Doa Sesudah Makan

Doa Sesudah Makan – Sebelumnya wisatanabawi sudah membahas tentang doa sebelum makan, pada artikel kali ini akan membahas tentang doa sesudah makan, bacaan doa sesudah makan arab, doa sesudah makan latin, arti doa sesudah makan dan penjelasan doa sesudah makan.

Doa Sesudah Makan

Setelah selesai makan, Nabi Muhammad mengajarkan untuk membaca doa sesudah makan berikut:

Doa-Sesudah-Makan

Bacaan Doa Sesudah Makan Arab

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِيْنَ

Bacaan Doa Sesudah Makan Latin

“Alhamdu lillahhil-ladzi ath-amanaa wa saqaana waja’alanaa minal muslimiin”

Arti Doa Sesudah Makan

“Segala puji bagi Allah yang telah yang memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami termasuk golongan orang-orang muslim” (HR.Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Thabrani).

Apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad dalam doa tersebut adalah bersyukur atas kenikmatan makanan yang telah diberikan oleh Allah kepada diri kita.

Barangkali, sebagian dari kita ada yang lupa dan beranggapan bahwa dalam makanan yang di makan, ia sendiri yang mendatangkannya, mengolahnya, kemudian menelannya sehingga menjadi kenyang. Sampai akhirnya lupa terhadap Allah dan mengesampingkan-Nya dan tidak mau menyusukuri-Nya.

Maka, dengan membaca doa sesudah makan ini, kita diingatkan pada hakikat rubbubiyah Allah dan sifat kuasa-Nya.

Kuasa dalam hal apa?

Yakni kuasa-Nya dalam mendatangkan makanan, memasukkan makanan, dan membuat kenyang dengan makanan yang dimakan. Sesunggunya, proses makan dari awal sampai akhir adalah murni kekuasaan Allah bukan atas kemampuan kita.

Simak dan baca juga : Doa Sebelum Makan

Makna Doa Sesudah Makan

Kita bisa memahami doa sesudah makan dan atinya serta makna doa sesudah makan tersebut dari penjelasan berikut ini.

1. Dari kalimat, “Alhamdu lillahhil-ladzi”

Artinya:

Segala puji bagi Allah“.

Makna dari kalimat ini adalah untuk selalu memuja Allah dalam segala aktifitas kita. Buanglah dulu sombongmu, jauhkan pemujaanmu terhadap makhluk lain, buanglah dulu kebangganmu pada diri sendiri, karena hanya kepada Allah kita memuja sebesar-besarnya atas nikmat dan karunia-Nya.

2. Dari kalimat,”ath-amanaa wa saqaana”

Artinya:

“…yang telah memberi kami makan dan minum”.

Makna dari kalimat ini adalah bahwa yang memberi makan dan minum adalah Allah yang sebagai subyek dan sebagai pemberinya. Ini sebagai bukti syukur kita atas makanan dan minuman yang sudah kita makan semoga berkah dan bermanfaat buat diri kita.

3. Dari kalimat, “waja’alanaa minal muslimiin”

yang juga punya fungsi ta’diyah yang berarti:

“yang menjadikan kami termasuk golongan orang-orang muslim”.

Sebagai raya syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah kepada kita atas rakhmat-Nya karena hanya Allah yang memberikan hidayah dijadikannya kita menjadi golongan orang-orang muslim. Golongan orang-orang yang di ridhoi oleh Allah.

Simak dan baca juga : Doa Sebelum Tidur

Penjelasan Doa Sesudah Makan dan Artinya

Doa-Sesudah-Makan-dan-Artinya

Benarkah bahwa peristiwa makan itu semuanya atas kuasa Allah?

Mari kita bahas penjelasannya berikut ini:

Bila Anda dihadapkan pada makanan yang saat ini berada di depan meja makan Anda, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya makanan itu sumbernya dari Allah. Sebab, jika makanan itu kita telusuri sumbernya dari awal hingga akhir, maka ujungnya pasti akan sampai pada Allah.

Karena Allah yang menciptakan hujan, menurunkan hujan, dan menyuburkan tanah dari kegersangan sehingga dengan itu tumbuhlah bermacam tumbuhan, tanaman, dan pepohonan. Kemudian muncullah aneka warna bunga yang menghasilkan biji dan buah, hiduplah binatang-binatang dan hewan-hewan yang diambil daging, susu, bulu, dan lainnya.

Allah adalah Dzat yang menciptakan, yang memberi, dan yang mengirimkan makanan untuk makhuk-makhuk-Nya di bumi ini.

Allah berfirman dalam Al Quran surah Huud ayat 6:

وَ مَا مِنۡ دَآبَّۃٍ فِی الۡاَرۡضِ اِلَّا عَلَی اللّٰہِ رِزۡقُہَا

Artinya:

“Dan, tidak ada suatu binatang melata pun di bumi, melainkan Allah yang memberi rezekinya.” (QS Huud ayat 6).

Makanan tersebut bisa sampai ke hadapan Anda, itu juga karena kuasa dan kehendak-Nya. Jika Allah berkehendak, mudah saja bagi-Nya untuk mendatangkannya tanpa adanya sebab yang Anda duga.

Dan, jika Allah berkehendak, mudah pula bagi-Nya menahan makanan itu sehingga tidak hadir ke hadapan Anda. Tidak sedikit pula orang di luar sana yang menderita kekurangan makanan dan kelaparan.

Bila saat itu Anda dapat memakan makanan tersebut, maka itu juga karena kuasa dan kasih saying Allah.

Coba Anda pahami, siapa yang menggerakkan keinginan hati untuk mengambil makanan?

