Doa Sholat Hajat

Doa Sholat Hajat – Setiap orang yang hidup di dunia ini pasti punya hajat keinginan dan cita-cita. Entah itu hajat besar atau hajat kecil, baik itu menyangkut dirinya atau orang lain atau hajat dunianya atau akhiratnya.

Dan, untuk meluluskan hajat keinginan itu, wajib bagi semua umat islam untuk tidak meminta, kecuali kepada Allah. Karena hanya Allah yang mampu memberikan manfaat ataupun menimpa mudharat pada dirinya sendiri atau orang lain.

Dalam meminta kepada Allah, bisa dilakukan dengan cara berdoa dan memohon kepada Allah dengan melaksanakan semua perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya. Melaksanakan yang wajib dan mengerjakan yang sunnah.

Salah satu kegiatan sunnah yang mustajab agar doanya dikabulkan oleh Allah adalah dengan mengerjakan sholat sunnah. Sholat sunnah itu seperti sholat tahajud, sholat hajat, sholat dhuha, sholat witir, sholat rawatib dan sholat-sholat sunnah lainnya.

Pada ulasan kali ini wisatanabawi akan mengulas tentang doa sholat hajat dan makna doa sholat hajat agar keinginnanya dikabulkan.

Untuk niat dan tata cara sholat hajat, bisa Anda baca di artikel Sholat hajat.

Doa Sholat Hajat

Doa-Sholat-Hajat-dan-Artinya

Ketahuilah bahwa bekerja, berusaha, dan meminta bantuan orang lain itu tidaklah dilarang, bahkan hal itu dianjurkan sebagai bentuk ikhtiar lahir kita. Namun, seharusnya kita patut ingat bahwa yang menggenggam, segalanya adalah Allah. Yang berkehendak serta berkuasa menentukan segalanyaa juga hanya Allah.

Rasulullah bersabda:

“Jika kamu meminta pertolongan, maka mintalah kepada Allah, Ketahuilah bahwa seandainya umat berkumpul untuk memberi manfaat kepadamu dengan sesuatu yang tidak ditetapkan Allah untukmu, maka mereka tidak akan mampu melakukannya. Dan, seandainya mereka berkumpul untuk membahayakanmu dengan sesuatu yang tidak ditetapkan Allah untukmu, maka mereka pun tidak akan mampu melakukannya.” (HR.Balhaqi).

Bagi orang yang beriman, segala kebutuhan, hajat, cita-cita, harapan, dan keinginan itu tidak serta merta selalu ditempuh melalui jalan usaha secara praktis belaka. Akan tetapi, ia harus menyertainya dengan berdoa kepada Allah.

Shalat adalah cara terbaik untuk berdoa kepada Allah. Baik itu sholat wajib ataupun sholat sunnah. Dia telah menjadikan ibadah shalat sebagai media untuk berdialog, berkomunikasi, dan memintakan hajat keinginan kita kepada-Nya.

Allah berfirman dalam Al-Quran surah Al Baqarah ayat 153:

یٰۤاَیُّہَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوا اسۡتَعِیۡنُوۡا بِالصَّبۡرِ وَ الصَّلٰوۃِ ؕ اِنَّ اللّٰہَ مَعَ الصّٰبِرِیۡنَ

Artinya:

“Hai orang-orang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesunggunya, Allah beserta
orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah 153).

Tatkala kita punya hajat atau menginginkan sesuatu, maka cepat-cepatlah berwudhu dengan sempurna, berdiri, dan menghadap pada Allah, lalu mengadulah dan mintalah pertolongan-Nya.

Doa Sholat Hajat Sesuai Sunnah Rasulullah

Doa-Sholat-Hajat

Bacaan doa sholat hajat sesuai sunnah Rasulullah Arab

لَاِلَهَ اِلَّااللهُ الْحَكِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ اَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّوَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ اِثْمٍ لَا تَدَعْ لِى ذَنْبًا اِلَّا غَفَرْتَهُ وَلَا هَمًّا اِلَّافَرَّجْتَهُ وَلَاحَاجَةً اِلَّا هِيَ لَكَ رِضًااِلَّاقَضَيْتَهَا يَااَرْحَمَ الرَّحِمِينَ

Bacaan doa sholat hajat sesuai sunnah Rasulullah latin

“Laa ilaaha illallahul hakiimul kariimu subhaanallahi rabbil ‘arsyil ‘adzhiim. Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin asaluka muujibaati rahmatika wa ‘azaaima maghfirotika wal ghoniimata min kulli birrin was-salaamata min kulli itsmin laa tada’ lii dzanban illa ghafartahu wa laa hamman illaa farrajtahu wa laa haajatan illaa hiya laka ridhon illaa qadhaytahaa yaa arhamar raahimiin.”

