Wahyoeni ✓ Seorang Muslimah yang gemar ✓ Menulis dan ✓ Kuliner. Senang mencoba dan berbagi suatu pengalaman baru ❤.

Hukum Ta’awudz dan Basmalah

Hukum Ta’awudz dan Basmalah – Adab sebelum membaca Al-Qur’an salah satunya adalah membaca ta’awudz kemudian dilanjutkan dengan membaca basmalah yang terdapat hampir di semua surat dalam Al-Qur’an, sebelum ayat pertama.

Kita perlu mengetahui bagaimana bunyi lafadz ta’awudz dan basmalah yang benar dan juga hukum membaca keduanya sebelum membaca Al-Qur’an.

Pengertian Ta’awudz dan Basmalah

Ta’awudz atau taawuz disebut juga bacaan isti’adzah. Ta’awudz adalah do’a memohon perlindungan Allah SWT agar terhindar dari godaan atau bisikan setan yang terkutuk.

Manfaat membaca ta’awudz adalah membuat hati kita menjadi tenang karena sudah bertawakal kepada Allah SWT dan menghindarkan diri dari perkataan maupun perbuatan yang sia-sia.

Ta’awudz merupakan bentuk pengakuan terhadap keagungan Allah SWT sekaligus kelemahan kita sebagai hamba-Nya.

Kita tidak berdaya melawan musuh yang bersifat batiniah seperti setan dan hanya Allah SWT sebagai penciptanya lah yang mampu mengusirnya.

Bunyi bacaan ta’awudz atau isti’adzah yang paling afdhal menurut mayoritas ahli qira’ah adalah:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“A’uudzubillaahi minasy syaithaanir rajiim”

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

Baca juga: Kalimat Bismillah

Macam-macam Ta’awudz

Selain lafadz ta’awudz di atas, ada beberapa lafaz ta’awudz lainnya, antara lain sebagai berikut:

أعُوْذُ بِاللَّهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“A’uudzubillaahis samii’il ‘aliimi minasy syaithaanir rajiim”

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari setan yang terkutuk.”

اَسْتَعِيْذُ وَنَسْتَعِيْذُ وَاسْتَعَذْتُ

“Asta’iidzu wanasta’iidzu wasta’adztu”

Artinya: “Aku meminta perlindungan, kami meminta perlindungan, atau aku telah meminta perlindungan (kepada Allah dari setan yang terkutuk).”

أَعُوْذُ بِاللهِ الْقَادِرِ مِنَ الشَّيْطَانِ الْغَادِرِ

“A’uudzubillahil qaadiri minasy syaythaanil ghadir”

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Kuasa dari setan sang penipu.”

أَعُوْذُ بِاللهِ الْقَوِيِّ مِنَ الشَّيْطَانِ الْغَوِيِّ

“A’uudzu billahil qawiyyi minasy syaythaanil qhawiyy”

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Kuat dari setan yang sesat.”

أَعُوْذُ بِاللهِ الْعَظِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

“A’uudzubillahil ‘adhiimi minasy syaythaanir rajiim”

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung dari setan yang terkutuk.”

أعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ إِنَّ اللهَ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

“A’uudzubilllahi minasy syaythaanir rajiimi innallaaha huwassamii’ul ‘aliim”

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. Sungguh Allah sang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Basmalah atau bismilah disebut juga bacaan tasmiyah. Basmalah merupakan kalimat yang terdapat di setiap awal surat dalam Al-Qur’an, kecuali Surat At-Taubah.

Basmalah termasuk kalimat thayyibah yang biasa dibaca sebelum memulai perbuatan baik, sehingga apa yang dikerjakan akan bernilai ibadah dan diniatkan untuk mengharap ridha dari Allah SWT.

