Bacaan Doa Takziah

Simak ulasan tentang √ pengertian takziah, √ doa takziah, √ doa di sisi jenazah dan √ doa setelah jenazah di makamkan berikut.


Bacaan Takziah

Ketika ada anggota keluarga, sanak saudara atau tetangga yang meninggal dunia, maka sangat dianjurkan untuk ikut takziah.

Doa-Takziah

Dalam islam takziah berasal dari kata (العزاء), yang berarti membuat sabar. Maka takziyah adalah membuat sabar dan menghibur orang yang ditimpa musibah dengan menyebutkan hal-hal yang dapat menghapus duka dan meringankan penderitaannya.

Selain takziah dan berbelasungkawa kita sangat ditekankan untuk ikut mengurus jenazah tersebut.

Sebagaimana diterangkan dalam hadits berikut:

مَنْ صَلَّى عَلَى جَنَازَةٍ وَلَمْ يَتْبَعْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ فَإِنْ تَبِعَهَا فَلَهُ قِيرَاطَانِ. قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ أَصْغَرُهُمَا مِثْلُ أُحُدٍ

Artinya :

“Barang siapa menyaksikan jenazah hingga ia disholatkan, maka ia memperolah dua qirath. Dan, barang siapa menyaksikannya hingga dimakamkan, ia memeperoleh satu qirath seperti Gunung Uhud. Dikatakan, ‘Apa dua qirath itu?’ Beliau bersabda, ‘Seumpama dua gunung yang besar.” (HR. Bukhari, Muslim, dan lainnya).

Jadi mengurus jenazah saudara seiman, maka Allah akan memberikan pahala yang sangat luar biasa (digambarkan dengan gunung besar).

Apa yang kita rasakan saat kita berada di sisi jenazah saudara kita?

Tentunya, kita akan bersedih dan berduka atas kepergiannya.

  • Sedih karena kita tidak bisa bertemu dan berkumpul dengannya lagi.
  • Sedih karena kita tak lagi dapat beranda ria dengannya.
  • Sedih karena kepergiannya menyebabkan kita menjadi sebatang kara.
  • Sedih karena kepergiannya membuat kita harus menanggung beban hidup sedirian.
  • Sedih karena alas an-alasan lainnya.

Apalagi kalau yang meninggal itu termasuk keluarga atau saudara dekat yang sangat kita sayangi. Mungkin bisa berhari-hari kita tidak berhenti menitikkan air mata untuk menangisi kepergiannya.

Sesungguhnya, mengucapkan belasungkawa dan ikut prihatin dengan musibah yang menimpa orang lain itu adalah sesuatu yang baik dan mulia.

Rasulullah bersabda :

مَنْ عَزَّى مُصَابًا فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ

Artinya :

“Barangsiapa yang bertakziah kepada orang yang tertimpa musibah, maka baginya pahala seperti pahala yang diperoleh orang tersebut.” (HR Tirmidzi).

Sebagai saudara seiman, kita diajarkan untuk bisa ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, baik itu suka ataupun duka.

Begitu pula memberi nasihat kesabaran, menumbuhkan harapan, dan menghibur hati orang yang ditimpa musibah kematian adalah hal yang dianjurkan dan disunnahkan. Bahkan, inilah tujuan utama dari bertakziah.

Saat bertakziah, ada hal yang tidak boleh dilupakan, yakni mendoakan shahibul musibah agar mereka diberi kesabaran dan keteguhan hati. Sebab, di samping hiburan dan nasihat kesabaran, mereka juga memerlukan kekuatan doa.

Dengan mendoakan mereka, mereka akan lebih terdorong untuk sabar dan ikhlas. Dengan berdoa, niscaya Allah akan memberi pertolongan kepada mereka.

Para ulama telah menyunnahkan dan menganjurkan kita agar mendoakan shahibul musibah dengan doa takziah sebagai berikut.

Bacaan Doa Takziah

Bacaan-Doa-Takziah

Bacaan Doa Takziah Arab

إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ، وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمَّى…فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ

“Inna Lillahi Maa Akhozha, walahu Maa A’thoo Wakullu Syai’in ‘Indahu Bi Ajalain Musamma…Faltashbir Walatahtasib.”

Artinya :

“Sesungguhnya bagi Allah, apa yang Dia ambil dan bagi-Nya juga apa yang Dia berikan. Segala sesuatu bagi-Nya ada memiliki masa-masa yang telah ditetapkan, hendaklah kamu bersabar dan mohon pahala (dari Allah).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kemudian dapat dilengkapi atau ditambahkan dengan doa takziah berikut.

أعظم الله أجرك و أحسن عزاءك و غفر لميتك

Artinya :

“Mudah-mudahan Allah membesarkan pahalamu, menghibur hatimu sebagus-bagusnya, dan memberi ampunan kepada keluargamu yang meninggal.”

