Doa Terbebas Hutang

Simak √ definisi utang piutang, √ pahala memberikan utang, √ doa terbebas utang dan √ doa untuk pemberi utang pada artikel berikut.

Tak dapat dipungkiri bahwa hampir setiap orang bisa dipastikan pernah berhutang kepada orang lain, atau mengutangi orang lain. Utang-piutang adalah bagian yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia.

Definisi Utang Piutang

Utang piutang adalah memberikan suatu pinjaman kepada orang lain dengan perjanjian bahwa orang tersebut akan mengembalikan pinjamannya dalam jangka waktu yang disepakati.

Dalam hidup, terkadang seseorang dihadapkan pada kondisi terdesak dan terjepit sehingga mau tak mau ia harus berutang kepada saudaranya yang lain.

Doa-Membayar-Utang

Terkadang seseorang dihadapkan pada saudara atau teman yang sangat membutuhkan bantuannya. Sehingga ia pun dituntut untuk memberi utang kepada saudaranya itu sebagai wujud dari rasa solidaritas sosialnya.

Apalagi pada masa seperti sekarang ini, di mana kebutuhan hidup terus meningkat. Harga-harga barang kian melambung, keinginan semakin banyak, dan godaan terlihat di sana sini.

Tetangga beli sepeda motor baru, kita pun ingin ikut membelinya. Tetangga punya TV baru, kita tertarik ingin memiliki yang sepertinya. Teman punya HP model terbaru, kita tergiur untuk punya HP yang sama, bahkan lebih canggih lagi.

Jika tidak sabar-sabar mengendalikan nafsu, rasanya semuanya ingin dibeli dan dimiliki. Walaupun harus dengan berutang dulu. Bahkan, ada beberapa orang yang hidupnya selalu tergantung dengan utang. Mau beli apa pun pakai utang.

Di sisi lain, banyak fasilitas ditawarkan untuk mempermudah kredit, misalnya kartu kredit. Dengan kartu ini, pemiliknya bisa membeli barang apa saja karena perusahaan yang mengeluarkan kartu kredit itu menjamin membayarnya.

Secara lahiriah, pelayanan tersebut adalah rahmat, karena praktis dan sangat memanjakan. Tetapi ingat, jika mengakhirkan pembayaran untuk beberapa lama maka utangnya akan menumpuk ditambah bunganya.

Sebagai sebuah keniscayaan hidup, agama pun tak lepas memberikan aturan dan syariat tentang utang piutang ini. Dan, tentu saja mengurangi itu lebih utama daripada berutang.

Memberikan Utang atau Pinjaman

Pahala-Memberi-Utang

Karena, memberi itu lebih utama daripada menerima, dan tangan diatas lebih baik daripada tangan yang dibawah.

Rasulullah senantiasa menganjurkan agar kita membantu saudara kita yang kekurangan dan berada dalam penderitaan serta kesengsaraan hidup.

Jika kita tidak mampu memberi mereka secara cuma-cuma, maka hendaknya kita bersedia mengutanginya.

Pahala Memberikan Utang atau Pinjaman

Memberikan pinjaman atau utang kepada sesama muslim, akan mendapatkan pahala yang besar.

Rasulullah bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ ، يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا ، سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Artinya:

“Barang siapa menghilangkan kesusahan seorang mukmin dari kesusahan dunia, maka Allah akan menghilangkan kesusahannya dari kesusahan di hari kiamat. Barang siapa memberi kemudahan orang miskin, maka Allah akan memberi kemudahan untuknya di hari kiamat.” (HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud).

Di sisi lain, Rasulullah selalu mengingatkan kita agar jangan senang berutang. Karena, berutang tanggung jawabnya, baik di dunia maupun akhirat.

Saat di dunia saja, orang yang berutang sudah dibuat pusing oleh utang yang ditanggungnya, ia selalu dikejar-kear waktu dan tempo pembayaran.

Beruntung jika orang yang diutangi sudi sedikit bijaksana memberi keringanan atau kelonggaran waktu. Jika tidak, bisa-bisa orang yang utang itu masuk bui gara-gara utangnya. Adapun di akhirat, beban utang itu lebih berat lagi.

Disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad:

“Demi jiwaku yang ada di Tangan-Nya, seandainya ada seorang laki-laki terbunuh di jalan Allah, kemudian ia dihidupkan lagi, lalu terbunuh lagi, kemudian dihidupkan lagi dan terbunuh lagi, sedang ia memiliki utang, sungguh ia tidak akan masuk surga sampai utangnya dibayarkan.” (HR. Nasa’i).

Apabila kita terpaksa harus berutang, maka sebaiknya kita cepat-cepat membayarnya ketika telah mampu, agar tidak terus menjadi beban. Menunda-nunda pembayaran utang ketika telah mampu adalah haram dan termasuk dosa besar.

Jenis Utang

Utang dalam hukum Islam terbagi menjadi dua yaitu utang yang baik (qardh hasan) dan utang berbunga (qardh ribawi).

1. Utang Baik atau Utang Halal

Utang piutang yang halal adalah transaksi utang piutang dari pemberi pinjaman kepada orang yang meminjam berdasarkan pada ingin menolong atau rasa belas kasih kepada peminjam (muqtaridh).

Hal ini agar peminjam bisa memenuhi kebutuhannya yang mendesak dan mengembalikan pinjamannya dengan nilai yang sama tanpa syarat melebihkannya.

2. Hutang Ribawi atau Hutang Haram

Utang piutang yang riba yaitu pinjaman yang diberikan pada orang yang meminjam dengan syarat mengembalikannya dengan nilai lebih dari jumlah yang dipinjam atau dihutang.

Dari jenis utang diatas, hindari jenis utang yang riba, karena ini dilarang dan diharamkan oleh Allah.

Doa Terbebas Hutang

Bagi yang memiliki utang segeralah melunasi utangnya, karena bagi yang menunda-nunda untuk membayar utag sedangkan dia mampu, maka itu adalah kezaliman.

Segeralah Melunasi Utang

Rasulullah bersabda :

مَطْلُ الْغَنِىِّ ظُلْمٌ ، فَإِذَا أُتْبِعَ أَحَدُكُمْ عَلَى مَلِىٍّ فَلْيَتْبَعْ

“Menangguhkan utang orang yang mampu adalah suatu kezaliman. Dan, apabila diantara kamu sekalian itu dibayar oleh orang yang mampu dengan cara cicilan maka terimalah yang demikian itu.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Jika kita berutang dengan niat yang benar ingin membayaranya, dan kita juga berusaha untuk melunasinya atau mencicilnya sesuai perjanjian, maka Allah akan memberi rezeki kepada kita untuk membayarnya. Simak doa terbebas hutang atau doa membayar hutang berikut.

Doa Terbebas Hutang

Doa Terbebas Hutang

Bacaan Doa Terbebas Hutang Arab

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Bacaan Doa Terbebas Hutang Latin

“Allahumma inni audzu bika minal Hammi wal hazan, wa audzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa audzu bika minal jubni wal bukhl, wa audzu bika min ghalabatid dain wa qahrir rijal.”

Arti Doa Terbebas Hutang

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari kebingungan dan kesedihan. Aku berlindung kepada-Mu dari ketidakberdayaan dan kemalasan. Aku berlindung kepada-Mu dari kepengecutan dan kekikiran. Aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan penindasan orang.”

Dan, apabila kita meninggal sebelum utang itu terlunasi, maka utang kita itu masih terhutang yang akan menjadi kekuasaan Rasulullah yang akan ditagihkan nanti di akherat.

Rasulullah bersabda:

“Barang siapa dari umatku menanggung utang, dan ia telah bersungguh-sungguh membayarnya, kemudian ia meninggal sebelum melunasinya, maka aku adalah walinya.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Tindakan Hendak Membayar Hutang

Apa yang perlu dilakukan saat hendak membayar utang?

Selain membaca dan mengamalkan doa membayar hutang, kita perlu melakukan kebaikan kepada orang yang telah berjasa mengutangi kita.

Rasulullah mengajarkan:

“Sebaik-baik kamu ialah yang paling baik dalam membayar utangnya.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Berbuat baik saat membayar utang bisa berarti dua hal.

