Doa Menyembelih Hewan Qurban

Silahkan simak √ doa menyembelih hewan qurban, √ bacaan doa menyembelih hewan qurban arab, latin dan maknanya lengkap pada artikel ini.

Setiap hari raya qurban tiba, kita menyaksikan umat Islam di seluruh seluruh penjuru dunia berbondong-bondong melaksanakan sunnah Nabi Muhammad.

Sunnah nabi Muhammad itu adalah melaksanakan shalat sunnah Idul Adha yang dilanjutkan dengan ibadah pemotongan hewan qurban.

Pengertian Qurban

Doa-Menyembelih-Binatang-Qurban

Setiap Bulan Dzul Hijjah tepatnya tanggal 10 Dzul Hijja. Semua umat Islam yang tidak melaksanakan haji merayakan hari raya Idul Adha.

Pada hari itu, umat Islam di seluruh dunia sangat disunnahkan untuk berqurban. Berqurban dsini maksudnya adalah menyembelih hewan qurban untuk kemudian dagingnya dibagi-bagikan kepada seluruh umat Islam di wilayah tersebut.

Apakah sebenarnya Qurban itu?

Qurban berasal dari bahasa Arab, “Qurban” (قربان) yang artinya dekat. Arti Qurban dalam Islam juga disebut dengan al-udhhiyyah dan adh-dhahiyyah yang berarti binatang sembelihan.

Binatang atau hewan yang bisa dijadikan hewan qurban seperti sapi, kerbau, unta dan kambing. Hewan itu akan disembelih pada hari raya Qurban dan hari tasyriq sebagai wujud rasa syukur dan mendekatkan diri kepada Allah.

Dalil Qurban

Allah berfirman dalam Al Quran surah Al-Kautsar ayat 1-3:

اِنَّاۤ اَعۡطَیۡنٰکَ الۡکَوۡثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّکَ وَ انۡحَرۡ اِنَّ شَانِئَکَ ہُوَ الۡاَبۡتَرُ

Artinya:

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah yang terputus.” (QS. Al-Kautsar ayat 1-3).

Allah berfirman dalam Al Quran surah Al-Hajj ayat 36:

وَ الۡبُدۡنَ جَعَلۡنٰہَا لَکُمۡ مِّنۡ شَعَآئِرِ اللّٰہِ لَکُمۡ فِیۡہَا خَیۡرٌ ٭ۖ فَاذۡکُرُوا اسۡمَ اللّٰہِ عَلَیۡہَا صَوَآفَّ

Artinya:

“Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagai syiar Allah. Kamu banyak memperoleh kebaikan dari padanya, maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri” (QS. Al-Hajj ayat 36).

Hukum Berqurban

Dlam Islam ibadah Qurban ini hukumnya sunnah muakkad yaitu sunnah yang sangat dianjurkan.

Bagi umat muslim yang mampu melakukannya lalu ia meninggalkan hal itu, maka ia dihukumi makruh.

Rasulullah bersabda:

“Dan jika kalian telah melihat hilal (tanggal) masuknya bulan Dzul Hijjah, dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia membiarkan rambut dan kukunya.” (HR. Muslim)

Arti sabda Rasulullah ”ingin berkorban” adalah dalil bahwa ibadah Qurban ini sunnah, bukan wajib.

Niat Berqurban

Jika kita perhatikan dari tahun ke tahun, kuantitas orang yang melakukan qurban terus mengalami peningkatan. Dan, semakin banyak herwan quran yang disembelih pada setiap hari raya Idul Adha.

Sebuah realitas positif yang patut disyukuri bahkan berbangga hati, ternyata kesadaran umat Islam untuk berqurban terus mengalami peningkatan.

Namun, di samping syukur ini, kita pun patut bertanya, apakah tingginya animo berqurban ini mengindikasikan semakin tingginya keshalihan orang yang berqurban?

Untuk menjawab hal ini, kita perlu meluangkan waktu dan memeras pikiran sejenak sembari memandang realitas empiris yang terjadi disekeliling kita.

