Wahyoeni ✓ Seorang Muslimah yang gemar ✓ Menulis dan ✓ Kuliner. Senang mencoba dan berbagi suatu pengalaman baru ❤.

Ilmu Tajwid

Silahkan simak √ pengertian iIlmu Tajwid, √ keutamaan dan dalil tentang ilmu Tajwid serta √ tujuan belajar ilmu Tajwid berikut ini.


Ilmu adalah dasar utama, setelah niat, bagi setiap muslim dalam melaksanakan ibadahnya. Tidak mungkin seorang muslim dapat beribadah dengan baik tanpa adanya ilmu. Baik itu dalam shalat, puasa, zakat, haji, maupun dalam membaca Al-Qur’an.

Pentingnya ilmu dalam tilawah atau membaca Al-Qur’an adalah kita mengetahui cara membaca setiap ayat dengan benar dan tidak melakukan kesalahan sehingga merubah arti atau makna dari ayat Al-Qur’an.

Ilmu yang mempelajari tentang tata cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar dikenal dengan nama Ilmu Tajwid.

Sebagaimana kita ketahui bahwa membaca Al-Qur’an itu pahalanya dihitung per huruf, namun apabila kita salah melafalkan huruf tersebut maka makna kalimat pun berubah. Oleh karena itu, sangat penting untuk kita senantiasa belajar Ilmu Tajwid.

Pengertian Ilmu Tajwid

Pengertian Ilmu Tajwid

Pengertian Ilmu Tajwid berasal dari dua kata yaitu Ilmu dan Tajwid. Kata ilmu berasal dari Bahasa Arab “ilm” yang bermakna mengerti, mengetahui, atau memahami sesuatu. Sedangkan kata tajwid juga berasal dari Bahasa Arab “jawwada” yang memiliki arti memperindah atau membaguskan.

Secara istilah, kata tajwid artinya mengucapkan setiap huruf hijaiyah dari tempat keluarnya huruf (makhraj) disertai dengan sifat-sifatnya.

Sebagai contoh sifat hams, jahr, isti’la’, istifal dan seterusnya adalah sifat asli yang selalu menempel pada huruf. Atau juga sifat-sifat seperti izhar, idgham, ikhfa’, tafkhim, tarqiq dan lain sebagainya yang merupakan sifat yang baru menempel pada huruf.

Jadi, pengertian ilmu tajwid adalah suatu ilmu yang mempelajari cara melafalkan atau mengucapkan huruf-huruf yang terdapat di dalam kitab suci Al-Qur’an dengan sebaik-baiknya dan sempurna.

Ilmu Tajwid Dasar

Ilmu Tajwid Dasar yang perlu kita pelajari meliputi:

  1. Makharijul Huruf (tempat keluarnya huruf)
  2. Shifatul Huruf (cara pengucapan huruf)
  3. Ahkamul Huruf (hubungan antar huruf)
  4. Ahkamul Maddi wal Qasr (panjang dan pendek bacaan)
  5. Ahkamul Waqaf wal Ibtida’ (berhenti dan memulai bacaan)
  6. Al-Khat Al-Utsmani (cara menulis Rasm Utsmani)

Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid

Mempelajari Ilmu Tajwid secara teori hukumnya adalah fardhu kifayah. Tetapi, dalam praktek-nya Ilmu Tajwid di dalam membaca Al-Qur’an bagi laki-laki maupun perempuan yang sudah mukallaf, hukumnya adalah fardhu ‘ain.

Ketika ada seseorang yang sudah mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar meskipun ia tidak memahami istilah-istilah dalam Ilmu Tajwid, maka gugurlah kewajibannya dalam belajar Ilmu Tajwid.

Hal ini karena sudah ada kaum muslimin lainnya yang mempelajari Ilmu Tajwid.

Berbeda dengan orang yang belum mampu membaca Al-Qur’an sesuai kaidah Ilmu Tajwid. Maka bagi dirinya wajib untuk mempelajari Ilmu Tajwid sehingga ia mampu membaguskan bacaan Al-Qur’annya seperti yang dicontohkan Baginda Nabi Muhammad SAW.

