Wahyoeni ✓ Seorang Muslimah yang gemar ✓ Menulis dan ✓ Kuliner. Senang mencoba dan berbagi suatu pengalaman baru ❤.

Doa Tahlil Lengkap

Doa tahlil terdiri dari amaliyah dan surat-surat. Namun, sebenarnya doa amaliyah ini merupakan kalimat dzikir tauhid “La Ilaha Illallah” di akhir doa dan bacaan lain yang diucapkan hingga 100 kali.

Kalimat tahlil sendiri memiliki banyak sekali keutamaan bagi umat muslim yang mau mengamalkannya.  Kata-kata “La iláha illallah” yang artinya tiada Tuhan selain Allah ini menyatakan kesaksian seorang muslim dalam menerima Allah sebagai satu-satunya Tuhan.

Daftar Artikel

Makna Bacaan Tahlil

Kalimat tahlil tidak hanya dzikir yang bisa menentramkan hati. Lebih dari itu, tahlil memiliki beragam makna seperti:

1. Rububiyah

La iláha illallah adalah kepercayaan pada ketuhanan Allah disebut sebagai rububiyyah, yang berarti percaya bahwa Allah adalah satu-satunya kekuatan yang menciptakan, memberi hidup dan mati, dan memelihara urusan semua yang ada di alam semesta ini.

2. Uluhiyyah

La iláha illallah adalah keyakinan pada sifat ketuhanan disebut sebagai uluhiyyah, yang berarti percaya bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang menjadi tempat manusia untuk mengabdi. Oleh karena itu, tidak ada yang harus disembah selain Dia.

3. Asma’ was Shifat

La iláha illallah adalah keyakinan pada nama atau asma Allah disebut sebagai al-asma was-shifat, yang berarti menegaskan apa yang telah ditegaskan Allah untuk diri-Nya tentang sifat ke-Esa-an Allah.

Kalimat tahlil menyangkal hal apa pun yang bukan sifat Allah atau menyamakan sifat-Nya dengan sifat ciptaan-Nya mana pun.

Keutamaan Tahlil

Merupakan segala puji bagi Allah yang membukakan pintu pengetahuan bagi umat muslim yang berjuang dalam ibadah-Nya dan bagi mereka yang senantiasa mau berzikir

Allah yang menciptakan janin dari cairan yang tidak berharga (air mani), sehingga umat manusia dapat menyembah-Nya. La ilaha illallah adalah pilar agama, ketika umat muslim mau senantiasa berdzikir, maka dzikir ini tidak akan pernah gagal. Berikut adalah keutamaan dengan membaca doa tahlil:

1. Mendapatkan Surga

Sesungguhnya, la ilaha illallah  adalah sabda Islam dan kunci menuju surga. Sesungguhnya, langit dan bumi tidak akan pernah tersisa, juga tidak akan ada orang yang memperoleh keamanan pada Hari Berkumpul (Yaumul Jam’) kecuali dengan la ilaha illallah.

Selain itu, ada sebuah hadis dari Abu Dawud yang menyatakan bahwa siapapun yang mengucapkan kalimat tahlil menjelang ajalnya, maka ia akan masuk dalam surga Allah.

2. Menggugurkan Dosa

Salah satu dzikir yang paling menyucikan adalah la ilaha illallah. Ketika umat muslim mau membacakan tahlil selama 100 kali setiap hari, maka bacaan itu menjadi pengampunan terbaik untuk dosa seseorang, dan tidak ada perbuatan yang lebih baik dari dzikir ini.

3. Kebaikan yang Utama

Tahlil juga wujud dari sebuah kebaikan yang utama sebagaimana hadis dari Abu Dzar yang bertanya kepada nabi tentang sebuah amalan yang bisa mendekatkan dirinya pada surga.

Nabi kemudian menjawab bahwasannya kalimat laa ilaaha illallah adalah sebuah wujud kebaikan yang sangat diutamakan. Kalimat tahlil, sebagaimana disampaikan nabi mampu untuk menghapuskan dosa dan kesalahan yang telah dilakukan manusia.

4. Dzikir Paling Utama

Selain menjadi wujud kebaikan yang diutamakan, ternyata tahlil juga menjadi dzikir yang paling utama. Sebagaimana hadis yang disampaikan oleh Jabir RA, bahwasannya laa ilaaha illallah ini merupakan dzikir paling utama dan alhamdulillah merupakan doa yang paling utama.

5. Melindungi dari Api Neraka

Rajin memanjatkan doa tahlil habis sholat atau berdzikir laa ilaaha ilallah juga bisa menjadi salah satu amalan untuk melindungi umat Islam dari api neraka.

Sebagaimana hadis dari Umar RA yang mengatakan bahwasannya kalimat laa ilaaha illallah yang diucapkan sungguh-sungguh dari hati seorang muslim dan kemudian ia meninggal dengan membawa keyakinan bahwa hanya Allah yang disembah, maka tubuhnya akan diharamkan dari api neraka.

Menguatkan hadis Umar, ada juga hadis dari Imam Muslim yang mengatakan bahwasannya suatu ketika Nabi Muhammad mendengar seorang muadzin mengucapkan kalimat tahlil. Kemudian Nabi mengatakan kepada muadzin bahwasannya ia adalah orang yang terbebas dari neraka.

6. Dikir dan Perantara Doa

Doa tahlil kubur juga bisa menjadi perantara doa sebagaimana hadis dari Abu Said Al Khudri. Saat itu, Musa meminta kepada Allah untuk mengajarkan kepadanya sebuah amalan, kemudian Musa berdzikir dan memanjatkan doa kepada Allah.