Tentu, makanan itu tidak akan dapat terambil dan termakan jika Allah tidak menciptakan keinginan makan di hati Anda. Betapapun enaknya suatu makanan, jika tidak ada keinginan, mustahil makanan itu Anda makan. Keinginan itu cepat berubah, dan hati itu mudah berbolak-balik.

Contohnya, suatu ketika Anda tengah bersiap-siap mau makan, lalu tiba-tiba ada orang yang datang marah-marah tanpa alasan yang jelas. Besar kemungkinan Anda spontan jadi kenyang dan tidak memiliki selera lagi untuk makan.
Mungkin juga Anda punya keinginan untuk makan, bahkan keinginan Anda itu begitu kuat.

Lain yang mencegah Anda untuk bisa makan. Contohnya, Anda sangat ingin makan jeruk, tapi dokter melarang Anda untuk makan buah tersebut karena khawatir penyakit maag Anda akan kambuh dan bertambah parah.

Dapatkah Anda melaksanakan keinginan Anda untuk makan jeruk, dan siapa yang menggerakkan keinginan untuk tidak makan jeruk?

Bukan dokter, tabib, atau istri Anda, tapi Allah yang menuntun keinginan Anda. Buktinya, Anda bisa diam-diam nekat makan jeruk jika mau, meskipun Ada sudah tahu resikonya.

Atau, bisa jadi Anda punya keinginan yang begitu besar untuk makan, dan Anda juga sebenarnya sanggup makan karena lidah dan perut Anda sehat. Tapi, ada alasan yang menghalangi keinginan Anda untuk makan.

Contohnya, ketika Anda sedang berpuasa. Walaupun Anda diiming-imingi dengan makan yang lezat-lezat, Anda tetap bersikukuh tidak mau makan karena Anda memang tidak ingin makan.

Lalu, siapa yang menimbulkan keinginan untuk berpuasa dan keinginan untuk tidak membatalakan puasa?

Jika bukan karena Allah tentu Anda tidak mau capek-capek berpuasa.

Setelah ada keinginan untuk makan, belum tentu juga makanan itu bisa sampai ke mulut dan perut Anda. Anda berkeinginan makan tapi Anda tidak berkuasa mengambil makanan, maka makanan itu mustahil bisa sampai ke mulut Anda.

Misalnya, Anda sangat ingin makan daging ayam, tapi Anda tidak punya daging ayam atau Anda tidak bisa membelinya karena tidak punya uang. Maka Anda tidak akan bisa memakannya.

Tapi Anda tidak mampu menggerakkan tangan dan mulut Anda untuk makan. Anda juga tidak menemukan orang yang bersedia menyuapi diri Anda, maka jelas daging ayam itu tidak jadi termakan.

Lalu, siapa yang menciptakan kekuatan dan menggerakkan tangan kita atau tangan orang lain sehingga kita bisa makan?

Jawabanya, hanya Allah yang sanggup melakukan itu semua.

Dan, ketika makanan itu telah sampai ke perut Anda, maka yang berkuasa mengurus dan memproses makanan di perut Anda itu juga hanya Allah. Anda tidak memiliki kuasa apa-apa, melihatnya saja Anda tidak mampu.

Sesungguhnya, makanan yang Anda makan itu hanyalah sarana untuk mendapatkan kekuatan dan kesehatan. Selebihnya, itu semua urusan Allah.

Apakah makanan yang Anda makan akan menghasilkan kekuatan atau tidak, itu kuasa Allah. Apakah makanan yang Anda makan akan menyehatkan atau menimbulkan penyakit, itu juga kuasa Allah.

Berdasarkan semua penjelasan tersebut, maka prosesi makan sesungguhnya bisa menjadi momen penuh syukur.

  • Bersyukur karena diberi keinginan makan.
  • Bersyukur karena masih mampu membeli makanan.
  • Bersyukur karena masih mampu melakukan aktifitas makan.
  • Bersyukur karena bisa kenyang dengan makanan yang ada, dan begitu seterusnya.

Dengan bersyukur, makanan apa pun yang kita makan akan terasa nikmat. Namun, jika makanan yang kita dapatkan tidak disyukuri, maka makanan selezat apa pun makanan yang ada, tak akan terasa nikmat di lidah.

Ketahuilah bahwa sebetulnya kenikmatan makanan itu tergantung pada pikiran dan mood kita saat makan. Kalau sejak awal kita sudah berpikir bahwa makanan itu tidak enak, maka yang terjadi makanan itu tidak akan terasa enak, walaupun sebenarnya makanan itu tergolong enak.

Tapi sebaliknya, jika kita berpikir bahwa makanan adalah yang terlezat dan tidak akan mendapatkan makanan itu kembali, maka kita akan merasakan makanan itu begitu nikmat dan lezat, betapapun sederhananya makanan itu.

Simak dan baca juga : Doa Bangun Tidur

Nah, intinya sebenarnya tergantung pada bagaimana kita mengatur pikiran kita saat makan. Dengan membaca doa sesudah makan ini adalah salah satu wujud rasa syukur kita kepada karunia Allah. Jadi usahakan selalu membaca doa setelah makan ini jika Anda selesai makan agar Anda semakin mendapat kemudahan dari-Nya.

Doa Ketika Marah

Wahyoeni
5 min read

Doa Bepergian

Wahyoeni
4 min read

Doa Naik Kendaraan

Wahyoeni
4 min read

Doa Bercermin

Wahyoeni
5 min read

Doa Sebelum Makan

Wahyoeni
5 min read

Doa Sholat Hajat

Wahyoeni
5 min read