Peradaban Tertua di Dunia Menurut Islam

Peradaban Tertua di Dunia Menurut Islam

Hingga saat ini, para ilmuwan, arkeolog, maupun sejarawan, masih terus mengkaji dan mencari kebenaran jejak – jejak peradaban dahulu. Menemukan berbagai macam bukti untuk memperkuat berbagai hipotesis maupun melemahkan hipotesis yang lain.

Ketika penemuan sejarah yang lain ditemukan, otomatis dapat merubah persepsi yang sudah lama dan merubah periodisasi yang telah ditetapkan. Namun, memang itulah tujuannya. Mencari kebenaran kehidupan masa lalu dan mengungkap peradabannya.

Pada beberapa literatur, peradaban tertua di dunia menurut Islam adalah Mesopotamia, berlangsung sekitar tahun 3300 – 750 SM. Namun, pada tahun 1914, telah ditemukan situs megalithikum berupa struktur punden perundak di Gunung Padang. Juga tersebarnya berita bahwa juga ada situs purba terpendam yang lebih besar daripada situs di Gunung Padang, berlokasi di Garut.

Agama Tertua di Dunia Menurut Islam

Peradaban Tertua di Dunia Menurut Islam

Agama tertua di dunia menurut Islam, sudah tentu adalah Islam itu sendiri. Ajaran agama Islam sudah ada sejak Nabi Adam diutus untuk menjadi nabi dan rasul, walaupun kala itu ajarannya masih belum sempurna.
Tidak mungkin, dan kurang masuk akal rasanya, jika nabi maupun rasul sebelum Nabi Muhammad Saw disebut dengan nabi rasul kafir. Jelasnya, peristiwa turunnya ayat pertama di Gua Hira, kepada Nabi Muhammad Saw, adalah awal Islam disempurnakan.

Seperti yang telah dijelaskan di beberapa dalil naqli maupun hadits, bahwa Islam diturunkan untuk menyempurnakan agama – agama terdahulu. Dan mukjizat terbesar Nabi Muhammad Saw, yaitu al-Quran, adalah kitab penyempurna kitab – kitab terdahulu.

Terdapat literatur hadits yang menyebutkan bahwa jumlah nabi yang diutus oleh Allah, berjumlah 124.000 dan Rasul berjumlah 313. Namun yang wajib diimani adalah 25 Rasul. Seorang ustadz di Indonesia juga pernah menyebutkan bahwa, setiap kaum, pasti ada nabi di tengah – tengah mereka. Bahkan, bisa jadi Sang Buddha adalah nabi,

Agama Tertua Menurut Islam

Literatur lain, ada yang menyebutkan bahwa, agama tertua menurut Islam adalah Zoroastrianisme, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Majusi. Zoroastrianisme sendiri diambil dari nama seorang imam besar Persia, bernama Zarathustra.

Zarathustra mendapatkan wahyu pertamanya, adalah ketika ia berumur sekitar 30 tahun. Iya pun meyakini bahwa hanya ada satu Tuhan dan ajaran dari kebenaran yang bersifat mutlak, serta Ahura Mazda adalah sumber dari segala kebaikan. Sehingga, Zoroastrianisme ini termasuk ke dalam ajaran monoteisme.

Suatu ketika, akhirnya Zarathustra pindah, karena ia mendapatkan banyak tekanan, dari orang – orang di sekitarnya yang menganut animisme dan paganisme. Tempat itu bernama Chorasma, atau kini yang disebut dengan Iran.
Ajaran zoroastrianisme mencapai masa kejayaan, ketika Raja Chorasma, Vistapa, dan menterinya, Yasasp, menjadi pengikut Zarathustra. Kitab ajaran ini dinamakan Avesta.

Agama Pertama di Dunia Menurut Sejarah

Jika mengikuti sejarah yang berlaku secara umum, maka agama pertama di dunia menurut sejarah, sekaligus tertua di dunia, adalah agama Hindu. Agama ini terbentuk dari bercampurnya dua aliran agama, yaitu aliran agama dari Bangsa Dravida dan Bangsa Indo-Aria.

Agama Bangsa Dravida lebih sulit diidentifikasi, karena peninggalan tulisan yang tersisa dari mereka, hanya berupa tulisan gambar yang belum dapat dipecahkan hingga sekarang. Namun, terdapat peninggalan berupa candi yang bergambar dewi – dewi, sertambinatang suci seperti banteng, sapi, dan ular naga, yang mana juga ada di dalam agama Hindu.