Allah pun berfirman kepada Musa untuk mengucapkan kalimat tahlil. Musa pun berkata kepada Allah bahwa semua hamba-Nya mengucapkan kalimat tahlil.

Mendengar perkataan Musa, Allah berfirman jika langit dengan tingkat tujuh beserta isinya ditimbang dengan hal lain, maka timbangan dengan dzikir laa ilaaha illallah ini menjadi yang paling berat.

7. Menunda Kiamat

Tahlil juga bisa menjadi penunda kiamat sebagaimana hadis dari Anas bin Malik yang mengatakan, bahwasannya ketika masih ada umat muslim yang mau mengucapkan laa ilaaha illallah, maka dunia tidak akan kiamat.

8. Mendapatkan Banyak Pahala

Keutamaan menyebut kalimat laa ilaaha illallah yang terakhir adalah diberi banyak pahal bagi siapapun yang mau mengamalkannya. Sebagaimana hadis Bukhari-Muslim yang mengatakan bahwasannya hanya Allah, Dzat yang wajib disembah.

Tidak boleh ada yang disembah selain Allah dan jika umat muslim mau mengucapkan kalimat laa ilaaha illallah selama 100 kali dalam seharinya, maka amalan yang dilakukannya itu sama seperti memerdekakan 10 budak.

Selain itu, umat muslim juga sama halnya melakukan 100 kebaikan sehingga dihapuslah 100 kejelekan yang ada pada dirinya. Siapapun yang mau mengamalkannya juga akan dilindungi dari setan mulai siang sampai sore.

Ya, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Nabi Muhammad, tidak ada hal yang lebih utama terkecuali umat Allah yang mau senantiasa membaca kalimat tahlil lebih dari 100 kali seharinya.

Cara Membaca Doa Tahlil

Kalimat la ilaha illallah menjadi rangkaian dalam dan sering dibacakan untuk mendoakan ahli kubur. Adapun cara doa tahlil sendiri adalah:

  1. Dimulai dengan doa tahlil ila hadrotin, memberikan hadroh kepada orang yang hendak didoakan. Hadroh ini perlu diberikan kepada Nabi Muhammad, orang saleh, ulama, malaikat, syaikh Abdul Qadir Jailani, ahli kubur orang tua, dst. Terakhir, barulah hadroh untuk orang yang hendak didoakan.
  2. Setelah itu, dilanjutkan dengan membaca al fatihah.
  3. Jika sudah selesai memanjatkan al fatihah, maka umat muslim wajib untuk membaca surat Al Ikhlas, An-Nas, dan Al-Falaq. Masing-masing surat dibaca selama 3 kali.
  4. Selanjutnya, bacaan yang perlu dilantunkan adalah ayat awal Al Baqarah, mulai dari ayat 1 hingga 7 kemudian dilanjut pada ayat 163.
  5. Bacaan doa tahlil kemudian dilanjutkan dengan ayat kursi.
  6. Setelah itu, dilanjutkan lagi dengan surat al-baqarah mulai ayat 284-286.
  7. Selesai membaca surat Al Baqarah, maka bacaan dilanjutkan pada surat Huud ayat 73, surat Al   Ahzab ayat 33 dan Al Ahzab 56.
  8. Jika semua hal di atas sudah selesai dibaca, maka Anda perlu melanjutkan ke isi bacaan doa khusus tahlil.
  9. Baru setelah itu, Anda bisa melanjutkan ke bacaan  Ali Imran ayat 173 dilanjutkan dengan kalimat wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘alayyil ‘adziim.
  10. Setelah itu, Anda bisa melanjutkan ke kalimat istighfar dan tahlil sebanyak 100 kali.
  11. Selesai tahlil, lanjutkan bacaan ke salawat 3 kali, tasbih 33 kali, dan ditutup dengan allaahumma shalli ‘alaa habiibika sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shahbihii wasallim 3 kali.
  12. Terakhir, Anda bisa baca al fatihah dan doa tahlil kubur.

Doa Tahlil Arab Lengkap

 بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ

اِلَى حَضَرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وَاَزْوَا جِهِ وَاَوْلاَ دِهِ وَذُرِّيَّا تِهِ الْفَتِحَةْ…

“Bismillaahirrahmaanirrahiim

Ilaahadharatin nabiyyil musthofaa shollallahu ‘alaihi wa sallama, wa aahlihi wa azwajihii wa aulaadihi wa dzurriyyatihi. Al fatihah….”

Artinya: “Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, kepada yang terhormat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terpilih, kepadanya segenap keluarga para istri dan anak cucu beliau, bacaan al fatihah kami tujukan untuk beliau…”

اِلَ حَضَرَاتِ اِخْوَا نِهِ مِنَ الْاَنْبِيَاءِ وَ الْمُرْسَلِيْنَ وَالْاَوْلِيَاءِ وَاَلشَّهَدَاءِ وَاَلصَّا لِحِيْنَ وَاَلصَّحَا بَةِوَ التَّا بِعِيّنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَا مِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَ جَمِيْعِ الْمَلَئِكَةِ الْمُقَرَّ بِيْنَ خُصُوْصًا سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَيْدِ الْقَادِرِا لْجَيْلَا نِىْ

“Ilaa hadhorooti ikhwaanihi minal anbiyaa’I wal mursaliina wal auliyaa’I wash syuhadaa’I wash shoolihiina wash shohaabati wat taabi’iina wal ulamaa’il aamiliina walmushonni final mukh’lishina wa jamii’il malaa ikatil muqorrobiina khusuushon sayyidinaa asy syaikhi’abdil qoodiril jailaani.”

