Doa Pelipur Lara

Simak √ doa pelipur lara, √  doa ketika sedih, √  bacaan doa pelipur lara arab dan latin dan √  bacaan doa ketika sedih arab pada artikel ini.

Roda Kehidupan

Roda kehidupan akan selalu berputar, kadang kita bisa di atas atau di bawah. Suatu ketika, kita juga bisa merasakan kalau beban hidup yang kita hadapi itu begitu berat dan terasa menyesakkan.

Waktu itu hati kita gelisah, merana, terluka, tertekan, dan rasanya ingin menjerit dengan setumpuk beban yang harus kita tanggung.

Doa-Ketika-Sedih

Tak sedikit orang yang menderita penyakit kronis seperti darah tinggi, stroke, jantung, maag, liver, dan penyakit berbahaya lainnya karena beban hidup yang ditanggungnya.

Tak sedikit juga orang yang harus dirawat dirumah sakit karena beban masalah yang menghimpitnya. Bahkan, ada yang akhirnya mengalami stress, depresi, dan kegilaan karena masalah yang dihadapinya.

Di samping itu, banyak kasus bunuh diri karena stress berat, putus asa, terlilit utang atau ketidakmampuan menjamin masa depan anak.

Memang, masalah pikiran adalah masalah yang rumit. Penyakit yang disebabkan tekanan batin atau pikiran adalah penyakit yang susah pengobatannya.

Jika yang sakit adalah jasad fisik, mungkin kita mudah untuk mengatasinya. Tinggal periksa ke dokter atau beli obat di apotek yang sesuai dengan penyakit yang diderita.

Tppi, jika yang sakit adalah hati atau pikiran kita, maka obatnya susah kita cari, baik di rumah sakit atau di apotek. Hanyalah diri kita sendiri yang dapat mengobatinya.

Doa Pelipur Lara

Untuk mengatasi tekanan dan kekalutan pikiran yang disebabkan oleh beban-beban hidup. Rasulullah telah memberi solusi dengan cara berdoa kepada Allah. Karena dengan membaca doa pelipur lara ini, kita akan berserah diri kepada Allah.

Bacaan Doa Pelipur Lara

Doa-Pelipur-Lara

Bacaan Doa Pelipur Lara Arab

لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ العَظِيمُ الحَلِيمُ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ العَرْشِ العَظِيمِ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الأَرْضِ، وَرَبُّ العَرْشِ الكَرِيمِ

Bacaan Doa Pelipur Lara Latin

“Laa ilaaha illallaahul ‘azhiimul haliim, Laa ilaaha illallaahu robbul ‘arsyil ‘azhiim, Laa ilaaha illallaahu robbus samaawaati wa robbul ardhi, wa robbul ‘arsyil kariim”

Arti Bacaan Doa Pelipur Lara

“Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Besar lagi Maha Penyantun. Tidak ada Tuhan sealain Allah, Rabb ‘Arsy yang agung Tidak ada Tuhan selain Allah, Tuhan langit, Tuhan bumi, dan Tuhan ‘Arsy yang mulia.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Apa yang diajarkan oleh Rasulullah dalam doa pelipur lara ini adalah sebuah dzikir, bukan bentuk permintaan secara langsung.

Kita mengulang-ngulang dzikir tahlil, “Laa ilaaha illallaah” (tiada Tuhan selain Allah) sebanyak tiga kali.

Sambil diiringi mengagungkan nama dan sifat-sifat keagungan-Nya, di antaranya:

  1. “Al-‘Adzim” (Yang Maha Agung).
  2. “Al-Haliim” (Yang Maha Penyantun).
  3. “Rabbus samaawaati wal ardh” (Tuhan langit dan bumi).
  4. “Rabbul ‘arsyil ‘alkariim” (Tuhan ‘Arsy yang agung).

Mengapa dengan doa dzikir?

Sebab, yang hendak diobati adalah hati yang tengah menanggung duka lara dan pikiran yang sedang gelisah menderita.

Dzikir adalah sumber ketenangan hati dan pikiran. Diharapkan dengan dzikir, batin dan pikiran pembacanya akan mencapai ketenangan, kedamaian, dan kesejukan.

