Anda dan mengikuti trend yang ada.

Kadang dengan adanya keinginan yang kuat untuk menjadi cantik, banyak cara yang dilakukan. Sampai ada yang rela mengeluarkan uang berjuta-juta hanya untuk terlihat cantik.

Bahkan sampai melakukan operasi plastik yang mungkin bertentangan dengan ajaran islam.

Doa Bercermin

Bagi yang tidak cantik kadang menjadi depresi dan cenderung rendah diri sertakurang mensyukuri apa yang telah dianugerahkan oleh Allah. Dan melupakan kalau masih banyak orang yang memiliki keadaan fisik yang jauh lebih tidak sempurna darinya.

Bagaimana cara mengatasi perasaan kurang percaya diri ini?

Dalam ajaran islam terdapat sebuah doa yang diajarkan oleh Rasulullah ketika kita sedang mengaca di depan cermin. Doa bercermin tersebut bisa menjadi terapi untuk lebih percaya diri pada diri sendiri.

Bacaan Doa Bercermin

Doa-Bercermin-Pendek

Bacaan Doa Bercermin Arab

اَللّٰهُمَّ كَمَا حَسَّـنْتَ خَلْقِـيْ فَحَسِّـنْ خُلُقِـيْ

Bacaan Doa Bercermin Latin

“Allohumma kamaa hassanta kholqii fahassin khuluqii”.

Arti Bacaan Doa Bercermin

“Ya allah, sebagaiman Engkau telah membaguskan penciptaanku, maka baguskanlah pula akhlakku”, (HR.Bazzar).

Atau bisa membaca doa bercermin yang lebih panjang atau doa berhias lengkap seperti berikut.

Bacaan Doa Bercermin Lengkap

Doa-Bercermin-Lengkap

Bacaan Doa Bercermin Lengkap Arab

اللَّهُمَّ حَسَّنْتَ خَلْقِي فَحَسِّنْ خُلُقِي وَحَرِّمْ وَجْهِي عَلَى النَّارِ

Bacaan Doa Bercermin Lengkap Arab

“Allohumma kamaa hassanta kholqii fahassan khuluqii wa harrim wajhii allannaari”.

Arti Doa Bercermin Lengkap

“Ya allah, sebagaiman Engkau telah menciptakanku dengan baik, maka baguskanlah pula akhlakku, dan haramkanlah wajahku atas neraka.” (HR.Bazzar).

Barangkali, doa ini terlihat singkat dan enteng. Padahal, sebenarnya ia menyimpan pesan yang begitu dalam. Jika kita mampu memahami kandungannya, maka kita akan mendapatkan efek positif yang luar biasa.

Makna Doa Bercermin

Dari doa bercermin diatas, terdapat beberapa makna doa bercermin yang terkandung di dalam bacaannya.

1. Pada Bacaan “Allahumma kamaa has anta khalqi…”

Pada Bacaan “Allahumma kamaa has anta khalqi…” (اَللّٰهُمَّ كَمَا حَسَّـنْتَ خَلْقِـيْ) yang artinya “Ya Allah, sebagaimana Engkau telah membaguskan penciptaanku”.

Jika kita cermati, penggalan kalimat ini sesungguhnya adalah sebuah pernyataan yang menyimpan makna syukur dan menuntut adanya rasa syukur.

Ini bisa dilihat dari kalimat, “Sebagaimana Engkau telah membaguskan Ciptaanku.” Pada saat Anda mengungkapkan kalimat tersebut, berarti Anda orang yang yakin dan dituntut untuk yakin bahwa penampilan diri Anda yang terlihat dalam cermin adalah wajah yang indah, cantik dan rupawan.

Keyakinan yang seperti ini, selanjutnya akan menuntut Anda untuk mensyukuri bentuk fisik yang Anda miliki. Cenderung melihat orang yang bentuk fisiknya ada di bawah Anda, dan mencari-cari sisi kebaikan serta kelebihan dari bentuk fisik yang Anda miliki.

Dengan keyakinan yang demikian, Anda akan diajak dan dibimbing untuk menjadi orang yang selalu percaya diri, tidak mengeluh atau pesimis dengan penampilan yang dimiliki.