اِلَ حَضَرَاتِ اِخْوَا نِهِ مِنَ الْاَنْبِيَاءِ وَ الْمُرْسَلِيْنَ وَالْاَوْلِيَاءِ وَاَلشَّهَدَاءِ وَاَلصَّا لِحِيْنَ وَاَلصَّحَا بَةِوَ التَّا بِعِيّنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَا مِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَ جَمِيْعِ الْمَلَئِكَةِ الْمُقَرَّ بِيْنَ خُصُوْصًا سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَيْدِ الْقَادِرِا لْجَيْلَا نِى

“Ilaa hadhorooti ikhwaanihi minal anbiyaa’I wal mursaliina wal auliyaa’I wash syuhadaa’I wash shoolihiina wash shohaabati wat taabi’iina wal ulamaa’il aamiliina walmushonni final mukh’lishina wa jamii’il malaa ikatil muqorrobiina khusuushon sayyidinaa asy syaikhi’abdil qoodiril jailaani . Al Fatihah.”

Artinya: “Kepada yang terhormat para handai taulan dari para nabi dan rosul, para wali, para syuhada’, orang orang saleh, para sahabat, para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas dan kepada segenap malaikat yang mendekatkan diri kepada Allah, terutama kepada penghulu kita syaikh Abdul Qadir Jailani.”

اِلَى جَمِيْعِ اَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَا لْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْ مِنَاتِ مِنْ مَشَارِ قِالْاَرْضِ وَمَغَا رِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِ هَا خُصُوصًا اَبَاءَ نَاوَ اُمَّهَا تِنَا وَاَجْدَا دَنَاوَ جَدَّا تِنَا وَمَشَا يِخَنَا وَمَشَا يِخَ مَشَا يِخِنَا وَاَسَا تَذَةِ اِسَاتِذَ تِنَ (وَحُصُوْصًا اِلَى الرُّحِ …) وَلَمِنِ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ . الْفَتِحَةْ

“Ilaa jamii’ii ahlil qubuuri minal muslimiina wal muslimaati walmu’miniina walmu’minaati min masyaariqil ardhi wa maghooribihaa barrihaa wa bahrihaa khususon aabaa anaa wa umma haatinaa wa ajdaadanaa wa jaddaatinaa wa masyaayikhonaa wa masyaayikho masyaayikhinaa wa asaatidzatinaa wa khushuushoon ilarruhi (…) wa limini ijtama’naa haa hunaa bi sababihi (Al Fatihah)”

Artinya: “Kepada segenap ahli kubur kaum muslimin laki laki dan perempuan, kaum mukminin laki laki dan perempuan dari timur dan barat, baik yang ada di darat maupun di laut, terutama kepada para bapak dan ibu kami, para nenek laki laki dan perempuan kami, kepada syaikh kami dan syaikhnya syaikh kami, kepada gurunya guru kami, dan kepada orang yang menyebabkan kami sekalian berkumpul di sini. (Baca surat Al Fatihah)”

Al Fatihah

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ

اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ . مَلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ . اِيَّا كَنَعْبُدُ وَاِيَّا كَنَسْتَعِيْنُ . اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الَّمُسْتَقِيْمَ . صِرَاطَ الَّذِ يْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّيْنَ . اَمِينْ

“Bismillaahirrahmaanirrahiim

Alhamdulillaahi rabbill’aalamiin. Arrohmaanir rahiim. Maalikiyaumiddin. Iyyaakana’budu wa iyyaakanasta’iin. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghoiril maghdhuubi’alaihim waladhaalliin. Aamiinn”

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan.

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah. Dan hanya kepada Engkaulah pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang orang yang telah Engkau anugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat, semoga engkau kabulkan permohonan kami.”

Surat Al Ikhlas

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمَ

قُلْهُوَ اللهُ اَحَدٌ . اَللهُ الصَّمَدُ . لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ . وَلَمْ يَكٌنْ لَهُ كُفُوً ااَحَدٌ .

“Bismillahirrahmaanirrahiim

Qul’huwallahu ahad. Allaahushshomad. Lam yalid walam yuulad. Walam yakulahuu kufuwan ahad.”

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah: Dialah Yang Maha Esa. Allah adalah tuhan yang bergantung kepadanya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan dia.”

لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ .

“Laa ilaaha illallahu, allahu akbar walillaahilhamdu.”

Artinya: “Tiada tuhan yang patut disembah kecuali hanya Allah, Allah maha besar dan kepada Allah segala puji.”

Surat Al Alaq

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ

قُلْ اَعُوْ ذُبِرَبِّ الْفَلَقِ . مِنْشَرِّ مَا خَلَقَ . وَمِنْ شَرِّ غَا سِقٍ اِذَا وَقَبَ . وَمِنْ شَرِّ النَّفَثَتِ فِى الْعُقَدِ . وَمِنْ شَرِّ حَا سِدٍ اِذَا حَسَدَ .

“Bismillahirrahmaanirrahiima

Qul a’uudzu birabbil falaq. Minsyarri maa khalaq. Waminsyarri ghaashiqin idzaa waqob. Waminsyarrinnaffaa saatifil uqad. Waminsyarril haasidzin idaa hasad.”