Dzikir memiliki kekuatan sebagai penyeimbang jiwa sehingga seorang yang berdzikir selalu diliputi ketenangan dan ketentraman.

Allah dalah sumber ketenangan dan kedamaian (as-Salam). Maka, untuk mencapai ketenangan dan kedamaian itu, jalannya adalah mendatangi sumbernya dan meleburkan diri Bersama-Nya. Dzikir itulah jalan kebersamaan (ma’iyyatullah).

Bagaimana doa dzikir tahlil di atas bisa menjadi kekuatan yang menenangkan hati?

Ketika Anda gelisah, cobalah Anda berupaya mengingat Dzat yang menciptakan Anda, termasuk yang menciptakan hati Anda. Sadarilah bahwa semua kejadian adalah kehendak-Nya.

Tanpa kehendak-Nya, semua tidak akan pernah ada dan tidak akan pernah terjadi. Masalah yang Anda hadapi terjadi karena kehendak-Nya tidak muncul begitu saja.

Anda mungkin akan berpendapat, “Masalah ada karena sebab tertentu”.

Benar sekali jika Anda katakan demikian. Tapi, pernahkah terpikir oleh Anda, di manakah ujung pokok masalah itu. Jawabannya, semua pasti merujuk kepada Dzat Yang Maha Pencipta, termasuk kausalitas itu sendiri.

Jika Anda sudah menyadari hal ini, Anda pasti akan berpikir bahwa kegalauan yang (sebetulnya) Anda hadirkan adalah sebuah kesia-siaan belaka. Untuk apa kegalauan itu harus ada, kalau memang itu sudah menjadi kehendak-Nya.

Anda sendiri ternyata ada kehendak-Nya. Apa pun itu, sudah menjadi kekuasaan-Nya untuk menghadirkannya ke hadapan Anda.

Jadi, tidak ada alasan bagi Anda untuk mengelak atau menghadapinya dengan kegalauan. Anda harus menghadapinya dengan lapang dada, serta keyakinan akan ditemukannya jalan keluar yang melibas semua keraguan dan ketidakpercayaan pada diri sendiri.

Itulah wujud dahsyat dari ketenangan hati yang dihadirkan oleh dzikir.

Walaupun yang dibaca adalah dzikir, tapi sesungguhnya terkandung makna doa dan permintaan kepada Allah.

Disebutkan dalam hadits qudsi:

“Barang siapa disibukkan dengan mengingat-Ku dari meminta kepada-Ku, maka aku akan memberinya sesuatu yang paling utama yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta.” (HR. Bukhari dan Baihaqi).

Sesungguhnya, pujian, pengagungan, dan pengesaan terhadap Allah juga terhitung sebagai doa. Hanya saja, doa yang dipanjatkan bukan dengan bahasa permintaan, namun dengan bahasa sanjungan dan pujian.

Doa pujian yang demikian ini justru memiliki nilai yang jauh lebih tinggi dan lebih mencapai kesempurnaan.

Rasulullah bersabda:

أَفْضَلُ مَا قُلْتُ أَنَا وَ النَّبِيُّوْنَ عَشِيَّةَ عَرَفَةَ : لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، لَهُ المُلْكُ وَ لَهُ الحَمْدُ ، وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر

Artinya:

“Kalimat utama yang aku dan para nabi ucapkan pada senja hari Arafah adalah: ‘laa ilaaha illallaah wahdahu laa syarika lah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli sayi in Qodiir’.”

“Sebaik-baik doa pada hari Arafah adalah ‘laa ilaaha illallaah wahdahu….

Doa ketika Nabi Yunus berdoa dalam perut ikan, beliau cukup membaca:

أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Artinya:

“Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sunggu aku termasuk orang-orang yang zhalim.”

Hal yang perlu diingat bahwa dzikir berarti “ingat”, yakin kita mengingat Allah sebagai Dzat yang disebut dalam dzikir.

Simak dan baca juga : Doa Rezeki Lancar

Bila seseorang hanya membaca, sementara hatinya tidak ingat dan pikirannya melayang kemana-mana, makai ia belumlah dikatakan sebagai orang yang berdzikir. Dzikir yang hanya diucapkan di lisan saja akan sedikit manfaatnya.

