Manfaat Gerakan Sholat Untuk Kesehatan

Simak ulasan tentang √ manfaat sholat secara medis atau √ manfaat gerakan sholat untuk kesehatan fisik dan kesehatan mental berikut.


Sholat

Sholat adalah salah satu ibadah wajib dalam islam. Bahkan ibadah sholat wajib termasuk dalam rukun islam yang ke-2. Selain sholat yang wajib juga ada beberapa sholat sunnah sebagai penyempurna yang wajib.

Manfaat-Gerakan-Sholat-Untuk-Kesehatan

Ibadah sholat ini tidak hanya sekadar ibadah yang wajib dikerjakan oleh umat muslim. Beberapa penelitian yang dilakukan menemukan beberapa manfaat gerakan sholat dari segi medis.

Hasil penelitian tersebut semakin menegaskan, bahwa Allah tidak memerintahkan hamba-Nya untuk melakukan hal yang sia-sia.

Gerakan-gerakan dalam sh0lat ternyata tidak hanya gerakan berganti yang dilakukan secara berulang-ulang sesuai dengan sholat yang dilakukan secara tumakninah dan rutin.

Namun ternyata gerakan sholat ini memberikan efek yang luar biasa terhadap kesehatan manusia. Baik itu dari segi kesehatan fisik maupun kesehatan mental.

Pada kesempatan ini wisatanabawi akan mengulas tentang manfaat gerakan sholat untuk kesehatan. Baik untuk kesehatan fisik dan kesehatan mental bagi yang mengerjakannya.

Manfaat Gerakan Sholat

Pada sholat wajib memiliki rukun-rukun yang wajib dan sunnah untuk dikerjakan. Setiap gerakan dalam rukun sholat ini memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan tubuh manusia.

Berikut sendi-sendi yang berperan ketika melakukan gerakan sholat :

Gerakan Sholat
Sendi yang Berperan
BerdiriRuas tulang belakang
Takbiratul IkhramSendi bahu, sendi siku, sendi telapak tangan
RukukSendi paha, sendi siku, sendi pergelangan tangan, ruas tulang belakang
IktidalSendi lutut, sendi pergelangan kaki, ruas tulang belakang
SujudSendi paha, sendi lutut, sendi siku, sendi pergelangan tangan, sendi pergelangan kaki dan ruas tulang punggung
DudukSendi paha, sendi pergelangan kaki, ruas tulang belakang
SalamSendi leher

Dari peran sendi-sendi diatas, maka gerakan sholat yang dilakukan berulang-ulang setiap hari akan memiliki manfaat yang luar bisa bagi kesehatan. Simak penjelasannya berikut.

Berikut ini penjelasan efek atau manfaat gerakan sholat untuk kesehatan.

1. Berdiri Tegak Dalam Sholat

Manfaat-Gerakan-Sholat-Berdiri-Tegak

Jika tidak ada uzur yang menghalangi, berdiri merupakan salah satu syarat sah sholat. Secara teknik, berdiri yang benar adalah berdiri yang tegak dan simetris.

Posisi kedua kaki dibuka selebar bahu, memindahkan berat badan pada ujung telapak kaki. Tumit diarahkan keluar sehingga jari-jari kaki menghadap ke kiblat, dan rasakan adanya tarikan di paha sisi dalam ke bawah.

Telapak kaki memiliki titik refleksi yang sangat penting untuk menstimulasi organ-organ penting dalam tubuh. Cara menumpu yang seimbang dan simetris, membuat postur tubuh lurus, serasi dan tegap.

Posisi tumpuan berat badan yang merata akan membuat susunan tulang-tulang penyangga tubuh kompak, sehingga bermanfaat untuk menurunkan risiko terjadinya patah tulang.

Posisi tumit membuka keluar, sehingga tubuh seimbang kanan dan kiri merupakan posisi yang ideal dan stabil.

Dengan cara ini pula, apabila sholat dilakukan dengan berjamaah maka barisan akan rapat dan kuda-kuda yang kuat.

Jari-jari kaki yang menghadap kiblat. Hal ini hanya bisa dilakukan dengan menarik tumit ke arah luar. Hal ini merupakan cara penyesuaian posisi berdiri kita pada saat-saat biasa di luar.

Di mana kaki cenderung merapat, berat badan bertumpu pada sisi luar. Posisi sholat yang demikian dapat menghidarkan kita dari risiko keseleo.

Pada kondisi ini berat badan yang menumpu di telapak kaki dapat merangsang titik-titik akupuntur pada telapak kaki.

Allah berfirman dalam Al Quran surah An Nisa ayat 142 :

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

Artinya :

“Sesungguhnys orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat nereka berdiri dengan malas”

“Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An-Nisa ayat 142).