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada tuhan yang menguasai waktu subuh dari kejahatan makhluknya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita wanitaalqu tukang sihir yang menghembus pada buhul buhul. Dan dari kejahatan orang orang yang dengki apabila ia mendengki.”

لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ .

“Laa ilaaha illallahu, allahu akbar walillaahilhamdu.”

Artinya: “Tiada tuhan yang patut disembah kecuali hanya Allah, Allah maha besar dan kepada Allah segala puji.”

Surat An Naas

بشسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ

قُلْ اَعُوذُ بِرَبِّا لنَّاسِ . مَلِكِ النَّاسِ . اِلَهِ النَّاسِ . مِنْ شَرِّ الْوَ سْوَاسِ الْخَنَّاسِ . الَّذِى يُوَ سْوِسُ فِى صُدُوْرِ النَّاسِ . مِنَا لْجِنَّةِ وَالنَّاسِ .

“Bismillahirrahmaanirrahiim

Qul a’uudzu birabbinnaas. Malikinnaas. Ilahinnaas. Minsyarril was waasil khannaas. Alladzii yuwas wasufii shudhuurinnaas. Minaal jinnati wannaas.”

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada tuhan manusia, raja manusia. Sesembahan manusia, dari kejahatan bisikan syetan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia, sari syetan dan manusia.”

لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ .

“Laa ilaaha illallahu, allahu akbar walillaahilhamdu.”

Artinya: “Tiada Tuhan yang patut disembah kecuali hanya Allah, Allah maha besar dan kepada Allah segala puji.”

Surat Al Baqarah Ayat 1-5

الم . ذَلِكَ الكِتتَبُ لاَرَيْبَ فِيْهِ هُدَى لِلْمُتَّقِيْنَ . الَّذِيْنَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِمُونَ الصَّلَوةَ وَمِمَّا رَزَقْنَهُمْ يُنْفِقُونَ . وَالَّذِيْنَ يُؤْ مِنُونَ بِمَا اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَا اُنْزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالْاَ خِرَةِ هُمْ يُو قِنُونَ . اُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِّن رَّ بِّهِمْ , وَاُوْ لَئِكَهُمُ الْمُفْلِحُونَ .

“Bismillahirrahmaanirrahiim

Alif laammiim. Dzaalikal kitaabu laaroiba fiihi hudan lil muttaqiin. Alladziina yu’minuuna bilghoibi wayuqiimuunash sholaata wa mimmaa rozaknaa hum yunfiquuna. Walladziina yu’minuuna bimaa unzila ilaika wamaa unzila minqoblika wabil aakhiroti hum yuuqinuun. Ulaa’ika ‘alaahudan mirrobbihim wa ulaaika humul muflihuun.”

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Alif laammiim. Demikian itu kitab Al Quran tidak ada keraguan padanya. Sebagai petunjuk bagi mereka yang bertakwa. Yaitu mereka yang beriman kepada yang ghoib, yang mendirikan sholat, dan menafkahkan sebagian rejeki yang kami anugerahkan kepada mereka.

Dan mereka yang beriman kepada kitab Al Quran yang telah diturunkan kepadamu Muhammad dan kitab kitab yang telah diturunkan sebelumnya, serta mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat, mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari tuhannya, dan merekalah, orang orang yang beruntung.”

Ayat Al Baqarah ayat 163

وَاِلَهُكُمْ اِلَهٌ وَّاحِدٌلاَ اِلَهَ اِلاَّ هُوَالرَّ حْمَنُ الرَّحِيمُ

“Wa ilaahukum ilaahun waahidun laailaahaillaahu warrohmanurrohiimu”

Artinya: “Dan tuhan kalian adalah Tuhan Yang Maha Esa. Tiada tuhan yang patut disembah kecuali hanya dia. Yang maha pengasih lagi maha penyayang.”

Doa Tahlil

اللهُ لاَ اِلَهَ اِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّمُ , لاَ تَاْ خُذُهُ و سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ , لَّهُ و مًا فِى السَّمَوَاتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ , مَنْ ذَا الَّذِى يَشْفَعُ عِنْدَهُ و اِلاَّ بِاِذْنِهِ , يَعْلَمُ مَا بَينَ اَيْدِ يْهِمِ وَمَا خَلْفَهُمْ , وَلاَ يُحْيِطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ ى اِلاَّ بِمَا شَاءَ , وَسِعَ كُرْسِيُهُ السَّمَوَاتِ وَالْاَرْضِ , وَلاَ يَئُودُهُ و حِفْظُهُمُا , وَهُوَ الْعَلِىُّ الْعَظِيْمُ .

“Allahu laailaaha illa huwal hayyul qoyyuumulaa ta’khudzuhuu sanatuwwalaa naum. Lahuumaa fissamaawaati wamaa fil ardhi magdzal ladzii yasyfa’u ingdahu illaa bi idznihii. Ya’lamumaa bainaaidiihim wamaa kholfahumwa laa yuhiithuuna bisyai’in min ilmihi illaa bimaasyaa’a wasi’a kursiyyuhus samaa waati wal ardho walaa ya’uudhuhu hifzhuhumaa wahuwal aliyyul’azhiim.”

Artinya: “Allah, tiada yang patut disembah kecuali hanya Dia. Yang hidup kekal lagi berdiri sendiri. Tidak mengantuk dan tidak tidur kepunyaannya apa yang ada di langit dan di bumi, siapakah yang akan dapat memberikan syafaat disisinya tanpa mendapat izin darinya?