Stidaknya, ada dua kemungkinan motivasi yang melatarbelakangi seseorang untuk berqurban.

1. Berqurban karena ingin dikenal.

Berqurban merupakan sebuah prestise sehingga hanya berfungsi sebagai alat untuk mencari popularitas, menjaga gengsi, mendulang hegemoni, dan sebagai topeng untuk menutupi borok diri.

Dengan memberikan puluhan bahkan ratusan hewan qurban, masyarakat akan menilai kita sebagai dermawan, manusia pahlawan, orang hebat, kaya, dan sederet julukan mulia lainnya. Na’udzubillah, jika ini yang terjadi, maka sia-sialah qurban yang kita sembelih.

2. Berqurban dengan ikhlas karena mematuhi perintah Allah.

Berqueban dengan ikhlas dan mengharap pahala-Nya, didasari oleh kesadaran ibadah sosial, dan ditindaklanjuti dengan peningkatan kualitas moral dan sosial orang yang berqurban.

Dengan niat yang demikian ini, orang yang berqurban telah melakukan ibadah social yang tercermin dalam perilaku social bermasyarakat.

Dari dua kemungkinan itu, kira-kira termasuk kelompok manakah masyarakat kita saat ini?

Patut disangsikan jika kelompok kedua yang menjadi jawaban kita. Karena, melalui kacamata objektif, tentulah kita akan menyalahkan dan membantah jawaban itu.

Buktinya, sampai detik ini, kita tetap bisa melihat substansi mentalitas negative yang terus bersemayam dalam diri masyarakat.

Jika memang motivasi berqurban itu dilandasi oleh kesadaran spiritual dan sosial. Kita tentu akan melihat dampak mentalitas positif yang signifikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Doa Menyembelih Hewan Qurban

Agar ibadah qurban kita memiliki makna yang sempurna, sebagai ritual ketundukan sekaligus inspirator pengembangan keshalihan sosial. Nabi Muhammad mengajarkan doa berikut ini agar bisa menjadi penyemangat bagi kita untuk meluruskan niat saat berqurban.

Saat hendak menyembelih hewan qurban, Rasulullah menyunnahkan agar bisa membaca doa menyembelih hewan Qurban berikut:

Doa Menyembelih Hewan Qurban

Doa-Menyembelih-Hewan-Qurban

Bacaan Doa Menyembelih Hewan Qurban Arab

بِسْمِ اللَّه اللَّهُمَّ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، هَذَا عَنِّي

Bacaan Doa Menyembelih Hewan Qurban Latin

“Bismillahi wallahu Akbar, Allahumma hadza minka wa laka, Hadza ‘annaa”

Arti Doa Menyembelih Hewan Qurban

“Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, (ternak ini) dari-Mu dan untuk-Mu. Qurban ini dariku.” (HR. Muslim dan Baihaqi).

Jika menyembelihkan hewan qurban milik orang lain, maka pada bacaan “qurban ini dariku” (هَذَا عَنِّي) diganti dengan “qurban ini atas nama fulan” (هَذَا عَنْ فُلَانٍ), sebutkan nama yang memiliki hewan qurban tersebut

Doa Menyembelih Hewan Qurban Milik Orang Lain

بِسْمِ اللَّه اللَّهُمَّ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، هَذَا عَنْ فُلَانٍ

Artinya:

“Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, (ternak ini) dari-Mu dan untuk-Mu. Qurban ini atas nama fulan.” (HR. Muslim dan Baihaqi).

“Alirkanlah darah dengan apa yang kamu kehendaki dan sebutlah nama Allah Azza wa Jalla.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Hakim).

Makna Doa Menyembelih Hewan Qurban

1. Membaca Bismillah

Doa adalah rangkaian ritual terakhir saat menyembelih hewan Qurban. Untuk mengawali doa maka diawali dengan “bismillah” (بِسْمِ اللَّه) yang artinya “dengan nama Allah”.