Arti Bacaan doa sholat hajat sesuai sunnah Rasulullah

“Tidak ada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Pemurah. Maha Suci Allah, Tuhan Arsy Yang Besar. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam. Aku memohon kepada-Mu kalimat yang mendatangkan rahmat-Mu, pokok-pokok ampunan-Mu, keuntungan tiap kabaikan dan keselamatan dari tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa yang ada padaku, kecuali Engkau mengampuninya. Jangan Engkau biarkan suatu kesusahan pada diriku,kecuali Engkau hilangkan. Dan, tidak pula suatu hajat yang Engkau ridhai, melainkan Engkau mengabulkannnya, wahai Dzat Yang Paling Pengasih di antara para pengasih.” (HR.Tirmidzi, Ibnu Majah, Thabrani, Hakim, dan Baihaqi).

Setelah selesai membaca doa sholat hajat ini, hendaknya kita menyebutkan hajat keinginan yang diminta.

Disebutkan dalam riwayat Ibnu Najjar, ia menambahkan di akhirnya:

“Hendaklah ia meminta (hajat) dunia dan akhirat, sesungguhnya keduanya ada di sisi Allah Swt.”

Makna Doa Sholat Hajat

Dari doa sholat hajat yang diajarkan oleh Rasulullah diatas, ada beberapa makna yang tercantum di dalam bacaan doanya.

Makna-Doa-Sholat-Hajat

1. Laa ilaaha illallaahul haliimul kariim

“Laa ilaaha illallaahul haliimul kariim” (tidak ada Tuhan malainkan Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Pemurah). Artinya kita mengawali doa ini dengan tahlil, yakni keimanan dan pengukuhan bahwa tidak ada Tuhan yang wajib disembah, selain Allah yang Maha Penyantun dan Maha Pemurah.

Al-Haliim (Maha Penyantun) berarti Dzat yang menangguhkan hukuman bersamaan dengan kekuasaaan dan kemampuan-Nya. Sedangkan al-Kariim (Maha Pemurah) adalah Dzat yang memberi anugerah dan karunia tanpa adanya tujuan untuk-Nya dan tanpa didahului permintaan yang meminta.

Tahlil adalah bagian dari pujian dan sanjungan kepada Allah, begitu pula penyebutan asma Allah al-Haliim dan al-Kariim. Oleh sebab itu, kita awali doa ini dengan memuji kepada Allah.

Ibrahim bin Adham berkata:

“Dikatakan bahwa jika seseorang memulai pujian sebelum doa, makai a (doanya) dikabulkan. Dan, jika ia memulai doa sebelum pujian, makai a (doanya) ada dalam harapan.”

Dalam doa ini, penyebutan asma Allah al-Haliim, mengandung makna pemberian kesempatan agar kita memperbaiki diri, dan permohonan ampunan. Dan, Allah Swt. Adalah al-Kariim, Dzat yang tidak bakhil terhadap segala karunia yang kita minta.

2. Subhaanallaahi rabbil’arsyil’azhiim

“Subhaanallaahi rabbil’arsyil’azhiim” (Maha suci Allah, Rabb’Arsy Yang Agung, Dzat yang meliputi segala yang ada), ini juga termasuk bagian dari memuji Allah. Dengan menyebutkan sifat keagungan-Nya, yakni sebagai Tuhan ‘Arsy Yang Agung.

Dalam konteks doa di sini, kalimat di atas mengandung arti bahwa Allah Swt. Adalah Dzat Yang Maha Suci dari kelemahan dan kekurangan. Sebagai Rabb dan Penguasa ‘Arsy Yang agung, sungguh Dia tidak lemah untuk memberi apa pun yang diminta oleh hamba-Nya.

3. Alhamdulillaahi rabbil’aalamiin

“Alhamdulillaahi rabbil’aalamiin” (Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam). Artinya kita kokohkan kembali pujian kepada Allah, dengan membaca kalimat hamdalah sebelum berdoa dan meminta.

“Alhamdilillaahi rabbil’aalamiin” adalah bentuk pujian yang paling utama, sebagaimana Al Quran dibuka dengan pujian ini.

Dalam konteks doa di sini, kalimat di atas mengandung makna bahwa Allah adalah Tuhan yang menciptakan mereka, Tuhan yang merajainya, Tuhan yang mengatur dan yang mengurus urusan-urusan mereka, Tuhan yang memberi segala hajat mereka, dan Tuhan yang mengabulkan doa-doa mereka.

4. As’alika muujibaati rahmatika

“As’alika muujibaati rahmatika” (Aku memohon kepada-Mu kalimat yang mendatangkan rahmat-Mu). Artinya aku meminta kepada-Mu kalimat yang mewajibkan bagi pembacanya untuk mendapatkan rahmat Allah Swt.

Ibnu Malik berkata:

“Maksudnya adalah perbuatan, perkataan, dan sifat-sifat yang menyebabkan kita memperoleh dan mendapatkan rahmat-Mu.”

5. Wa’azaaimu maghfiratika

“Wa’azaaimu maghfiratika” (Dan pokok-pokok ampunan-Mu). Artinya aku meminta kepada-Mu amal-amal kokoh yang Engkau memberikan magfirah padanya.

Rasulullah bersabda:

“Termasuk hal yang mendatangkan maghfirah adalah memberi salam dan baiknya perkataan.” (HR.Thabrani).