Dia mengetahui apa apa yang ada di hadapan mereka dan dibelakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu dari ilmunya kecuali apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi dan dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan dia maha tinggi lagi maha agung.”

اِنَّ اللهَ وَمَلاَ ئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا ايُّهَا الَّذِ يْنَ اَمَنُوْ اصَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا .

“Innallaha wa malaa ikatahuu yusholluuna alan nabiyyi yaa ayyuhal ladziina aamanu shollu alaihiwa sallimu tasliiman.”

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat Nya bersholawat untuk nabi. Wahai orang orang yang beriman, bersholawatlah kalian untuk mereka dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

اللهُمَّصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ اللهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ .

“Allahumma shalli alaa muhammadin. Allahumma sholli alaihi wasallim”

Artinya: “Wahai tuhanku, limpahkanlah rahmat kepada (nabi) Muhammad. Wahai tuhanku limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada beliau.”

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ .

“Subhaanallahi wa bihamdzihi subhaanallahil adhiimi.”

Artinya: “Maha suci Allah dan dengan memuji kepada-Nya. Maha suci Allah yang maha agung.”

Surat Al-Baqarah ayat 284-286

لِلَّهِ مَافِى السَّمَوَاتِ وَمَافِى الْاَرْضِ . وَاِنْ تُبْدُ وْامَافِى اَنْفُسِكُمْ اَوْتَخْفُوْهُ يُحَا سِبْكُمْ بِهِاللهُ . فَيَغْفِرُ لَمِنْ يَّشَاءُ وَيُعْذِّبُ مَنْ يَّشَاءُ . وَاللهُ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ . اَمَنَ الرَّ سُوْلُ بِمَا اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهِ وَالْمُؤْ مِنُوْنَ . كُلٌّ اَمَنَ بِاللهِ وَمَلَا ئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ . لَانًفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهِ . وَ قَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَا نَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ . لَا يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا الَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكَتْسَبَتْ . رَبَّنَا لَا تُؤَا خِذْ نَااِنْ نَسِيْنَا اَوْ اَخْطَاْ نَا . رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِ يْنَ مِنْ قَبْلِنَا . رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَا قَةَ لَنَا بِهِ . وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا *7 اَنْتَ مَوْلَنَا فَا نْصُرُ نَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَفِرِيْنَ .

“Lillahi maa fis samaawaati wa maa fil ardli, wa in tubduu maa fii anfusikum autukhfuuhu yuhaasibkum bihillaah. Fa yaghfiru limay yasyaau wa yu’adzdzibu may yasyaau wallaahu ‘alaakulli syai-in qadiir. Aamanar rasuulu bimaa unzila ilaihi mirrabbihii wal muu’minuun kullun aamana billahi wa malaaikatihii wa kutubihii wa rusulihii, laa nufarriqu baina ahadim mir rusulihii wa qaa-luu sami’naa wa atha’naa ghuufraanaka rabbanaa wa ilaikal mashiir. Laa yukallifullaahu nafsaan illaa wus ‘ahaa, lahaa maa kasabat wa ‘alaihaa maktasabat, rabbanaa laa tuaakhidnaa in nasiinaa au akhtha’naa, rabbanaa wa laa tahmil ‘alainaa ishraan kamaa hamaltahuu ‘alal ladziina min qabliinaa, rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laathaaqata lanaa bihii. (Wa’fu ‘annaa, waghfir-lanaa warhamnaa) 7X anta maulaanaa fanshuur-naa ‘alal qaumil kaafiriin.”

Artinya: “Hanya bagi Allah segala yang ada di langit san yang ada di bumi. Apabila kamu sekalian melahirkan apa saja yang di hatimu atau kamu sekalian merahasiakannya, tetap akan di hisap (diperhitungkan) oleh Allah.

Maka Dia akan memberi ampunan kepada orang yang dikehendaki, dan akan menyiksa orang yang dikehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Rasulullah telah beriman pada apa saja yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, dan orang-orang yang beriman semuanya telah beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, dan kepada para utusan-Nya.

Kami tidak membeda-bedakan di antara satu utusan dengan utusan-utusan lainnya. Mereka berkata: “Kami mendengar dan kami menaati, ampunan Engkau yang kami harapkan, Tuhan kamu, dan hanya kepada Engkau tempat kembali. Allah tidak memaksa seseorang, kecuali (orang itu) dengan kekuasaannya.

Baginya balasan apa yang dia perbuat dan baginya siksaan dari apa yang dia lakukan. Tuhan kami, janganlah kiranya Engkau menyiksa kami, apabila kami terlupa atau salah; Tuhan kami, janganlah kiranya Engkau memberi beban (berat) kepada kami terus menerus, sebagaimana Engkau bebankan kepada mereka sebelum kami.

Dan janganlah pula Engkau bebankan kepada kami sesuatu yang kami tidak mampu. (Maafkan kami, ampunilah kami dan kasihanilah kami) 7x. Engkau pemimpin kami, maka tolonglah kami menghadapi golongan kafir.”

Surat Huud Ayat 73

ِرْحَمْنَا يَا اَرْحَمَ الرَّا حِيْمِيْنَ *7

رَحْمَتُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ عَلَيْكُمْ اَهْلَ الْبَيْتِ اِنَّهُ حَمِيْدٌ مَّجِيْدٌ .