Dalam hal ini ketika mau menyembelih hewan, kita lakukan karena untuk Allah yang disaksikan oleh Allah.

2. Membaca Takbir

Setelah itu, kita baca “takbir” (اللَّهُ أَكْبَرُ) yang artinya “Allah Maha Besar”.

Kumandang takbir menunjukkan rasa syukur dan pujian kepada Allah atas hidayah, taufiq, dan nikmat-nikmat-Nya.

Bacaan takbir juga berarti memperlihatkan kepada diki kita bahwa hanya Allah yang memiliki kekuasaan agung.

Oleh karenanya, tidaklah patut para pejabat negara, para elite kekuasaan, para elite politik, para elite ekonomi, dan manusia-manusia kaya, beratindak semena-mena terhadap menusia lain serta berjalan congkak di muka bumi ini.

3. Bacaan “Minka”

Kemudian, kata “minka” (مِنْكَ) yang artinya “dari-Mu”.

Ini memberi pemahaman dan kesadaran pada orang yang berqurban bahwa hewan disembelih adalah berasal dari Allah. Dia-lah yang memberi dan mengkaruniakan binatang-binatang ternak bagi manusia, supaya mereka bersyukur kepada-Nya.

Semua harta yang ada pada kita sesungguhnya hanya titipan yang sewaktu-waktu bisa saja diambil lagi oleh-Nya.

Maka, orang yang mengucapkan kata ini seakan mengatakan kepada dirinya:

“Hidup dan hartaku semuanya kepunyaan Allah, semuanya datang dari-Nya dan akan kembali pada-Nya.”

4. Bacaan “Laka”

Adapun bacaan “laka” (لَكَ) yang artinya “untuk-Mu atau karena-Mu”.

Hal ini memberi arti keiklasan bagi orang yang berqurban.

Dalam arti, kemauannyaa untuk menyembelih hewan qurban secara simbolis menunjukkan kerelaan dan ketulusannya untuk lebih mengutamakan keinginan Allah daripada kepentingan dirinya.

Kepentingan dirinya adalah harta benda yang dimilikinya, Sedangkan keinginan allah adalah perintah-Nya. Kehendaknya untuk menyembelih hewan qurban juga secara tersirat menunjukkan keikhlasannya untuk berbagi dengan sesama.

Kerelaannya untuk memberi dan membantu mereka yang kekurangan. Dengan ucapan kata ini, hendaknya orang yang berqurban menegaskan pada dirinya, “Saya berqurban ini ikhlas karena-Mu, dan sebagai wujud kepedulianku terhadap hamba-hamba-Mu.”

Dengan ini, ungkapan, “…Allahumma minka wa laka…”  yang artinya “ya Allah dari-Mu dan untuk-Mu”.

Secara maknawi akan memberi kekuatan motivasi bagi orang yang berqurban agar rela dan ikhlas terhadap perintah Allah. Agar rela serta ikhlas dalam memberi atau membantu orang lain.

Dengan berbekal pengetahuan dan kesadaran ini, sesungguhnya orang yang berqurban tengah melatih dirinya untuk mengikis sifat-sifat tercela manusia. Sifat-sifat seperti riya, pamer, sum’ah, ujub, dan sombong, menjadi sifat-sifat mulia, seperti ikhlas, ridha, sabar, dan tawadhu.

Dengan kesadaran ini pula, orang yang berqurban tengah mengikis sifat-sifat buruk manusia. Sifat seperti kikir, tamak, rakus, serakah, dan menjadi sifat-sifat baik. Seperti darmawan, peduli, saling menolong, dan berkasih saying terhadap orang miskin.

Jika orang yang berqurban telah mengungkapkan doa ini ketika menyembelih qubannya, maka ingatlah bahwa berqurban takkan teruji hanya dengan menyisihkan milik kita untuk diberikan kepada sesama.

Mempersembahkan hewan qurban di setiap tahun, juga belum menjamin makna pengorbanan sejati.

