Doa Ketika Marah

Simak √ doa ketika marah, bacaan doa ketika marah arab, bacaan doa ketika marah latin dan penjelasan doa ketika marah pada postingan ini ya.

Marah

Marah adalah perkara yang bersifat manusiawi. Setiap orang, pasti pernah marah. Dari waktu ke waktu, kita pun tak luput dari perasaan yang kuat ini.

Penyebab marah bisa beragam dan umumnya disebabkan oleh frustasi, sakit hati, kejengkelan, kekecewaan, pelecehan, curiga, dan ancaman.

Psikolog E. Kristi Poerwandari menyatakan bahwa setidaknya ada dua poin yang membuat marah menjadi konstruktif.

1. Haruslah karena alasan yang tepat, bukan karena factor subjektif.

Banyak kasus kemarahan timbul di lingkungan keluarga, misalnya suami marah secara berlebihan karena merasa tidak dihargai oleh istrinya, padahal ini hanya pandangan subjektif sang suami.

2. Marah haruslah terkendali.

Marah yang membabi buta, bisa merugikan diri sendiri dan orang lain. Karena marah yang membabi buta tidak terkontrol emosinya dan cenderung merusak.

Dampak Marah

Meskipun kita bisa merasa lega setelah marah, namun kadang-kadang perasaan lega itu hanya berlangsung pendek. Sehingga, tanpa kita sadari hal itu telah berdampak secara psikologis maupun biologis.

Doa-Ketika-Marah-Dalam-Islam

Sumber : verywellmind.com

Beberapa fakta mengungkapkan bahwa marah ternyata mempunyai dampak cukup besar terhadap kesehatan. Amarah berasal dari bagian otak yang sangat tua dan biasanya berlangsung hanya selama satu hingga dua detik saja, tetapi bisa juga berlangsung dalam jangka waktu Panjang.

Berdasarkan gejala biologis, marah hanya akan membawa akibat buruk bagi kesehatan. Orang yang sedang marah akan mengalami tekanan darah yang meningkat, hormone stress meningkat, hormon stress meninggi.

Kondisi napas jadi pendek, jantung berdebar, gemetar, pupil mata berkontraksi dengan tidak teratur, kekuatan fisik meningkat, cara bicara dan gerak lebih cepat dan sering lebih sensitif. Tanda-tanda ini akan mengakibatkan pergerakan sel dan hormon dalam tubuh menjadi tidak normal.

Demikian pula gejala psikologis dari orang yang marah, tentu akan menjadikannya rentan terkena penyakit hati, ynag ujungnya juga akan berdampak pada kesehatan fisiknya. Orang yang marah akan dipengaruhi sifat kritis, pendengki, pendiam, tingkah lakunya agresif, cemburuan, percaya diri rendah.

Orang yang marah mudah menilai orang dengan negative, kerap mengutuk orang, selalu tak enak perasaannya, depresi, gelisah, lesu, dan mudah Lelah.

Begitu besarnya dampak negative dari emosi marah ini. Bukan saja untuk diri orang yang marah, tetapi juga orang lain. Marah yang meledak-ledak cenderung menjadikan pelakunya berlaku destruktif dan merusak.

Marah Berasal Dari Setan

Marah yang dibiarkan meluap, berasal dari godaan setan, apabila hal itu dituruti maka akan menjauhkan seseorang dari mengingat tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Marah yang demikian adalah bara api yang ditiupkan setan ke dalam hati anak Adam.

“Sesungguhnya, amarah itu dari setan.” (HR.Ahmad dan Abu Dawud).

Doa Ketika Marah

Bila marah sudah merasuk dalam hati, maka setan lebih mudah menganggunya, mengajaknya pada kesesatan, bahkan kemudian menjadikannya sebagai sahabatnya. Karena itu, marah harus segera diatasi.

Bagaimana menghadapi emosi marah ini?

Apakan kita harus menahan dan menyimpannya di dalam hati saja, serta menghindari dari mengungkapkan dan mengekspreikannya?