“Irhamnaa yaa arhamar raahimiin 7x. Rahmatullaahi wabarakaatuh. Alaikuumaahlal baiti innahuu ha-miidum majiid.”

Artinya: “Belas kasihanilah kami, wahai Tuhan yang Maha Belas kasih. 7x. Dan rahmat Allah serta berkah-Nya (kami harapkan). Sesungguhnya Dia (Allah) Maha terpuji lagi Maha Pemurah.”

Surat Al – Ahzab Ayat 33

اِنَّمَا يُرِدُ اللهُ لِيُذْ هِبَ عَنْكُمُ الرِّجَسَ اَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيْرًا .

“Innamaa yuriidullaahu liyudzhiba ‘ankumurrijsa ahlal baiti wa yuthahhirakuum tathhiiraan.”

Artinya: “Sesungguhnya Allah berkehendak menghilangkan segala kotoran padamu, hai ahlul bait (penghuni rumah) dan membersihkan kami sebersih-bersihnya.”

Surat Al-Ahzab Ayat 56

اِنَّ اللهَ وَمَلاَ ئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا ايُّهَا الَّذِ يْنَ اَمَنُوْ اصَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا .

“Innallaha wa malaa ikatahuu yusholluuna alan nabiyyi yaa ayyuhal ladziina aamanu shollu alaihiwa sallimu tasliiman.”

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Wahai orang orang yang beriman, bersholawatlah kalian untuk mereka dan ucapkanlah salam penghormatan kepada-Nya.”

اَلَّلهُمَّ صَلِّ اَفْضَلَ الصَّلَاةِ عَلَى اَسْعَدِ مَخْلُوْقَا تِكَ نُوْرِ الْهُدَى سَيِّدِ نَا مَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَدَدَ مَعْلُوْ مَا تِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّا كِرُوْنَ وغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُوْنَ .

“Allaahumma shalli afdlalash shalaati ‘alaa as’adi makhluuqaatika nuuril hudaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammadiw wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammadin ‘adada ma’luumaatika wa midaada kalimaatika kullamaa dzakarakadzdzaakiruuna wa ghafala ‘an dzikrikal ghaafiluun.”

Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah kesejahteraan yang paling utama kepada makhluk Engkau yang paling bahagia, yang menjadi sinar petunjuk, penghulu, dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad dan kepada keluarga penghulu kami Nabi Muhammad sebanyak tinta kalimat-kalimat Engkau, tatkala orang-orang yang ingat berdzikir dan tatkala orang-orang yang lupa tidak berdzikir kepada Engkau.”

اَلَّهُمَّ صَلِّ اَفْضَلَ الصَّلَاةِ عَلَى اَسْعَدِ مَخْلُوْ قَاتِكَ شَمْسِ الضُّحَى سَيِّدِ نَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى اَلِ سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ عَدَدَ مَعْلُوْ مَاتِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكَرُ وْنَ وَغَفَلَ عَنْذِ كْرِكَ الْغَا فِلُوْنَ.

“Allahumma shalli afdlalash shalaati ‘alaa as’adi makhluuqaatika syamsidl dluhaa sayyidinaa wa maulaanaa muhammadiw wa ‘alaa aali sayyidinaa muhammadin. ‘adada ma’luumaatika wamidaada kalimaatika kullamaa dzakarakadzdzaakiruuna wa ghafala’an dzikrikal ghaafiluun.”

Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah kesejahteraan yang paling utama kepada makhluk Engkau yang paling bahagia, yang menjadi penerang laksana matahari di waktu dhuha, penghulu, dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad dan kepada keluarga penghulu kami Muhammad, sebanyak bilangan yang Engkau ketahui dan sebanyak tinta kalimat-kalimat Engkau, ketika orang-orang yang ingat berdzikir dan tatkala orang-orang yang lupa tidak berdzikir kepada Engkau.”

الَّلهُمَّ صَلِّ اَفْضَلَ الضَّلَاةِعَلَى اَسْعَدِ مَخْلُوْ قَاتِكَ بَدْ رِالدُّجَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَدَدَ مَعْلُوْمَا تِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّا كِرُوْنَ وَغَفَلَ عَنْذِ كْرِكَ الْغَافِلُوْنَ . وَسَلِّمْ وَرَضِىَ اللهُ تَعَلَ عَنْ سَادَاتِنَا اَصْحَبِ رَسُوْلِ اللهِ اَجْمَعِيْنَ .

“Allaahumma shalli afdlalash shalaati ‘alaa as’adi makhluuqaatika badrid dujaa sayyidinaa wa maulaanaa muhammadiw wa ‘alaa aali sayyidinaa muhammadin ‘adada ma’luumaatika wa midaada kalimaatika kullamaa dzakarakadz dzaakiruuna waghfala ‘andzikrikal ghaafiluun. Wasallim waradliallaahu ta’aalaa ‘an saadaatinaa ashhaabi rasuulillaahi ajma’iin.”

Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah kesejahteraan yang paling utama kepada makhluk Engkau yang paling bahagia, yang menjadi penerang laksana bulan purnama di waktu gelap, penghulu, dan pemimpin kami yaitu Nabi Muhammad, sebanyak bilangan yang Engkau ketahui dan sebanyak tinta kalimat-kalimat Engkau, ketika orang-orang yang ingat berdzikir kepada Engkau dan ketika orang-orang yang lupa tidak berdzikir kepada Engkau, dan tambahkanlah keselamatan. Mudah-mudahan Allah memberi keridlaan kepada para penghulu kami, yaitu semua para sahabat Rasulullah.”

