Doa Sesudah Makan

Silahakan simak √ doa sesudah makan, √ doa sesudah makan arab, √ doa sesudah makan latin dan √ arti doa sesudah makan lengkap pada artikel ini.

Doa Sesudah Makan

Ketahuilah bahwa sebetulnya kenikmatan makanan itu tergantung pada pikiran dan mood kita saat makan.

Doa-Sesudah-Makan-Dan-Artinya

Kalau sejak awal kita sudah berpikir bahwa makanan itu tidak enak. Maka yang terjadi makanan itu tidak akan terasa enak, walaupun sebenarnya makanan itu tergolong enak.

Tapi sebaliknya, jika kita berpikir bahwa makanan adalah yang terlezat dan tidak akan mendapatkan makanan itu kembali. Maka kita akan merasakan makanan itu begitu nikmat dan lezat, betapapun sederhananya makanan itu.

Nah, intinya sebenarnya tergantung pada bagaimana kita mengatur pikiran kita saat makan. Dengan membaca doa sesuah makan sebagai rasa syukur kita atas makanan yang sudah kita makan.

Barangkali, sebagian kita ada yang lupa membaca doa sesudah selesai makan. Membaca doa sesudah makan sebagai wujud rasa syukur kita terhadap makanan dan keberkahan yang sudah kita makan.

Setelah selesai makan, Nabi Muhammad mengajarkan doa setelah makan berikut.

Bacaan Doa Sesudah Makan

Doa-Sesudah-Makan

Bacaan Doa Sesudah Makan Arab

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْنَ اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Bacaan Doa Sesudah Makan Latin

“Alhamdu lillahhil-ladzi ath-amanaa wa saqaana waja’alanaa minal muslimiin”

Arti Doa Sesudah Makan

“Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami termasuk golongan orang muslim.” (HR.Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi).

Apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad dalam doa tersebut adalah bersyukur atas kenikmatan makanan yang telah diberikan Allah Kepada diri kita.

Maka, dengan membaca doa sesudah makan ini, kita diingatkan pada hakikat rubbubiyah Allah dan sifat kuasa-Nya.

Kuasa Allah dalam apa?

Yaitu kuasa-Nya dalam mendatangkan makanan, memasukkan makanan, dan membuat kenyang dengan makanan. Sesunggunya, proses makan dari awal sampai akhir adalah murni kekuasaan Allah bukan atas kemauan kita.

Makna Doa Sesudah Makan

Kita bisa melihat pesan makna doa sesudah makan atau doa setelah makan tersebut dari penjelasan berikut ini.

1. Dari bacaan “Alhamdu lillahhil-ladzi”

Dari kalimat “Alhamdu lillahhil-ladzi” (اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْنَ) yang artinya ucapan pujian kepada Allah. Bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, karena semua hidangan dan proses makan bisa terjadi atas kuasa dan ijin Allah.

2. Dari bacaan ”Ath-amanaa wa saqaana”

Dari kalimat “Ath-amanaa wa saqaana” (اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا). Kata ath’amana adalah bentuk fi’il madhi yang memiliki faedah ta’diyah, yang berarti, “Dia yang telah memberi makan makanan ini kepadaku,” Dia adalah Allah yang sebagai subyek dan sebagai pemberiannya.

3. Dari bacaan “waja’alanaa minal muslimiin”

Dari kalimat “waja’alanaa minal muslimiin” (مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ) yang berarti serta menjadikan kami termasuk golongan orang muslim.

Makna dari kalimat ini adalah rasa syukur atas di masukkannya kedalam ornag muslim. Dengan menjadi orang muslim berarti menjadi umat yang di ridhai oleh Allah.

Bersyukur Atas Kuasa Allah yang Memberi Makan

Kerberkahan-Dari-Makanan

Benarkah bahwa peristiwa makan itu semuanya atas kuasa Allah Swt?

Mari saya ajak Anda untuk memikirkan hal ini.

1. Makanan yang ada adalah dari Allah

Bila Anda dihadapkan pada makanan yang saat ini berada di depan meja makan Anda, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya makanan itu sumbernya dari Allah.

Sebab, jika makanan itu kita telusuri sumbernya dari awal hingga akhir, maka ujungnya pasti akan sampai pada Allah.

Sebab, Allah yang menciptakan hujan, menurunkan hujan, dan menyuburkan tanah dari kegersangannya sehingga dengan itu tumbuhlah bermacam tumbuhan, tanaman, dan pepohonan.

Lalu, muncullah aneka warna bunga yang menghasilkan biji dan buah, hiduplah binatang-binatang dan hewan-hewan yang diambil daging, susu, bulu, dan lainnya. Allah adalah Dzat yang menciptakan, yang memberi, dan yang mengirimkan makanan untuk makhuk-makhuk-Nya di bumi.

Allah berfirman dalam Al Quran surah Huud ayat 6:

وَ مَا مِنۡ دَآبَّۃٍ فِی الۡاَرۡضِ اِلَّا عَلَی اللّٰہِ رِزۡقُہَا

Artinya:

“Dan, tidak ada suatu binatang melata pun di bumi, melainkan Allah yang memberi rezekinya.” (QS. Huud ayat 6).

2. Makanan bisa sampai ke hadapan Anda juga karena kuasa Allah

Makanan tersebut bisa sampai ke hadapan Anda, itu juga karena kuasa dan kehendak-Nya. Jika Allah mau, mudah saja bagi-Nya untuk mendatangkannya tanpa adanya sebab yang Anda duga.