Jika bacaan takziah di atas dirasa kurang mengena atau menyentuh hati shahibul musibah, maka kita tidak harus mengucapkannya dengan Bahasa Arab, tapi kita bisa menyampaikan doa dengan Bahasa yang bisa dipahaminya.

Mungkin, bisa berminggu-minggu duka lara itu tetap tertahan di hati kita.

Bahkan, kita menyaksikan, ada sebagian orang yang tidak cukup puas dengan hanya menangis. Dai luapkan kesedihannya dengan berteriak dan menjerit-jerit di samping jenazah saudaranya. Seakan tidak rela dengan kepergian orang yang sangat dicintainya itu.

Menangis karena bersedih adalah hal yang wajar dan manusiawi, terlebih menangis di kala ditinggal pergi orang yang kita sayangi.

Dengan menangis, menunjukkan bahwa kita orang yang mengasihi dan sangat sayang padanya.

Rasulullah sendiri pernah menangis ketika putranya Ibrahim meninggal dunia. Beliau juga pernah menangis ketika menjenguk Sa’ad bin Ubadah.

Rasulullah bersabda :

أَلاَ تَسْمَعُونَ إِنَّ اللَّهَ لاَ يُعَذِّبُ بِدَمْعِ العَيْنِ، وَلاَ بِحُزْنِ القَلْبِ، وَلَكِنْ يُعَذِّبُ بِهَذَا – وَأَشَارَ إِلَى لِسَانِهِ

Artinya :

“Tidaklah kalian mendengar bahwa Allah tidak mengazab hanya karena tetesan air mata dan tidak pula dengan kesedihan hati, akan tetapi Allah mengazab dikarenakan ini (beliau mengisyaratkan kepada lisannya).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Namun, kita pun patut merenungkan, apakah kesedihan dan keprihatinan yang kita tunjukkan dengan menangis itu cukup bisa memberikan kelegaan dan kepuasan pada diri orang yang meninggal.

Dalam Batasan tertentu, mungkin saja ya, sebagaimana ketika dia dunia ia akan berterima kasih ketika ada orang yang mau turut berduka dengan apa yang menimpanya.

Tapi, bagaimana jika menangis itu dilakukan di luar batas kewajaran?

Sungguh, hal itu bukannya memberikan ketenangan dan kelegaan bagi orang yang meninggal. Namun justru bisa mengundang kesedihan, kepedihan, dan bahkan siksaan bagi orang yang meninggal.

Dalam sebah hadits disebutkan bahwa orang yang meninggal itu akan disiksa karena tangisan dan ratapan orang yang masih hidup.

Rasulullah bersabda :

مَنْ نِيحَ عَلَيْهِ يُعَذَّبُ بِمَا نِيحَ عَلَيْهِ

Artinya :

“Barang siapa ditangisi dan diiringi dengan ratapan, maka ia akan disiksa menurut ratapan yang ditujukan untuknya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

المَيِّتُ يُعَذَّبُ بِبُكَاءِ الحَيِّ عَلَيْهِ

“Sesungguhnya, seorang mayat akan diazab karena tangisan orang yang hidup.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasanya kurang bijak jika kita hanya bisa menangis tanpa berbuat sesuatu yang berarti untuk saudara kita yang telah meninggal.

Maka, di sela-sela kesedihan itu, hendaknya kita juga memikirkan apa yang dapat kita sumbangkan untuk meringankan beban perjalanannya, dan apa yang bisa kita lakukan untuk memberikan kebahagiaan kepadanya.

Pada saat itu, ia tidak membutuhkan harta benda atau hal dunia apa pun karena semua itu sudah tak berarti baginya. Hanyalah bekal doa dan amal shalih dari orang yang masih hidup yang sangat ia butuhkan.

Baca juga : Sholat Jenazah

Doa di Sisi Jenazah

Oleh sebab itu, hal terbaik dan terpenting yang harus kita lakukan untuknya adalah membekalinya dengan doa. Atau memberikannya hadiah terindah berupa amal shalih yang kita peruntukkan baginya.

Dua hal inilah yang perlu kita perhatikan saat berada di samping saudara kita yang telah meninggal.

Untuk mendoakan orang yang meninggal, pada prinsipnya kita bisa berdoa dengan doa apa saja dan dengan bahasa apa pun.

Intinya, dalam doa tersebut terdapat permintaan kebaikan, ampunan, kasih sayang, kekuatan, perlindungan, derajat dan penerimaan amal, kemaafan, dan lainnya bagi orang yang meninggal

Namun demikian, berdoa dengan ungkapan doa yang bersumber dari ajaran Rasulullah tentu lebih baik dan lebih bermanfaat.