Tidak, emosi marah tidak baik untuk dipendam dalam hati karena bisa berpotensi menimbulkan penyakit. Beberapa ahli (psikolog) percaya bahwa kemarahan yang ditekan merupakan penyebab yang mendasari kecemasan dan depresi.

Kemarahan yang tidak terrkspresikan dapat mengganggu hubungan, memengaruhi pikiran, dan pola perilaku. Hal ini juga mempengaruhi berbagai problem-problem fisik, seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung, kepala pusing, gangguan kulit, dan masalah-masalah lain yang saling terkait.

Lantas, apa yang harus dilakukan saat marah?

Islam tidak menafikan adanya marah ini, karena marah adalah fitrah yang diciptakan Allah untuk manusia. Islam hanya mengarahkan kita dalam menghadapi sifat emosional kita itu.

Saat marah, Islam mengarahkan untuk menyingkapi denagn bijak. Tidak memendamnya dalam hati sehingga menimbulkan penyakit, dan tidak pula membiarkannya meluap tanpa control hingga merusak. Tapi, hendaknya kita mengendalikan emosi marah ini.

Berikut Cara Mengendalikan Marah

1. Membaca doa Isti’adzah untuk menutup pintu masuk setan dan mengusirnya dari hati kita

Menutup masuknya setan ke dalam diri kita dengan membaca doa isti’adzah, sebagaimana yang telah diajarkan Rasulullah.

Rasulullah bersabda:

ِني لأعلمُ كَلِمَةً لَوْ قالَهَا لذهبَ عنهُ ما يجدُ، لَوْ قالَ: أعوذُ بالله مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجيمِ، ذهب عَنْهُ ما يَجدُ

Artinya:

“Sungguh, aku akan mengajari suatu kalimat, yang apabila ia mengucapkannya maka akan hilang apa yang ia dapatkan (marah). Jika ia membaca, ‘A’uudzubillahi minasy syaitaanir rajiim,’ niscaya hilanglah apa yang ia dapatkan.” (HR. Ahmad, Bukhari, dan Muslim).

Bacaan doa istiadzah sebagai pengusir setan dari hati kita

Doa-Istiadzah-Ketika-Marah

Bacaan doa Isti’adzah Arab

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Bacaan doa Isti’adzah latin

“A’uudzu billahi minas syaithanir rajiim”

Arti Bacaan doa Isti’adzah

“Aku berlindung kepada Alloh dari godaan setan yg terkutuk.”

Dengan doa mohon perlindungan kepada Allah dari godaan dan kejahatan setan ini, maka setan akan menyingkir dan lari. Sehingga setan tidak mampu lagi mengobaarkan bara api amarah di hati kita.

Baca juga : Doa Paling Utama

2. Membaca Doa Ketika Marah Untuk Menjaga Hati

Menjaga hati dan pikiran ketika marah dengan membaca doa ketika marah sesuai sunnah Rasulullah.

Doa Ketika Marah

Doa-Ketika-Marah

Bacaan Doa Ketika Marah Arab

اَللّٰهُمَّ رَبَّ مُحَمَّدٍ اغْفِرْلِىْ ذَنْبِىْ وَاذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِىْ وَاَجِرْنِىْ مِنْ مُضِلاَّتِ اْلفِتَنِ

Bacaan Doa Ketika Marah Latin

“Allahumma rabba muhammadin ighfirli dzambi wadzhib ghoidzho qolbi wa ajirni min mudhillatil fitan”

Arti Doa Ketika Marah

“Wahai Allah, Tuhan Muhammad, ampunilah dosaku, hilangkanlah kejengkelan hatiku, dan selamatkanlah aku dari fitnah-fitnah yang menyesatkan.” (HR, Ibnu Sunni).

Dengan hati yang selalu ingat kepada Allah, maka kemarahan yang tadinya meluap menjadi reda. Rasa kesal dan jengkel yang tadinya menguasai hati menjadi sirna, dan pikiran yang tadinya kacau menjadi terkontrol.