Pada ayat-ayat di atas Allah menjelaskan bahwa orang-orang munafik apabila berdiri dalam sholat, maka berdirinya dengan malas.

Salah satu bentuk kemalasan adalah kaki kanan menopang hampir seluruh berat tubuh, sementara kaki kiri bergantung seakan istirahat.

Selain itu, tanda-tanda berdiri dengan malas adalah sengaja bersandar pada dinding atau tiang masjid dan meletakan tangan di perut atau dibawah pusar, sehingga orang tersebut terlihat lesu dan tidak bersemangat.

2. Gerakan Takbiratul Ihram

Manfaat-Gerakan-Sholat-Takbiratul-Ihram

Gerakan takbiratul ihram merupakan gerakan mengangkat tangan, sehingga telapak tangan menghadap kiblat dan diletakkan di samping bahu.

Pada saat Gerakan tersebut, bahu terangkat sedikit, tulang rusuk ikut terangkat menimbulkan perenggangan dada. Hal ini menyebabkan tekanan udara di dalam rongga mengecil dan memudahkan udara masuk dengan cepat.

Pada saat mengucapkan kalimat takbir “Allahu Akbar” bisa melapangkan sistem pernapasan dan mengontrol denyut jantung.

Pada saat takbir, ketiak dibuka. Bagian ketiak merupakan stasiun bagi peredaran limfe yang merupakan kumpulan dari keseluruhan anggota gerak bagian atas.

Dengan gerakan takbir, secara otomatis ketiak terbuka dan memberikan efek memompa yang sangat bermanfaat bagi peredaran limfe.

Setelah takbiratul ihram, tangan diletakkan di depan dada. Tangan kiri ditempelkan di dada dan tangan kanan diletakkan di atas tangan kiri.

Cara ini hanya bisa dilakukan dengan cara mengangkat bahu sedikit. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan posisi ketiak sebagai stasiun peredaran limfe tetap terbuka.

3. Gerakan Rukuk

Manfaat-Gerakan-Sholat-Rukuk

Gerakan rukuk adalah Gerakan membungkukkan badan, sehingga punggung, leher, dan kepala menjadi datar sejajar. Pada saat rukuk sempurna, tulang beakang menjadi lurus.

Gerakan rukuk yang sempurna akan memiliki sensasi adanya tarikan pada tulang punggung bisa mengurangi tekanan antar ruas tulang belakang.

Posisi datar (horizontal) memungkinkan berat badan tertumpu ke depan, sehingga kompresi antar ruas tulang belakang dapat dikurangi.

Kedua lengan menyangga dengan tangan memegang lutut. Penyanggaan ini lebih mendorong lagi ke depan ruas-ruas tulang belakang.

Kondisi ini akan membuat rileks otot-otot punggung yang sebelumnya tegang. Posisi kaki pada saat rukuk yang ditekan oleh kedua tangan yang memegang lutut akan membuat tarikan otot kaki.

Sehingga kompresi bukan hanya dikurangi, bahkan terjadi Gerakan anti kompresi atau peregangan.

4. Gerakan I’tidal

Manfaat-Gerakan-Sholat-Iktidal

I’tidal merupakan gerakan bangkit dari gerakan rukuk. Pada posisi ini, sama dengan takbiratul ihram, ketiak akan terbuka. Sehingga, peredaran limfe menjadi semakin lancar.

Selain itu, organ-organ pencernaan mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lancar.

Manfaat gerakan i’tidal adalah merupakan gabungan antara manfaat gerakan takbiratul ihram dan manfaat gerakan berdiri di dalam sholat.

Posisi ini adalah posisi yang sama seperti takbiratul ihram dan berdiri sejenak.

Baca juga : Jadwal Sholat Hari Ini

5. Gerakan Sujud

Manfaat-Gerakan-Sholat-Sujud

Sujud merupakan gerakan di mana kepala berada sama rendah dengan kaki menapak. Dalam posisi sujud, tubuh lebih merendah dengan telapak tangan menyentuh lantai.

Posisi telapak kaki tegak dengan jari kaki menekuk menghadap kiblat. Muka tersungkur ke lantai dengan dahi dan hidung menyentuh lantai, pantat terangkat, dan tegak lurus.

Saat melakukan sujud yang sempurna, kita akan merasakan tarikan kuat di tulang belakang daerah pertengahan punggung yang disebabkan oleh gravitasi karena pergeseran titik berat batang tubuh.

Di sini terjadi peregangan seperti pada gerakan rukuk. Pengaruh sujud terhadap peredaran darah di otak juga dapat dirasakan.

Elastisitas pembuluh darah merupakan factor penting dalam mempertahankan tekanan darah. Debit darah naik karena posisi jantung yang lebih tinggi dari otak.