Doa Ketika Sedih

Selain doa dzikir di atas, Nabi Muhammad juga mengajarkan doa berikut bagi orang yang ditimpa kepedihan dan kegalauan. Berikut doa ketika sedih yang diajarkan oleh Rasulullah.

Bacaan Doa Ketika Sedih

Doa-Ketika-Sedih-dan-Galau

Bacaan Doa Ketika Sedih Arab

اَللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ

Bacaan Doa Ketika Sedih Latin

“Allaahumma rohmataka arjuu, falaa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin, wa ash lihlii sya’nii kullahu, laa ilaaha illaa anta.”

Arti Doa Ketika Sedih

“Ya Allah, pada rahmat-Mu aku berharap. Janganlah Engkau serahkan aku pada diriku sekejap mata pun, dan perbaikilah untukku semua urusanku, Tidak ada Tuhan selain Engkau.” (HR. Abu Dawud).

Melalui doa ketika sedih ini, kita dilatih untuk memasrahkan segala urusan kita kepada Allah. Sebab, Dia-lah yang mengetahui segi kebaikan atau keburukan setiap hal, sedangkankan diri kita tidak mengetahui mana yang terbaik darinya.

Terkadang, kita meyakini bahwa suatu perkara itu baik dan masalah buat diri kita, tapi ternyata malah membawa kerusakan. Begitu pula sebaliknya, terkadang kita melihat perkara itu tampak buruk dan membahayakan, namun justru mendatangkan kebaikan.

Allah yang berkehendak dan menciptakan setiap urusan, maka Allah juga yang mampu memberi jalan keluarnya.

Ketidakmampuan untuk menerima kenyataan bahwa kepedihan dan kesulitan-kesulitan itu merupakan hal yang biasa dalam hidup ini. Keadaan ini dapat mendatangkan penyakit di pikiran kita, bahkan juga dapat mendatangkan masalah kesehatan tubuh dan penyakit lainnya.

Sungguh, kita tidak bisa mengatur semua hal di dunia ini supaya sesuai dengan kehendak kita, yang tidak dapat kita ubah.

Misalnya:

Kita tidak bisa mengubah watak orang lain, kita tidak bisa mengubah kenyataan kehilangan suami atau istri. Sekeras apa pun kita berusaha, hasilnya tetap sia-sia. Terhadap kenyataan yang tidak dapat kita ubah, kita sebaiknya bersikap pasrah dan menerima kenyataan dengan persaan damai.

Dengan berserah diri kepada kehendak dan kuasa Allah. Mengakui dengan tulus kelemahan serta keterbatasan diri kita, disertai dengan keyakinan bahwa Allah Maha Mengetahui dan Maha Kuasa.

Maka duka lara yang menyelimuti batin kita akan segera sirna dan tergantikan oleh ketenangan serta ketentraman Bersama Allah. Maka, kita pun juga meminta pada-Nya agar memperbaiki setiap urusan kita. Karena, hanya Allah yang mengetahui dan menguasai segalanya.

Di akhir doa ketika sediah ini, kita mengucapkan kelimat “huduriyah” (penghadiran) dan “syuhudiyah” (penyaksian), yaitu “laa ilaaha illallaah” (tiada tuhan selain Allah SWt).

Penyebutan bacaan tersebut mengisyaratkan bahwa doa itu bisa memberi manfaat bagi pembacanya dan mampu menghilangkan duka lara.

Barang siapa yang menyaksikan Allah dengan tauhid dan keagungkan disertai perhatian dan kehadiran hati, maka berhak untuk dihilangkan kesusahannya di dunia. Serta berhak mendapatkan rahmat dan ketinggian di akhirat.

Simak dan baca juga : Doa Ketika Marah

Demikian ulasan tentang doa pelipur lara atau doa ketika sedih. Semoga senantiasa Allah sesalu melimpahkan kebagahgiaan dalam hidup Anda, dan selalu me-ridhai langkah-langkah yang Anda tempuh, Aamin.

Loading...

Surat Yasin

Wahyoeni
13 min read

Doa Nurbuat

Wahyoeni
4 min read

Doa Ketika Mimpi Buruk

Wahyoeni
4 min read

Doa Ketika Turun Hujan

Wahyoeni
7 min read

Doa Untuk Orang Tua

Wahyoeni
6 min read