Di samping kita akan mendapatkan pahala karena mengikuti sunnah Rasulullah, kalimat doa yang dicontohkan oleh beliau tentu memiliki kandungan makna dan keistimewaan.

Berikut ini adalah doa di sisi jenazah yang diajarkan oleh Rasulullah.

Bacaan Doa di Sisi Jenazah

Doa-di-Sisi-Jenazah

Bacaan Doa di Sisi Jenazah Arab

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

Artinya :

“Ya Allah, ampunilah ia, kasihanilah ia, berilah ia kekuatan, maafkanlah ia, dan tempatkan di tempat yang mulia (surga), luaskan kuburannya, mandikan ia dengan air salju dan air es.”

“Bersihkan ia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju putih dari kotoran, berilah ganti rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia).”

“Berilah ganti keluarga (atau istri di surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan ia ke surga, jagalah ia dari siksa kubur dan neraka.” (HR. Muslim).

Baca juga : Siksa Api Neraka

Doa ini barangkali terlalu panjang sehingga sulit untuk dihafalkan. Tapi, hal ini bukan berarti menjadi halangan untuk tidak berdoa dengan keseluruhan kalimat yang terdapat dalam doa ini.

Jika kita tidak mampu, kita boleh membaca sebagian saja, yakni bagian dari awalnya. Atau jika ada yang tidak mampu membacanya sama sekali, ia bisa berdoa dengan makna atau arti kandungannya saja.

Dengan ini semua, insya Allah doa kita tetap akan diterima dan bisa memberi manfaat untuk saudara kita yang telah meninggal tersebut.

Jika yang meninggal adalah anak kecil, hendaknya kita membacakan doa berikut.

Bacaan Doa Jenazah Untuk Anak Kecil

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ فَرَطًا وَذُخْرًا لِوَالِدَيْهِ، وَشَفِيْعًا مُجَابًا

Artinya :

“Ya Allah, jadikanlah kematian anak ini sebagai simpanan pahala kedua orang tuanya dan pemberi syafaat yang dikabulkan doanya.” (HR. Baghawi, Abdurarrazzaq, dan Bukhari).

Doa Setelah Jenazah Dimakamkan

Mengantarkan jenazah atau mengiringinya merupakan bentuk ibadah yang dijanjikan mendapat pahala yang besar.

Etika yang perlu diperhatikan saat mengiringi jenazah adalah tidak banyak kata-kata, bercanda, atau berbicara masalah dunia, dan tidak pula mengeraskan suara jika terpaksa harus bicara.

Dan, hendaknya kita mengambil pelajaran dari pengalaman itu untuk mengingatkan itu untuk mengingatkan akhirat.

“Ketika beliau mengiringi jenazah, maka kesedihan beliau menaik, beliau menyedikitkan berbicara dan memperbanyak merenungi diri.” (HR. Hakim dari Imran bin Husain).

Setelah sampai di pemakaman dan jenazah telah selesai dimakamkan, hendaknya kita jangan buru-buru beranjak pergi dari sisinya, tetapi berdiri sebentar untuk mendoakannya sebatas kemampuan kita.

Kita mendoakannya agar diberi kekuatan dan keteguhan hati serta memintakan ampunan untuknya karena ketika itu ia akan ditanya di dalam kuburnya.

Disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad yang diriwayatkan dari Ibnu Umar Ra.

Adalah Nabi Muhammad apabila selesai memakamkan jenazah, maka beliau berdiri di atasnya lalu bersabda :

“Mohonkan ampunan untuk saudaramu ini, dan mintakan kepada Allah agar ia diberi keteguhan, sesungguhnya dia sekarang ditanya.” (HR. Abu Daud dan Hakim).

Bacaan Doa Setelah Jenazah Dimakamkan

Doa-Setelah-Jenazah-Dimakamkan

Bacaan Doa Setelah Jenazah Dimakamkan Arab

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اَللَّهُمَّ ثَبِّتْهُ

“Allaahummaghfir lahu, Allaahumma tsabbit-hu”

Artinya :

“Ya Allah ampunilah ia, ya Allah teguhkanlah ia (dengan kalimat shahadat).”

Baca juga : Doa Ziarah Kubur

Demikian ulasan tentang bacaan doa Takziah sebagai ungkapam belasungkawa sekaligus mendoakan jenazah. Barangsiapa memandikan, mensholatkan dan memakamkan jenazah akan mendapat pahala besar dari Allah.

Loading...

Doa Sebelum Belajar

Wahyoeni
5 min read

Doa Rezeki Lancar

Wahyoeni
4 min read

Doa Sesudah Belajar

Wahyoeni
4 min read

Doa Bangun Tidur

Wahyoeni
6 min read

Doa Sebelum Tidur

Wahyoeni
10 min read

Doa Bercermin

Wahyoeni
5 min read