Anda akan puas dan mensyukuri apa yang dianugerahkan Allah kepada Anda. Karena sesungguhnya, Allah telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk dan penciptaan.

Allah berfirman dalam Al Quran surah At Taghaabun ayat 3:

خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضَ بِالۡحَقِّ وَ صَوَّرَکُمۡ فَاَحۡسَنَ صُوَرَکُمۡ ۚ وَ اِلَیۡہِ الۡمَصِیۡرُ

Artinya:

“Dia menciptakan langit dan bumi dengan hak, Dia membentuk rupamu dan dibaguskan-Nya rupamu itu dan hanya kepada Allah Swt. Kembali(mu).” (QS. At-Taghaabun ayat 3).

Ketahuilah bahwa setiap individu pada dasarnya dalam keadaan unik. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan yang khas dengan dirinya.

Ada yang diciptakan kulitnya hitam, putih, merah, abu-abu, oranye, dan albino. Ada yang bentuk raambutnya lurus, keriting besar, keriting kecil, kribo, tekstur kasar, halus. Ada yang bibirnya tebal, tipis, lebar, dan ada pula yang ciut.

Ada yang hidungnya mancung dan ada pula yang pesek. Ada yang matanya besar dan ada juga yang sipit. Ada yang bentuk wajahnya bulat, elips, lonjong, dan lain sebagainya.

Dengan diciptakan unik dan berbeda satu dengan lainnya, justru setiap orang bisa menemukan kelebihan pada dirinya. Justru di situlah akan terlihat nilai kecantikannya.

Untuk tampil cantik, Anda tidak harus meniru bentuk atau kebiasaan orang lain.

Apa salahnya berkulit hitam atau sawo matang?

Daripada anda focus pada kekurangan dan mencari-cari bagian tubuh yang dirasa kurang sempurna. Lebih baik Anda menemukan bagian-bagian dari wajah atau fisik Anda yang yang menjadi ciri khas atau menonjolkan karakter diri Anda.

Makna-Doa-Bercermin

2. Pada bacaan ”…Fa’ahsin khuluqii…”

Selanjutnya, dalam doa tersebut kita meminta kepada Allah dengan membaca,”…Fa’ahsin khuluqii…” (فَحَسِّـنْ خُلُقِـيْ). Artinya “Maka, baguskanlah pula akhlakku”.

Kalimat doa ini masih berkaitan dengan kalimat yang pertama tadi. Bedanya, kalau yang pertama menunjukkan pada penampilan fisik, maka yang kedua menunjukkan pada penampilan non fisik. Jika yang pertama mengarah pada wajah lahir, maka yang kedua mengarah pada wajah batin.

Dengan kalimat tersebut, kita hendak diingatkan pada penampilan batin manusia, yaitu akhlak dan kepribadian kita.

Ingatlah, indah itu bukan berarti harus cantik dan glamour dengan aksesori. Tetapi hakikat keindahan itu adalah sesuatu yang jika dipandang mata, dia tidak akan menyakiti mata dan tidak mengajak lisan untuk berkomentar yang bukan-bukan.

Hakikat kecantikan adalah sesuatu yang keluar dari dalam diri kita, yakni berupa kepribadian dan akhlak yang mulia dan terpuji.

Sadarilah, kecantikan fisik itu bukan segala-galanya dan sifatnya sangat kreatif. Kebaikan, kejujuran, ketulusan, kerendahan hati, kesopanan, dan kepekaan diri, itulah hal-hal yang akan memberi nilai lebih bagi diri Anda di mata orang lain.

Itulah hal-hal yang sifatnya lebih universal. Sungguh, tidak sedikit orang yang wajahnya terlihat cantik dipandang mata. Namun aura kecantikannya pudar dan ia berubah menjadi wanita yang dihina-hina, kemuliaannya tercoreng karena akhlak dan perilakunya yang keji dan rendah.

Kecantikan fisik itu sifatnya sementara karena pasti akan menurun seiring dengan bertambahnya usia. Tapi, kecantikan hati dan akhlak, itulah yang akan bersinar dan terus dikenang oleh orang-orang disekitar kita.