Sementara untuk agama Bangsa Indo-Aria adalah agama Weda. Agama Weda sendiri terdiri dari empat puji – pujian, yaitu Rig Weda, Yajur Weda, Sama Weda, dan Atharwa Weda. Selain itu, juga ada agama Brahma, Upanishad, dan Sri Krishna. Upaya menggabungkan ajaran – ajaran inilah, yang nanti disebut dengan Hinduisme.

Walaupun demikian, ada kebebasan mutlak untuk meyakini Tuhan, dalam ajaran Hindu. Ada yang percaya dengan konsep bahwa Tuhan itu Esa atau Realitas Akhir, ada juga yang percaya dengan Trimurti, yaitu Brahma, Wishnu, dan Siwa.

Negara Tertua di Dunia Menurut Islam

Negara tertua di dunia menurut Islam, atau yang setidaknya berlaku saat ini, adalah Mesopotamia, yang sudah ada sejak kurang lebih 5000 SM. Mesopotamia terletak di antara dua sungai, yaitu sungai Eufrat dan Tigris. Heredotus, menyebut Mesopotamia sebagai ‘Tanah Surga yang Cantik Jelita’.

Suku yang berada di Mesopotamia di antaranya adalah:

1. Bangsa Ubaid.

Bangsa ini bekerja sebagai seorang petani untuk mencukupi kebutuhan – kebutuhan hidup, dan hidup pada tahun 5000 SM. Mereka dipastikan adalah penduduk yang telah memiliki kepercayaan, karena ditemukan bekas peninggalan tempat ibadah.

2. Bangsa Sumeria.

Setelah Bangsa Ubaid punah, bangsa Sumeria. Bangsa Sumeria diperkirakan berasal dari Asia Kecil. Suku ini memiliki mata pencaharian yang sama dengan Bangsa Ubaid, yaitu di setor pertanian, hanya saja, mereka memperbaharui sistem irigasi

3. Bangsa Akkadia,

yang merupakan keturunan Semit, dan didirikan oleh Sargon I. Bangsa ini memperluas wilayah kekuasaan hingga wilayah Mesopotami Bawah. Mereka pun berhasil mengalahkan Bangsa Sumeria, agar tunduk kepada pemerintah Bangsa Akkadia.

Namun pada akhirnya, sekitar tahun 2230 SM, Dinasti Sargon I dari bangsa Akkadia, dapat dikalahkan oleh orang Gutaean, pun Bangsa Sumeria yang pada akhirnya berada di bawah kekuasaan orang – orang Gutaean.

4. Bangsa Amoriah.

Bangsa Amoriah adalah Semit, seperti halnya Bangsa Akkadia. Penyebab lain yang meruntuhkan Bangsa Akkadia adalah karena kedatangan Bangsa Amoriah yang juga merebut wilayah sungai Eufrat – Tigris, yang kala itu dipimpin oleh Hammurabi (1792 – 1750 SM). Hammurabi dikenal karena membuat undang – undang hukum tertua di dunia.Setelah dapat berkuasa atas tanah itu, Bangsa Amoriah menamakan tanah itu, Babilonia.

Sejarah Munculnya Agama di Dunia

Pembahasan mengenai sejarah munculnya agama di dunia, merupakan pembahasan hal yang cukup sukar. Karena di dalamnya, terdapat kepercayaan dan tata cara yang berbeda karakteristiknya. Pembahasan tentang sejarah munculnya agama ini, dapat diketahui dengan berbagai macam sistem.

Hal ini dapat bermula dan dilihat, pada pikiran manusia yang terus mencari asal – usul, arti hakiki dari hidup, kesejatian, alasan ia ada di dunia, dan hubungannya dengan segala sesuatu. Keinginan – keinginan inilah yang pada akhirnya, mendorong untuk mencari sesuatu.

Seorang antropolog, Sir E.B. Taylor, berpendapat dalam Primittive Culture, bahwa awal agama adalah animisme, yaitu kepercayaan terhadap roh – roh yang menghuni makhluk hidup maupun benda mati. Kemudian Emile Durkheim, seorang sosiolog, berpendapat bahwa hal paling primitif di dalam gejala kemasyarakatan adalah agama.

Dari sekian pendapat ahli, baik yang telah disebutkan maupun tidak, asal usul agama adalah perkembangan alamiah, di mana secara fitrah ataupun stimulatif, manusia akan selalu beragama. Namun mereka juga tidak dapat dikatakan telah menjelaskan agama secara keseluruhan, karena kebanyakan agama maupun praktik – praktik keagamaan, tidak dapat dijelaskan demikian.

Singkatnya, ada dua macam sumber agama, yaitu agama yang dibuat oleh manusia dan agama yang diturunkan oleh Tuhan melalui wahyu (agama samawi).