Berkorban sejati, baru bisa dibuktikan ketika ada keselarasan zhahir berupa amaliah hati dan pikiran. Tangan kita memberi, hati serta pikiran kita ikhlas ketika melakukannya.

5. Bacaan “Hadza ‘Annaa”

Kemudian bacaan “Hadza ‘Annaa” (هَذَا عَنِّي) yang artinya “Qurban dariku”.

Hal ini menjadi sebuah doa dan harapan agar Allah berkenan menerima ibadah qurban kita. Setelah upaya kita untuk berbuat ikhlas dan memasrahkan diri kepada-Nya.

Hal ini menandakan bahwa secara substansial, orang yang melaksanakan qurban belum dapat disebut “berqurban” (diterima qurbannya).

Jika dalam dirinya kita tertanam keikhlasan, kepasrahan kepada Allah, serta semangat untuk membantu dan meringankan penderitaan orang lain.

Allah menilai ibadah qurban bukan dari banyaknya daging qurban yang dipersembahkan, tapi lebih pada efek berqurban yang dijalaninya. Yakni segi ketakwaan, motivasi keimanan, keiklhasan, kepasrahan diri, dan solidaritas, serta kepedulian social. Allah menegaskan hal ini dalam firman-Nya.

Allah berfriman dalam AL Quran surah Al-Hajj ayat 37:

لَنۡ یَّنَالَ اللّٰہَ لُحُوۡمُہَا وَ لَا دِمَآؤُہَا وَ لٰکِنۡ یَّنَالُہُ التَّقۡوٰی مِنۡکُمۡ ؕ کَذٰلِکَ سَخَّرَہَا لَکُمۡ لِتُکَبِّرُوا اللّٰہَ عَلٰی مَا ہَدٰىکُمۡ ؕ وَ بَشِّرِ الۡمُحۡسِنِیۡنَ

Artinya:

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah, telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan, berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Hajj ayat 37).

Keutamaan Ibadah Qurban

Rasulullah bersabda:

“Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada hari raya Qurban yang lebih dicintai oleh Allah SWT dari menyembelih hewan Qurban. Sesungguhnya hewan Qurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya sebelum darah Qurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan (pahala) Qurban itu.” (HR Tirmidzi).

Hewan yang Tidak Diperbolehkan Untuk Dijadikan Qurban

Syarat-syarat hewan yang diperbolehkan untuk dijadikan hewan qurban adalah hewan yang bebas dari aib (cacat).

Untuk itu ada hewan yang tidak boleh dijadikan hewan qurban, yaitu:

  1. Pada Hewan tersebut terdapat penyakitnya terlihat dengan jelas.
  2. Hewan tersebut buta dan jelas terlihat kebutaannya.
  3. Hewan yang sumsum tulangnya tidak ada, karena kurus sekali.
  4. Hewan yang cacat, misal: telinga atau tanduknya sebagian hilang.

Rasulullah saw bersabda:

“Ada empat penyakit pada binatang qurban yang dengannya qurban itu tidak mencukupi. Yaitu yang buta dengan kebutaan yang nampak sekali, dan yang sakit dan penyakitnya terlihat sekali, yang pincang sekali, dan yang kurus sekali.” (HR Tirmidzi seraya mengatakan hadis ini hasan sahih).

Simak dan baca juga : Doa Pembuka Rezeki

Demikian ulasan tentang doa menyembelih qurban, bacaan doa menyembelih hewan qurban arab, latin dan maknanya lengkap. Semoga senantiasa Allah melimpahkan harta yang berlimpah dan halal buat Anda semua. Sehingga Anda bisa berwurban di setiap hari raya qurban, Aamin.

Doa Untuk Orang Sakit

Wahyoeni
4 min read

Doa Sesudah Wudhu

Wahyoeni
5 min read

Doa Paling Utama

Wahyoeni
3 min read

Doa Untuk Pengantin

Wahyoeni
5 min read

Doa Masuk Kamar Mandi

Wahyoeni
3 min read