Penjelasan Doa Ketika Marah

Bagaiman itiadzah dan doa ketika marah punya kekuatan untuk menolak kemarahan?

1. Membaca doa itiadzah untuk mengusir setan.

Sebagaimana kita ketahui bahwa marah itu datangnya dari setan. Maka, dengan membaca istiadzah, setan akan lari. Dan, ketika setan menyingkir, nisaya mudah bagi kita untuk mengingat nama Allah dalam hati dan pikiran kita.

2. Dengan membaca istiadzah dan doa ketika marah, kita akan teringat pada Allah.

Keika membaca doa ketika marah maka kita akan ingat pada Allah, ingat pada kekuasaan, keperkasaan, dan wewenang mutlak-Nya. Kita akan kembali disadarkan pada makna hakikat tauhid, yakni bahwa sejatinya tidak ada yang berbuat, kecuali hanya Allah semata.

Dia-lah yang memiliki kehendak, yang menciptakan, dan yang menggerakkan makhluk-makhluk-Nya. Maka, setiap yang berbuat dan bergerak selain-Nya, hanyalah alat bagi-Nya. Termasuk pula orang yang kita marahi, sejatinya atas kehendak dan perbuatan Allah Swt.

Jika demikian halnya, apabila Anda marah pada seseorang karena sifatnya, ucapannya, kelakuannya, tindak-tanduknya atau lainnya, maka sama halnya Anda telah marah pada perbuatan Allah.

Apabila Anda jengkel dan benci pada orang yang memaki-maki Anda, mempecundangi Anda, atau menipu Anda, maka sama pula Anda jengkel dan benci pada perbuatan Allah.

Apabila Anda mencela, mencemooh, dan menyumpahi seseorang yang Anda marahi, maka sama halnya Anda telah mencela dan mencemooh Allah, dan sebagainya.

Camkanlah hal ini benar-benar, niscaya akan Anda sadar bahwa kemarahan Anda itu sungguh tidak patut dan tidak layak.

Doa-Ketika-Marah-Dan-Artinya

3. Ketika membaca doa ketika marah, maka kita akan diingatkan pada dosa dan kesalahan kita pada Allah.

Sebagaimaan hal ini tersirat dalam kalimat:

اغْفِرْلِىْ ذَنْبِىْ

“ighfir lii dzanbi”

Artinya : “Ampunilah dosaku”.

Dosa atas apa?

Dosa karena kita telah sering mendurhakai-Nya, menyalahi perintah-Nya, mengesampingkan-Nya, dan mencaci-maki keputusan-Nya.

Lalu, apakah dosa kita itu membuat Allah murka kepada kita sehingga cepat-cepat menimpakan hukuman siksa-Nya kepada kita?

Sungguh, tidak, Allah senantiasa Maha Penyabar dan Penyantun. Berapa banyak manusia berbuat durhaka kepada-Nya, berapa banyak orang yang mencemooh-Nya dan menuduh-Nya, tapi Allah tetap menunjukkan kesabaran dan sifat kesantunan-Nya.

Allah tidak bersegera menimpakan siksa, tetapi senantiasa membukakan pintu ampunan dan maaf yang selebar-lebarnya. Allah selalu bersedia melimpahkan segala karunia-Nya.

Lantas, apakah dengan semua ini, kita masih pantas marah pada ketetapan Allah?

Apakah kita tidak malu pada Allah?

Sungguh, kemarahan Allah di akhirat kelak akan lebih besar, jika kita tidak segera menahan amarah kita dan tidak cepat-cepat memohon ampun kepada-Nya.

Dengan membca doa marah ini, berarti kita memohon ampunan Allah dan mengingat dosa serta kesalahan kita, berarti kita bersedia untuk mengoreksi setiap kesalahan kita terhadap orang yang kita marahi.

Adakah orang yang kita marahi itu benar-benar bersalah dan patut kita marahi?