Jika Allah mau, mudah pula bagi-Nya menahan makanan itu sehingga tidak hadir ke hadapan Anda. Tidak sedikit orang di luar sana yang menderita kekurangan makanan dan kelaparan.

Bila saat itu Anda dapat makanan tersebut, maka itu juga karena kuasa dan kasih sayang Allah.

Coba dipikir, siapa yang pertama kali menggerakkan keinginan hati untuk mengambil makanan?

Tentu, makanan itu tidak akan dapat terambil dan termakan jika Allah tidak menciptakan keinginan makan di hati Anda. Betapapun enaknya suatu makanan, jika tidak ada keinginan, mustahil makanan itu Anda makan. Keinginan itu cepat berubah, dan hati itu mudah berbolak-balik.

Contohnya:

Suatu ketika Anda tengah bersiap-siap mau makan, lalu tiba-tiba istri Anda datang marah-marah tanpa alasan yang jelas. Besar kemungkinan Anda spontan jadi kenyang dan tidak memiliki selera lagi untuk makan.

Mungkin juga Anda punya keinginan untuk makan, bahkan keinginan Anda itu begitu kuat. Tapi sungguh sayang, ada hambatan lain yang mencegah Anda untuk bisa makan.

Contohnya:

Anda sangat ingin makan jeruk, tapi dokter melarang Anda untuk makan buah tersebut karena khawatir penyakit maag Anda akan kambuh dan bertambah parah.

Dapatkah Anda melaksanakan keinginan Anda untuk makan jeruk, siapa yang menggerakkan keinginan untuk tidak makan jeruk?

Bukan dokter, tabib, atau istri Anda, tapi Allah yang menuntun keinginan Anda. Buktinya, Anda bisa diam-diam nekat makan jeruk jika mau, meskipun Ada sudah tahu resikonya.

Atau, bisa jadi Anda punya nafsu yang begitu besar untuk makan, dan Andapun sebenarnya sanggup makan karena lidah dan perut Anda sehat. Tapi, ada alasan yang menghalangi keinginan Anda untuk makan.

Contohnya:

ketika Anda sedang berpuasa. Walaupun Anda diiming-imingi dengan makan yang lezat-lezat, Anda tetap bersikukuh tidak mau makan karena Anda memang tidak ingin makan.

Lalu, siapa yang menimbulkan keinginan untuk berpuasa dan keinginan untuk tidak membatalakan puasa?

Jika bukan Allah tentu Anda tidak mau capek-capek berpuasa.

Setelah ada keinginan untuk makan, belum tentu juga makanan itu bisa sampai ke mulut dan perut Anda. Anda berkeinginan makan tapi Anda tidak berkuasa mengambil makanan, maka makanan itu mustahil bisa sampai ke mulut Anda.

Contohnya:

Anda sangat ingin makan opor ayam, tapi Anda tidak punya daging ayam atau Anda tidak bisa membelinya karena tidak punya uang. Maka Anda tidak akan bisa makan opor ayam.

Atau mungkin Anda bisa membeli opor ayam, tapi Anda tidak kemampuan menggerakkan tangan dan mulut Anda untuk makan, dan Anda pun tidak menemukan orang yang bersedia menyuapi diri Anda. Maka jelas opor ayam itu tidak jadi termakan.

Lalu, siapa yang menciptakan kekuatan dan menggerakkan tangan kita atau tangan orang lain sehingga kita bisa makan?

Jawabanya, hanya Allah yang sanggup melakukan itu semua.

Dan, ketika makanan itu telah sampai ke perut Anda, maka yang berkuasa mengurus dan memproses makanan di perut Anda itu Cuma Allah. Anda tidak memiliki kuasa apa-apa, melihatnya saja Anda tidak mampu.

Sesungguhnya, makanan yang Anda makan itu hanyalah sarana untuk mendapatkan kekuatan dan kesehatan. Selebihnya, itu semua urusan Allah.

Apakah makanan yang Anda makan akan menghasilkan kekuatan atau tidak, itu kuasa Allah. Apakah makanan yang Anda makan akan menyehatkan atau menimbulkan penyakit, itu juga kuasa Allah.

Berdasarkan semua ini, maka prosesi makan sesungguhnya bisa menjadi momen penuh syukur.

Bersyukur atas apa?

  • Bersyukur karena diberi keinginan makan.
  • Bersyukur karena tidak sakit gigi atau sariawan sehingga bisa mengunyah makanan.
  • Bersyukur karena masih mampu membeli makanan.
  • Bersyukur karena masih bisa memasak, tanpa harus antre minyak tanah atau gas.
  • Bersykur karena masih boleh makan ini dan itu, tidak pantangan khusus selain yang haram.
  • Bersyukur atas segala nikmat yang diberikan kepada kita.

Dengan bersyukur, makanan apa pun yang kita makan akan terasa nikmat. Namun, jika makanan yang kita dapatkan tidak disyukuri, maka makanan selezat apa pun makanan yang ada, tak akan terasa nikmat di lidah.

Simak dan baca : Doa Sebelum Makan

Demikian ulasan tentang doa sesudah makan dan arti doa sesudah makan lengkap. Semoga Anda senantiasa mengamalkan doa setelah makan ini setelah Anda makan. Dengan begitu Anda akan mensyukuri nikmat Allah yang diberikan kepada Anda, Aamin.

Doa Untuk Orang Sakit

Wahyoeni
4 min read

Doa Sesudah Wudhu

Wahyoeni
5 min read

Doa Paling Utama

Wahyoeni
3 min read

Doa Untuk Pengantin

Wahyoeni
5 min read

Doa Masuk Kamar Mandi

Wahyoeni
3 min read