Dengan kalimat tersebut, kita juga hendak disadarkan pada hakikat wujud kita yang sebenarnya, yaitu wujud asli yang kelak akan tampak setelah jasad fisik kita rusak binasa dimakan tanah.

Seperti apa wajah asli diri kita yang sebenarnya?

Memang, saat ini kita masih belum bisa melihatnya secara kasat mata. Tapi nanti, saat kita menghembuskan napas yang terakhir, disitulah mata batin kita akan terbelalak memandang diri kita yang sesungguhnya.

Allah berfirman dalam Al Quran surah Qaaf ayat 22:

فَکَشَفۡنَا عَنۡکَ غِطَآءَکَ فَبَصَرُکَ الۡیَوۡمَ حَدِیۡدٌ

Artinya:

“….Maka, Kami singkapkan tirai yang menutup matamu dan tiba-tiba matamu hari ini menjadi amat tajam.” (QS. Qaaf ayat 22)

Rasulullah bersabda:

“Umatku akan dibangkitkan menjadi sepuluh golongan. Tuhan memilih mereka dari kaum muslimin dan mengubah bentuk mereka. Sebagian berbentuk monyet, sebagian lagi berbentuk babi, sebagian lagi berjalan terbalik dengan kaki diatas dan muka adibawah lalu diseret-seret, sebagian lagi buta merayap-rayap, sebagian lagi tuli bisu tidak berpikir, sebagian lagi menjulurkan lidahnya yang mengeluarkan cairan menjijkan semua orang, sebagian lagi mempunyai kaki dan tangan yang terpotong, sebagian lagi disalibkan pada tonggak-tonggak api, sebagian lagi punya bau yang lebih menyengat dari bangkai, sebagian lagi memakai jubah ketat yang mengoyak-ngoyak kulitnya.”

Saat di depan cermin, barangkali kita melihat bahwa diri kita adalah sosok manusia yang cantik dan rupawan. Kita pun bangga dengan hal ini. Namun, mampukah kita mempertahankan kemanusiaan kita.

Wujud kita yang ahsanit taqwiim?

Agar kita tidak terjatuh menjadi “binatang” berbungkus manusia?

Inilah pesan penting yang diisyaratkan doa tersebut.

3. Pada Bacaan ”….Waharrim wajhii ‘alan naari…”

”….Waharrim wajhii ‘alan naari….”(وَحَرِّمْ وَجْهِي عَلَى النَّارِ) yang artinya “haramkanlah wajahku atas neraka”.

Dan akhirnya dalam doa tersebut kita meminta agar Allah mengharamkan wajah kita atas neraka. Kita ketahui bahwa wajah adalah pusat tubuh manusia.

Ketika kita mengatakan wajah, maka yang dimaksud bukan hanya wajah saja, tapi mencakup seluruh bagian tubuh. Maka, bisa dikatakan apabila wajah kita terpelihara, maka seluruh tubuh kita juga terpelihara.

Sebaliknya, bila wajah kita ternoda, maka selurh tubuh juga akan ikut ternoda. Sungguh, betapa banyak kejahatan itu terjadi berawal dari wajah, karena wajah adalah sumber pertama kali fitnah.

Pesan yang dibawa kalimat terakhir ini adalah hendaknya kita berjuang sekuat tenaga untuk menjaga wajah serta tubuh kita. Hal ini agar tidak menjadi sumber fitnah, pemicu kejahatan, dan timbulnya setiap dosa dan kemaksiatan.

Dengan kalimat ini, kita berharap dan berkomitmen pada diri sendiri untuk menjaga tubuh kita dari panasnya siksa api neraka.

Simak dan baca juga : Doa Berwudhu

Demikian ulasa tentang doa bercermin dan makna doa bercermin lengkap. Semoga senantiasa Anda menjadi pribadi yang selalu mensyukuri apa yang sudah Allah anugerahkan kepada Anda, Aamin.

Loading...

Surat Yasin

Wahyoeni
13 min read

Doa Nurbuat

Wahyoeni
4 min read

Doa Ketika Mimpi Buruk

Wahyoeni
4 min read

Doa Ketika Turun Hujan

Wahyoeni
7 min read

Doa Untuk Orang Tua

Wahyoeni
6 min read