Bisa jadi, kemarahan kita itu justru muncul dari kesalahan kita sendiri, bukan dari kesalahannya. Bisa jadi, kita jengkel dan mencaci-makinya karena rasa dendam dan iri yang bersarang di hati kita.

Kita marah padanya karena hendak menunjukkan kesombongan kita padanya. Kita marah dan mencak-mencak, padahal orang yang kita marahi itu hendak menasehati kebaikan pada diri kita.

Jika memang orang yang kita marahi itu telah berbuat salah pada kita, mungkin kesalahaannya karena tidak disengaja. Bisa pula karena ia orang yang jahil atau bodoh, atau karena dia memendam iri pada diri kita yang suka pamer dan berbuat sombong.

Meskipun ia telah berbuat kesalahan pada kita, apa pun alasannya, toh kesalahan itu telah diperbuatnya dan telah terjadi. Kita mau marah-marah, itu sama saja percuma.

Belajar untuk memaafkan kesalahan orang lain akan dapat menyucikan jiwa kita, meninggikan kedudukan kita, dan menguntungkan diri kita sendiri. Belajar untuk memaafkan orang lain adalah langkah yang penting untuk menggapai maghfirah Allah swt. dan ridha-Nya.

“Barang siapa menolak kemarahannya, maka Allah akan menolak siksa-Nya darinya.” (HR.Thabrani).

4. Meminta maaf kepada Allah agar menghilangkan kemarahan kita.

Meminta maaf agar Allah menghilangkan kemarahan kita dan menyelamatkan kita dari fitnah-fitnah yang menyesatkan.

Hal ini terungkap dalam kalimat:

وَاذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِىْ وَاَجِرْنِىْ مِنْ مُضِلاَّتِ اْلفِتَنِ

“…WA adzhib ghaidza qalbii wa ajirni min mudhallatu fitani”

Artinya: “Dan hilangkanlah kejengkelan hatiku dan selamatkan aku dari fitnah-fitnah yang menyesatkan”.

Kalimat doa ini mengandung arti bahwa kita meminta agar Allah berkenan menghilangkan gejolak kemarahan di hati kita.

Ketahuilah bahwa amarah adalah perasaan. Karenanya, amarah akan mengubah kesan kita terhadap manusia, amarah akan menggantikan persepsi positif menjadi negative.

Taruhlah Anda bersitegang dengan seseorang. Dia berteriak-teriak, dan Anda pun demikian. Tiga jam kemudian, emosi Anda menurun. Anda sudah tidak lagi berteriak-teriak dan marah-marah.

Tetapi sekarang Anda harus menghadapi dampak dari komponen perasaan akibat marah ini. Diantaranya tersinggung, kesal, dendam, iri dengki, su’udzan, kurang percaya diri, depresi, dan sebagainya.

Sampai di sini, perlu diingat pula bahwa marah tidak selamanya jelek. Ada juga marah yang positif dan baik.

Marah yang positif ini berfungsi untuk melindungi kita, memelihara hubungan kita, mewujudkan harapan dan cita-cita, dan cara pandang kita pada dunia. Marah yang baik adalah marah yang dilakukan untuk perkara yang tepat, di saat yang tepat, dan dengan cara yang tepat pula.

Simak dan baca juga : Doa Bepergian

Demikian ulasan tentang doa ketika marah, bacaan doa ketika marah arab, latin dan artinya serta penjelasannya lengkap. Sebagai seorang mukmin, kita dituntut untuk selalu dapat mengendalikan marah. Sehingga, kemarahan kita adalah karena menemui kezhaliman dan diungkapkan dengan tidak meninggalkan keadilan. Kemarahan kita bukan karena dorongan nafsu, tapi karena Allah.

Doa Bepergian

Wahyoeni
4 min read

Doa Naik Kendaraan

Wahyoeni
4 min read

Doa Sesudah Makan

Wahyoeni
4 min read

Doa Bercermin

Wahyoeni
5 min read

Doa Sebelum Makan

Wahyoeni
5 min read

Doa Sholat Hajat

Wahyoeni
5 min read