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ . نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ .

“Hasbunallaahu wa ni’mal wakiil. Ni’mal maulaa wa ni’man nashiir.”

Artinya: “Cukuplah bagi kami Allah, menjadi tuhan kami dan Dialah sebaik-baik wakil (yang membereskan semua urusan). Dialah sebaik-baik pemimpin dan penolong.”

وَلَاحَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ .

“Wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘alayyil ‘adziim.”

Artinya: “Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Agung.”

اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ *3

“Astaghfirullaahal’adhiim.” 3x

Artinya: “Saya mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.” 3x

اَفْضَلُ الذِّكْرِ فَاعْلَمْ اَنَّهُ

 لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ, حَيٌّ مَوْجُوْدٌ

لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ, حَيٌّ مَعْبُوْدٌ

لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ, حَىٌّ بَاقٍ

لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ *100

لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ

“Afdlaludz dzikri fa’lam annahuu:

Laa ilaaha illaallaahu, hayyum maujuud.

Laa ilaaha illaallaahu, hayyum ma’buud.

Laa ilaaha illaallaahu, hayyum baaqin.

Laa ilaaha illaallaahu. 100x

Laa ilaaha illaallaahu Muhammadur rasuulullaah.”

Artinya:

“Ketahuilah bahwa dzikir yang paling uama ialah:

Tidak ada Tuhan selain Allah, Maha Hidup lagi Ada.

Tidak ada Tuhan selain Allah, Maha Hidup lagi Disembah.

Tidak ada Tuhan selain Allah, Maha Hidup lagi Kekal.

Tidak ada Tuhan selain Allah 100x

Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad Utusan Allah.”

اللهُمَّصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ اللهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ *3

“Allahumma shalli alaa muhammadin. Allahumma sholli alaihi wasallim.”  3x

Artinya: “Wahai Tuhanku, limpahkanlah rahmat kepada (nabi) Muhammad. Wahai Tuhanku limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada beliau.” 3x

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ .*33

“Subhaanallahi wa bihamdzihi subhaanallahil adhiimi.” 33x

Artinya: “Maha suci Allah dan dengan memuji kepada Nya. Maha suci Allah yang maha agung.” 33x

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ *3 اَجْمَعِيْنَ . اَلْفَتِحَةْ .

“Allaahumma shalli ‘alaa habiibika sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shahbihii wasallim 3x, ajma’iin. Al faatihah”

Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah kesejahteraan dan keselamatan kepada kekasih Engkau penghulu kami Nabi Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabat semuanya.” 3x

Doa tahlil lengkap

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَنِ الرَّجِيْمِ . بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنْ الرَّحِيْمِ . الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّا عِمِيْنَ حَمْدً ايُّوَافِىْ نَعِمَهُوَ يُكَافِىءُ مَزِيْدَهُ يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ شُلْطَا نِكَ . اللَّهُمَّ صَلِّ عشلَى سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحِمَّدٍ . اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ وَ اَوْصِلْ ثَوَاَبَ مَاقَرَاْنَاهُ مِنْ الْقُرْاَنِ الْعَظِيْمِ وَمَا هَلَلْنَا وَمَا سَجَّحْنَا وَمَا اسْتَغْفَرْنَا وَمَا صَلَّيْنَا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَدِيَّةً وَاصِلَةً وَرَحْمَةً نَازِلَةً وَبَرَكَةً شَامِلَةً اِلَى حَضَرَاتِ حَبِيْبِنَا وَ شَفِيْعِنَا وَقُرَّةِ اَعْيُنِنَا سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاِلَى جَمِيْعِ اِخْوَانِهِ مِنَالْاَ نْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْاَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَا بَةِ وَالتَّا بِعِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمُجَاهِدِيْنَفِ سَبِيْلِ اللهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ وَالْمَلَا ئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ . خُصُوْصًا اِلَى سَيِّدِ نَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الجَيْلَانِىِّ . ثُمَّ اِلَى اَرْوَاحِ جَمِيْعِ اَهْلِ الْقُبُوْرِمِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ وَمَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا اِلَى اَبَاءِنَا وَاُمَّهَا تِنَا وَاَجْدَادِ نَا وَجَدَّاتِنَا وَنَخَصُّ خَصُوْصًا اِلَى مَنِ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ وَلِاَجْلِهِ اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ . اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ عَلَى اَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ اَهْلِ لَاالَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ . رَبَّنَااَرِ نَا الْحَقَّ حَقًّا وَّارْزُقْنَا اتِّبَا عَهُ وَاَرِنَا الْبَا طِلَ بَاطِلًا وَّارْزُقْنَا اجْتِنَا بَهُ . رَبنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاَخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَا بَ النَّارِ سًبْحَنَ رَبَّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامُ عَلَى الْمُرْ سَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ . اَلْفَتِحَةْ …

“A’uudzubillaahi minasy syauthaanir rajiim. Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin. Hamdasy syaakiriina hamdan naa’imiin. Hamdaay yuwaafii ni’amahuu wa yukaafiu maziidah. Yaa rabbanaa lakal hamdu kamaa yanbaghii lijalaali wajhika wa ‘adhii-mi sulthaanik. Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadiw wa’alaa aali sayyidinaa Muhammad.