Hal ini merupakan latihan otak untuk menambah elastisitas pembuluh darah, sehingga gerakan sujud bisa digunakan sebagai gerakan anti stroke.

Karena stroke terjadi bila terdapat pembuluh darah di otak yang tersumbat atau pecah, sehingga sebagian otak mengalami gagguan dan tampak sebagai keadaan lumpuh separuh badan.

Posisi sujud dan rukuk terhadap organ dalam adalah memperkuat ikatan penggantung organ ke dinding rongga tempat organ itu berada.

Karena gerakan tersebut dilakukan berulang-ulang, sehingga memberikan efek latihan untuk memperkuat ikatan gantungannya.

Simak dan baca : Keajaiban Waktu Sholat

6. Gerakan Duduk Dalam Sholat

Manfaat-Gerakan-Sholat-Duduk

Posisi duduk dalam sholat dapat menghentikan aliran pembuluh darah, terutama di tungkai, sehingga menambah debit aliran darah ke otak dan organ dalam lainnya.

Pada waktu yang sama, posisi ini mengembangkan sirkulasi melalui pembuluh kolateral di kaki. Debit darah ke otak dan organ dalam yang meningkat.

Keadaan ini akan mengakibatkan metabolisme meningkat dan membuat kita mampu bekerja dengan konsentrasi tinggi dalam waktu yang lama. Pada tungkai mengembang sirkulasi kolateral yang sangat efektif.

Pembuluh darah semakin elastis, bahkan dapat mencegah komplikasi sumbatan arteri, vena, dan komplikasi penyakit diabetes akibat gangguan pembuluh darah.

Duduk dengan jari-jari kaki menekuk juga merupakan relaksasi maksimal dari kelompok otot-otot di betis.

Otot betis sering mengalami nyeri karena menopang postur (kontraksi statis) dan gerakan berjalan atau lari (kontraksi dinamis).

Saat duduk dengan posisi itu, otot tersebut diregangkan maksimal, sehingga terjadi pemulihan dan bebas dari timbunan asam laktat penyebab nyeri dan kelelahan.

Selain itu, persendian di tungkai, kaki dan jari-jari, akan mengalami pelenturan, menjadi aktif, dan bebas pengapuran serta kekakuan.

Simak dan baca : Doa Setelah Sholat

7. Gerakan Salam

Manfaat-Gerakan-Sholat-Salam

Salam merupakan gerakan terakhir dalam sholat setelah membaca doa tahiyat akhir dan sholawat atas nabi.

Gerakan salam dilakukan dengan menolehkan kepala ke kanan dan ke kiri, sehingga pipi dapat dilihat oleh orang yang berada di belakang.

Gerakan salam melatih kelenturan leher. Gangguan pada gerakan leher bisa menyebabkan kepala atau wajah selalu miring (tengeng dalam Bahasa Jawa).

Postur tubuh tidak simetris, atau patah tulang leher yang bisa mengakibatkan mati mendadak. Karena secara anatomis, leher adalah bagian tubuh yang menghubungkan kepala dan batang tubuh.

Pada area leher ini juga terdapat sumsum tulang belakang pada segmen yang mengatur pernafasan dan kerja jantung. Jadi, melatih kelenturan leher sangat penting untuk menghindari risiko tersebut.

Sholat merupakan cara istirahat sekaligus pelatihan bagi tubuh manusia. Ketika dilakukan pada waktu istirahat dari kesibukan atau aktivitas yang berat.

Sebelum mengerjakan sholat, didahului dengan berwudhu yang memberikan efek kesegaran bagi kulit. Kemudian dilanjutkan dengan sholat yang sempurna, di mana pikiran terkonsentrasi dan tubuh dalam keadaan rileks.

Sholat juga merupakan aktivitas latihan bagi tubuh dan pikiran. Karena dalam sholat, kita melakukan aktivitas pikiran, lisan, dan fisik.

Ketiganya terkondisi dengan baik jika sholat dilakukan dengan penuh kekhusukan segenap pikiran, ucapan doa dengan lisan, dan perbuatan yang dilakukan anggota badan.

Simak dan baca : Perbuatan yang Membatalkan Sholat

Demikian ulasan tentang manfaat sholat untuk kesehatan. Semua manfaat sholat tersebut hanya dapat diperoleh, jika kita melaksanakan sholat dengan tuma’ninah dan penuh kekhusukan.

Loading...

Sholat Hajat

Wahyoeni
4 min read

Sholat Tahajud

Wahyoeni
8 min read

Sujud Syukur

Wahyoeni
3 min read

Sujud Sahwi

Wahyoeni
3 min read

Sujud Tilawah

Wahyoeni
4 min read