1. Membaguskan pembayaran utangnya.

Kita memberikan pembayaran yang lebih baik daripada harta yang dulu kita utang. Misalnya, jika kita dulu berutang uang 1.000.000, maka saat melunasinya kita bisa memberinya uang kelebihan 50.000.

Ingat, hal ini bukan berarti kita memberi bunga, karena tidak ada perjanjian sebelumnya. Dalam hal ini, kita hanya ingin berbuat baik kepadanya dengan menyedekahkan uang kelebihan tersebut.

Jika kita tidak ingin berbuat baik kepadanya dengan menyedekahkan uang kelebihan tersebut, itu juga tidak mengapa.

Imam Nawawi berkata:

“Disunnahkan bagi orang yang punya utang atau lainnya, mengembalikan (utangnya) dengan sesuatu yang lebih baik dari apa yang ada padanya. Ini termasuk bagian dari sunnah dan aklaqul karimah. Dan, itu bukan termasuk utang yang menarik manfaat (bunga), karena sesungguhnya hal itu terlarang. Sebab. Yang dilarang adalah yang ada perjanjian sewaktu akad utang.”

2. Mendoakan orang yang memberi utang.

Mendoakan orang yang telah memberi kita utang sebagaimana doa yang diajarkan Nabi Muhammad.

Doa Untuk Pemberi Utang

Doa-Untuk-Pemberi-Utang

Doa Untuk Pemberi Utang Arab

بَارَكَ اللهُ لَكَ فِيْ أَهْلِكَ وَمَالِكَ

Doa Untuk Pemberi Utang Latin

“Baarakallahu laka fii ahlika wamaalika”

Arti Doa Untuk Pemberi Utang

“Semoga Allah memberikan berkah kepadamu dalam keluarga dan hartamu.” (HR. Nasa’I, Ibnu Majah dan Ibnu Sunni).

Dalam doa ini, kita meminta kepada Allah agar memberikan keberkahan kepadanya, yaitu kebaikan yang terus melimpah kepada keluarga dan hartanya.

Mengapa keberkahan dalam keluarga dan hartanya?

Karena, utang itu berkaitan dengan hal keduniaan sehingga yang kita minta adalah bertambahnya kebaikan dalam hal dunianya.

Keberkahan keluarga berarti kebaikan yang ada dalam keluarganya, berupa ketentraman, kedamaian, dan kesejahteraan rumah tangga. Sedangkan keberkahan dalam harta berarti bertambahnya nilai atau jumlah harta tersebut dengan disertai kebaikan di dalamnya.

Bersedekah itu dapat mendatangkan keberkahan rezeki, maka apalagi mengurangi harta kepada orang yang membutuhkan, tentunya akan mendatangkan keberkahan juga.

Dengan doa keberkahan ini, kita meminta kepada Allah agar mewujudkan janji keberkahan sebagaimana yang telah difirmankan Allah dalam surah At Taghaabun ayat 17:

اِنۡ تُقۡرِضُوا اللّٰہَ قَرۡضًا حَسَنًا یُّضٰعِفۡہُ لَکُمۡ وَ یَغۡفِرۡ لَکُمۡ ؕ وَ اللّٰہُ شَکُوۡرٌ حَلِیۡمٌ

Artinya:

“Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipatgandakan balasannya kepadamua dan mengampuni kamu. Dan, Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun”, (QS. At-Taghaabun ayat 17).

Simak dan baca juga : Doa Rezeki Lancar

Demikian ulasan tentang definisi utang, doa Terbebas utang dan doa untuk pemberi utang. Semoga senantiasa Allah memberikan rejeki lancar kepada kita semua, sehingga kita akan dapat terbebas dar hutang dan bisa bersedekah terhadap harta kita, Aamin.

Doa Untuk Orang Sakit

Wahyoeni
4 min read

Doa Sesudah Wudhu

Wahyoeni
5 min read

Doa Paling Utama

Wahyoeni
3 min read

Doa Untuk Pengantin

Wahyoeni
5 min read

Doa Masuk Kamar Mandi

Wahyoeni
3 min read