Allaahumma taqabbal wa aushil tsawaaba maa qaraa naahu minal quraanil ‘adhiim, wa maa halalalnaa, wa maa sabbahnaa, wa mas taghfarnaa, wamaa shalainaa ‘alaa sayyidinaa muhammadin shallallaahu ‘alaihi wasallama hadiyyatan waashilatan wa rahmatan hadlaraati habiibinaa wa syafii’inaa wa qurrati a’yuuninaa sayyidinaa wa maulaanaa muhammadin shallallaahu ‘alaihi wasallama wa ilaa jamii’i ikhwaanihii minal anbiyaai wal mursaliina wal auliyaai wasy syuhadaai wash shaalihiina wash shahaabati wat taabi’iina wal’ulamaa’il ‘aamiliina wal mushanni-fiina mukhlishiina wa jamii’il mujaahidiina fii sabiilillaahi rabbil ‘aalamiina wal malaaikatil muqarrabiina khushuushaan ilaa sayyidinaa syaikhi ‘abdil Qaadiril Jailaniy, tsumma ilaa arwaahi jamii’i ahlilqubuuri minal muslimiina wal muslimaati wal muu’miniina wal muu’minaati min masyaariqi ardli wa maghaaribihaa barrihaa khushuushan ilaa aabaainaa wa ummahaatinaa wa ajdaadinaa wa jaddaatinaa wa nakhushshu khu-shuushaan ilaa manij tama’naa haahunaa bisababihii wa liajlih.

Allaahummagh firlahum warhamhum wa ‘aafihim waa’fu ‘anhum. Allaahumma anzilirrahmata wal maghfirata ‘alaa ahlil qubuuri min ahli laa ilaaha illallaahu muhammadur rasulullah.rabbanaa arinal haqqa haqqaw warzuqnattibaa’ahu wa arinaal baathilaw warzuqnaj tinaabah. Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw waqinaa ‘adzaabannaar.

Subhaana rabbika rabbil ‘izzati’ammay yushifuuna wasalaamun ‘alal mursaliina wal hamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin. Al faatihah…”

Artinya: “Aku berlindung diri kepada Engkau dari setan yang dirajam. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang yang memperoleh nikmat sama memuji, dengan pujian yang sesuai dengan nikmatnya dan memungkinkan ditambah nikmatnya. Tuhan kami, hanya Engkau segala puji, sebagaimana yang patut terhadap kemuliaan Engkau dan keagungan Engkau. Ya Allah tambahkanlah kesejahteraan dan keselamatan kepada penghulu kami Nabi Muhammad dan kepada keluarganya.

Ya Allah, terimalah dan sampaikanlah pahala ayat-ayat Quraanul ‘adhim yang telah kami baca, tahlil kami, tasbih dan istighfar kami, dan bacaan shalawat kami kepada penghulu kami Nabi Muhammad dan kepada keluarganya. Sebagai hadiah yang bisa sampai, rahmat yang turun, dan berkah yang cukup kepada kekasih kami, penolong dan buah mata kami, penghulu dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad SAW, kepada semua temannya dari para Nabi dan para Utusan, kepada para wali, pahlawan yang gugur (Syuhada), orang-orang yang salih, para sahabat, dan tabi’in (para pengikutnya); kepada para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas, kepada semua pejuang di jalan Allah (membela agama-Nya), Allah raja seru sekalian alam; dan kepada para Malaikat munggarrabin, terutama syekh Abdul Qadir Jailani, kemudian kepada Ahlul kubur, muslim yang laki-laki dan yang perempuan, mukmin yang laki-laki dan yang perempuan, dari dunia timur dan barat di darat dan di laut, terutama lagi kepada bapak-bapak kami, ibu-ibu kami, nenek-nenek kami yang laki-laki dan yang perempuan, lebih terutama lagi kepada orang yang menyebabkan kami sekalian berkumpul di sini dan untuk keperluannya. Ya Allah ampunilah mereka, kasihanilah mereka, dan maafkanlah mereka.

Ya Allah turunkanlah rahmat, dan ampunan kepada ahlul kubur yang ahli mengucapkan “Laa ilaaha illaallah, Muhammadur rasulullah” (Tidak ada tuhan selain Allah, Muhammad Utusan Allah). Tuhan kami, tunjukkanlah kami kebenaran dengan jelas, jadikanlah kami pengikutnya, tunjukkanlah kami perkara batil dengan jelas, dan jadikanlah kami menjauhinya.

Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka, Maha Suci Tuhanku, tuhan yang bersih dari sifat yang diberikan oleh orang-orang kafir, semoga keselamatan tetap melimpahkan kepada para Utusannya dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian Alam. Al Faatihah…”

Dengan rajin memanjatkan doa tahlil, maka Anda akan menjadi umat muslim yang terhindar dari api neraka, semua dosa digugurkan, mendapatkan banyak sekali pahala, dan keutamaan lainnya. Maka, sempatkanlah waktu untuk membaca bacaan tahlil setiap harinya.

Wahyoeni ✓ Seorang Muslimah yang gemar ✓ Menulis dan ✓ Kuliner. Senang mencoba dan berbagi suatu pengalaman baru ❤.

Doa Masuk Kamar Tidur

Wahyoeni
3 min read

Doa Masuk Kuburan

Wahyoeni
3 min read

Doa untuk Orang Meninggal

Wahyoeni
4 min read

Doa Setelah Sholat Subuh

Wahyoeni
3 min read

Doa Setelah Shalat Tarawih

Wahyoeni
5 min read

Doa Pembuka Acara

Wahyoeni
4 min read