Ar-Raghib berkata:

“Al-‘Azimah adalah janji hati untuk melaksanakan suatu hal.“

Maksudnya di sini berarti meminta perilaku yang bisa mendapatkan ampunan Allah.

6. Wal ghaniimata min kulli birrin

“Wal ghaniimata min kulli birrin” (Dan keuntungan tiap kebaikan). Artinya aku meminta kepada-Mu keberuntungan dari setiap kebaikan, kebajikan, amal shalih, dan ketaatan.

Az-Zamaksyari berkata:

“Barang siapa berbuat baik kepada Rabbnya, maka berarti ia berbuat taat kepada-Nya.”

Mengapa amal kebaikan atau ketaatan itu dikatakan sebagai ghanimah yang berarti harta rampasan yang diambil karena kemenangan tantara ruh melawan tantara nafsu.

Sesungguhnya, peperangan di antara keduanya selalu terjadi dalam diri manusia, dan karena itu makai a dikatakan sebagai jihaadul akbar (perang yang paling besar), yaitu perang melawan hawa nafsu.

7. Wassalaamata min kulli itsmin

“Wassalaamata min kulli itsmin” (Dan keselamatan dari tiap-tiap dosa). Artinya aku meminta keselamatan dari setiap dosa yang mendatangkan siksa, hukuman, teguran, celaan, turunnya derajat, dan lain sebagainya.

Dengan kalimat ini, maka kita meminta perlindungan dan penjagaan Allah dari setiap sikap, perilaku, dan perbuatan yang bisa menyebabkan dan siksaan-Nya.

8. Laa tada’lii dzamban illa ghafartah

“Laa tada’lii dzamban illa ghafartah” (janganlah Engkau biarkan dosa yang ada padauk, kecuali Engkau mengampuninya). Artinya kita meminta kepada Allah agar jangan ada dosa dalam diri kita, kecuali Dia akan mengampuninya.

Dosa adalah bagian dari sesuatu yang bisa menghalangi terkabulnya doa. Oleh karena itu, kita meminta agar Allah mengampuninya supaya doa kita mudah dikabulkan.

9. Walaa hamman illa farrajtah

“Walaa hamman illa farrajtah” (dan jangan Engkau biarkan suatu kesusahaan pada diriku, kecuali Engkau hilangkan). Artinya kita meminta agar Allah menghilangkan kesedihan hati dan menyirnakan kesusahaan yang menimpa diri kita.

10. Walaa haajatan hiya laka ridhan illa qadhaitaha

“Walaa haajatan hiya laka ridhan illa qadhaitaha” (dan tidak pula suatu hajat yang Engkau ridhai, melainkan mengabulkan). Artinya kita meminta kepada Allah, agar bersedia mengabulkan setiap hajat keinginan kita. Yakni hajat atau keinginan yang diridhai Allah, dan mendapatkan kerelaan-Nya.

Dengan kalimat ini, secara tidak langsung kita telah meminta segala kebaikan dan keberuntungan yang bersumber kepada Allah. Dalam arti, jika memang hajat keinginan yang kita minta itu benar-benar membawa kebaikan bagi kita dan keridhaan bagi Allah, maka kita meminta kepada-Nya agar dia mengabulkan dan memudahkannya.

Dan, jika hajat keinginan itu tidak membawa kebaikan bagi kita dan juga keridhaan Allah, maka kita meminta agar Allah menggantikan dan memberika kita kebaikan yang sebenarnya.

11. Yaa arhamar raahimin

“Yaa arhamar raahimin” (wahai Dzat Yang Paling Pengasih di antara para pengasih). Artinya kita akhiri doa ini engan menyebutkan sifat dari sifat-Nya yang termulia, yakni Maha Pengasih di antara para pengasih. Maksudnya, Allah adalah Tuhan yang paling besar dan paling luas rahmad-Nya dari setiap yang memiliki sifat rahmat (penyayang).

Disebutkan dalam hadits Rasulullah:

“Sesunggunya, Allah punya malaikat yang diwakilkan kepada orang mengucapkan ‘yaa arhamar raahimiin’. Barang siapa membacanya sebanyak tiga kali, maka malaikat itu berkata padanya, ‘Sungguh, Yang Pengasih telah menghadap padamu, maka mintalah kepada-Nya.” (HR.Hakim).

Baca juga untuk sholat sunnah lainnya di Doa Sholat Dhuha.

Demikian ulasan tentang bacaan doa sholat hajat dan makna doa sholat hajat sesuai sunnah Rasulullah. Berdoalah kepada Allah dan selalu melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya agar anda menjadi orang yang beriman. Semoga semua yang menjadi hajat, keinginan dan cita-cita kita bisa segera dikabulkan oleh Allah, Aamin.

Doa Ketika Marah

Wahyoeni
5 min read

Doa Bepergian

Wahyoeni
4 min read

Doa Naik Kendaraan

Wahyoeni
4 min read

Doa Sesudah Makan

Wahyoeni
4 min read

Doa Bercermin

Wahyoeni
5 min read

Doa Sebelum Makan

Wahyoeni
5 min read