Baca juga: Bacaan Tahiyat Akhir

Lafadz Basmalah adalah:

بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

“Bismillāhir raḥmānir raḥīmi”

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”

Hukum Membaca Ta’awudz dan Basmalah

Hukum membaca ta’awudz sebelum membaca Al-Qur’an adalah sunah. Sebagaimana firman Allah SWT yang terdapat dalam Surat An-Nahl ayat 98 yang berbunyi:

فَاِذَا قَرَأْتَ الْقُرْاٰنَ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ۞

“fa idzaa qara’tal qur’aana fasta’idz billaahi minasy syaithaanirrajiim”

Artinya:

“Maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca Al-Qur’an, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl [16]: 98)

Hukum membaca basmalah di dalam membaca Al-Qur’an terbagi menjadi 5, yaitu:

  1. Wajib : di permulaan Surat Al-Fatihah karena merupakan ayat pertama Surat Al-Fatihah.
  2. Sunnah : di permulaan surat, kecuali Surat Al-Fatihah dan Surat At-Taubah.
  3. Mubah : di pertengahan surat, kecuali di pertengahan Surat At-Taubah.
  4. Makruh : di pertengahan Surat At-Taubah.
  5. Haram : di permulaan Surat At-Taubah.

Cara Membaca Ta’awudz dan Basmalah

Cara membaca ta’awudz, basmalah, dan awal surat ketika membaca Al-Qur’an terbagi dalam 4 cara:

  1. Membaca ta’awudz, basmalah, dan awal surat secara terpisah, misalnya:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ۞ بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ۞ قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ۞

2. Membaca ta’awudz, basmalah, dan awal surat secara bersambung, misalnya:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ۞

3. Membaca ta’awudz secara terpisah dengan basmalah dan surat, misalnya:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ۞ بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ۞

4. Menyambung ta’awudz dan basmalah sementara surat dibaca secara terpisah, misalnya:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ۞ قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ۞

Cara Menyambung Dua Surat

Cara menyambung di antara dua surat terdapat 3 cara:

  1. Membaca akhir surat, basmalah, dan surat yang baru secara terpisah, contohnya:

فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍ۞ بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ۞ قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ۞

2. Membaca surat, basmalah, dan surat yang baru secara tersambung, contohnya:

فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍ بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ۞

Sedangkan untuk cara menyambung Surat Al-Anfal dan Surat At-Taubah bisa dengan 3 cara:

  1. Terpisah

اِنَّ اللّٰهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ۞بَرَاۤءَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖٓ

2. Bersambung

اِنَّ اللّٰهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ بَرَاۤءَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖٓ   

3. Terpisah tanpa bernafas (saktah)

بَرَاۤءَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖٓ ۜ  اِنَّ اللّٰهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

4. Berhenti ketika selesai membaca surat, kemudian membaca basmalah disambung dengan surat yang baru, contohnya:

فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍ۞ بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ۞

Cara yang tidak dibenarkan adalah menyambung akhir surat dengan basmalah, kemudian berhenti dan memulai surat yang baru. Alasannya karena akan terkesan basmalah itu bagian dari surat. Misalnya:

فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍ بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ۞ قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ۞

Keutamaan Membaca Ta’awudz

Membaca ta’awudz sangat dianjurkan oleh Allah SWT bagi setiap pembaca Al-Qur’an karena beberapa alasan, antara lain:

  1. Al-Qur’an adalah obat untuk penyakit-penyakit hati. Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاۤءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ۞

Artinya:

“Wahai manusia, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus [10]:57)

Allah memerintahkan kepada kita untuk beristi’adzah maksudnya supaya Al-Qur’an dapat difungsikan sebagai obat bagi penyakit-penyakit hati tanpa dipengaruhi oleh setan.

Jika kita tidak beristi’adzah sebelum membaca Al-Qur’an, ada kemungkinan Al-Qur’an tidak lagi menjadi obat yang mujarab yang dapat menyembuhkan penyakit hati.

2. Saat seseorang membaca Al-Qur’an, setan akan terus mengganggunya karena setan dan bala tentaranya selalu berusaha memalingkan manusia dari mengingat Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT:

وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ وَاَجْلِبْ عَلَيْهِمْ بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكْهُمْ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِ وَعِدْهُمْۗ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطٰنُ اِلَّا غُرُوْرًا

Artinya:

“Dan hasutlah siapa yang kamu sanggupi diantara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukan yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah pada mereka, dan tidak ada yang dijanjikan setan kepada mereka melainkan tipu daya belaka.” (QS. Al-Isra’ [17]:64).

Demikian ulasan mengenai hukum Ta’awudz dan Basmalah yang perlu Anda pahami. Semoga bermanfaat.

Wahyoeni ✓ Seorang Muslimah yang gemar ✓ Menulis dan ✓ Kuliner. Senang mencoba dan berbagi suatu pengalaman baru ❤.