Imam Ibnul Jazari mengatakan:

“Membaca Al-Qur’an dengan tajwid itu hukumnya wajib, bagi yang tidak membacanya dengan tajwid maka dia berdosa, karena dengan tajwidlah Allah SWT menurunkan Al-Qur’an, dan dengan tajwid pula Al-Qur’an sampai kepada kita dari Allah SWT.”

Dalil Ilmu Tajwid

Dalil tentang kewajiban membaca Al-Qur’an dengan Ilmu Tajwid adalah sebagai berikut:

  1. Firman Allah SWT dalam Surat Al-Muzzammil (QS. 73) ayat 4

وَرَتِّلِ الْقُرْاٰنَ تَرْتِيْلًاۗ…

Artinya:

“…dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.”

Maksud dari ayat di atas adalah jelas bahwa Allah SWT memberi perintah kepada Nabi Muhammad SAW untuk membaca Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya.

Dalam membaca kitab Al-Qur’an dianjurkan dengan tartil, perlahan-lahan, atau bertajwid yaitu dengan memperindah pengucapan setiap huruf-nya.

2. Hadist Rasulullah SAW

Dari Qatadah radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Anas radhiyallahu ‘anhu pernah ditanya:

كَيْفَ كَانَتْ قِرَاءَةُ النَّبِيِّ فَقَالَ كَانَتْ مَدًّا ثُمَّ قَرَأَ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ يَمُدُّ بِبِسْمِ اللهِ وَيَمُدُّ بِالرَّحْمَنِ وَيَمُدُّ بِالرَّحِيم

Artinya:

“Bagaimana bacaan Al-Qur’an Nabi SAW?” kemudian ia menjawab, “Nabi membaca dengan madd (panjang).” Lalu Anas r.a. mencontohkan dengan membaca “Bismillaahirrahmaanirrahiim”, Anas r.a. menjelaskan, “Nabi SAW membaca panjang bacaan Bismillaah, dan membaca panjang bacaan Arrahmaan, dan juga membaca panjang bacaan Arrahiim.” (H.R. Bukhari)

Keutamaan Ilmu Tajwid

Keutamaan Ilmu Tajwid

Karena keterkaitannya secara langsung dengan Al-Qur’an, hal itu menjadikan Ilmu Tajwid sangat mulia. Bahkan untuk belajar Ilmu Hadis, seorang guru tidak akan mengajarkan hadis sebelum muridnya menguasai Ilmu Al-Qur’an.

Diantara fadhilah atau keutamaan Ilmu Tajwid adalah sebagai berikut:

  1. Sebaik-baik muslim adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.

Sabda Rasulullah SAW:

عَن عُثَمانَ رَضِىَ اللٌهُ عَنهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صٌلَى اللٌهُ عَلَيهِ وَسَلٌمَ خَيُركُم مَن تَعلٌمَ القُرانَ وَعَلٌمَهَ

Artinya:

Dari Usman r.a. Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

2. Mempelajari Al-Qur’an adalah sebaik-baik kesibukan

Allah SWT berfirman dalam Hadis Qudsi:

عَن اَبٍي سَعيدٍ رَضَي اللٌهُ عَنهٌ قَالَ:قَالَ رَسُولُ اللٌه صَلٌى اللٌه عَلَيهٍ وَسَلٌمَ يَقُولُ الرَبُ تَبَاَركَ وَتَعَالى مَن شَغَلَهُ اللُقرُانُ عَن ذَكرِي وَمَسْئلَتيِ اَعطَيتُه اَفضَلَ مَا اُعطِي السْاَئِلينً وَفَضلُ كَلآمِ اللٌه عَلى سَائِرِ الكَلآمِ كَفَضلِ اللٌه عَلى خَلقِه

 (رواه الترمذي)

Artinya:

Dari Abi Sa’id r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT berfirman, barangsiapa yang disibukkan oleh Al-Qur’an dalam berdzikir kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka akan Aku berikan sesuatu yang lebih utama kepadanya daripada yang Aku berikan kepada orang-orang yang telah meminta kepada-Ku. Dan keutamaan Kalam Allah SWT di atas seluruh perkataan  seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya.” (HR. Tirmidzi)

3. Akan ditemani oleh malaikat mulia

Nabi Muhammad SAW bersabda:

عَن عَائِشَةَ رَضي اللٌهُ عَنهاَ قَالَتُ:قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صَلٌي اللٌهُ عَلَيهِ وَ سَلٌم الَماهر باِلقُرانِ مَعَ السَفَرَةَ الكِرَامِ الَبَرَرَةِ وَاٌلَذِي يَقُراٌ القُرانَ وَيَتَتَعتَعُ فِيه وَهُوَ عَلَيهِ شَاقٌ لَه اَجَران (رواه البخارى)

Artinya:

Dari ‘Aisyah r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa saja yang ahli dalam Al-Qur’an maka akan bersama malaikat pencatat yang mulia lagi benar, dan siapa saja yang terbata-bata dalam membaca Al-Qur’an sedang dia susah payah mempelajarinya, baginya dua kali pahala.” (HR. Bukhari).

Tujuan Belajar Ilmu Tajwid    

Memperbagus bacaan Al-Qur’an merupakan tujuan utama seseorang belajar Ilmu Tajwid. Dengan memahami cara pengucapan yang benar, kita akan terhindar dari kesalahan dalam membaca Al-Qur’an.

Secara tidak langsung kita juga telah menghindari perbuatan dosa karena salah membaca berarti merubah makna ayat-ayat Al-Qur’an.

Kesalahan dalam membaca Al-Qur’an disebut dengan istilah Allahnu, dibagi menjadi 2 yaitu:

1. Allahnul Jaliyyu

Kesalahan dalam membaca Al-Qur’an yang dapat merubah arti maupun tidak, seperti ‘ain dibaca hamzah, atau merubah harakat. Kesalahan ini apabila dilakukan dengan sengaja, maka hukumnya haram.

2. Allahnul Khafiyyu

Kesalahan dalam membaca Al-Qur’an tetapi tidak sampai merubah arti, seperti kurang panjang dalam membaca mad wajib muttashil, atau kurang lama dalam membaca ghunnah. Kesalahan ini apabila disengaja maka hukumnya makruh.

Tingkatan Membaca Al-Qur’an

Menurut Ulama’ Qiroat, ada 4 tingkatan bacaan yang diakui dalam membaca Al-Qur’an, yakni sebagai berikut:

1. At-Tahqiq

Membaca Al-Qur’an dengan sangat lambat serta menerapkan tajwidnya, biasanya digunakan untuk mengajarkan Al-Qur’an dengan sempurna

2. At-Tartil

Membaca Al-Qur’an dengan lambat dan menerapkan tajwidnya, merupakan pertengahan antara At-Tahqiq (sangat lambat) dan At-Tadwir (sedang). Cara membaca ini adalah yang paling baik, karena sesuai dengan bacaan Al-Qur’an pada saat diturunkan.

3. At-Tadwir

Membaca Al-Qur’an dengan tempo yang sedang, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat namun masih menerapkan ilmu tajwid. Merupakan pertengahan antara Al-Hadr (cepat) dan At-Tartil (lambat).

4. Al-Hadr

Membaca Al-Qur’an dengan tingkatan kecepatan tertinggi namun tetap menerapkan kaidah tajwid-nya.

Baca juga : Doa Khatam Al-Quran

Demikian ulasan mengenai pengertian dan keutamaan ilmu Tajwid. Dengan mengetahui ilmu tajwid yang benar, maka Anda akan dapat membaca Al-Quran dengan benar juga.

Wahyoeni ✓ Seorang Muslimah yang gemar ✓ Menulis dan ✓ Kuliner. Senang mencoba dan berbagi suatu pengalaman baru ❤.