Perang Islam Terbesar

Setelah berkembang dan menyebar ke seluruh penjuru dunia selama berabad-abad, tentu saja umat Islam sudah memiliki sejarah yang begitu panjang. Salah satunya adalah sejarah perang, termasuk perang Islam terbesar dalam sejarah. Peperangan dalam Islam untuk mempertahankan agama dan memperluas wilayah ini ternyata sudah terjadi sejak masa Rasulullah.

perang Islam

Di masa Rasulullah tersebut sudah ada begitu banyak perang islam yang terjadi. Mulai dari perang yang di pimpin Rasulullah sendiri, hingga yang tidak di pimpin Beliau. Lalu apa saja daftar perang terbesar yang sempat terjadi kala itu? Nah, untuk mengetahuinya secara lebih lanjut, silahkan langsung saja simak ulasan berikut ini.

Berikut Perang Islam Terbesar Dalam Sejarah di Masa Rasulullah

1. Perang Badar

Perang badar adalah salah satu perang besar dalam Islam yang terjadi di perbatasan kota Makkah dan Madinah. Perang badar sendiri merupakan perang yang cukup mistis dan ajaib karena hanya 300 an orang muslim dalam pasukan perang ini dapat mengalahkan 1000 pasukan tentara kafir Quraisy yang jelas kekautannya lebih besar. Kisah perang badar juga dicantumkan dalam Alqur’an.

Peperangan ini memang masih belum merupakan perang terdahsyat dalam sejarah Islam. Namun, kemenangan perang badar membangun semangat tinggi bagi kaum muslim sehingga menjadikannya begitu berarti. Dengan kemenangan pada perang badar ini,kamu muslim semakin di yakinkan bahwa mereka sebenarnya mampu mengalahkan Makkah sebagai kota terkuat saat itu atas izin Allah.

2. Perang Uhud

Setelah perang badar usai, kaum kafir Makkah semakin mendalam dendamnya terhadap kaum muslimin. Akhirnya mereka pun kembali menyiapkan pasukan dalam jumlah besar untuk melawan tentara muslim. Bahkan, perang ini sudah mereka persiapkan dengan sebaik mungkin. Dan akhirnya terjadilah perang di gunung uhud yang kini di kenal dengan sebutan perang Uhud.

Meski dalam perang badar kaum muslim mengalami kemenangan, sayang sekali dalam perang uhud yang di alami adalah sebaliknya. Dalam sejarah, kala itu sebenarnya mereka hampir memenangkan perang. Namun, sayang sekali karena keserakahan dan kesombongan umat muslim saat itu, mereka di tegur oleh Allah dengan kekalahan yang amat menyedihkan.

3. Perang Mut’ah

Perang yang satu ini bisa di katakan perang begitu dahsyat untuk melawan ratusan ribu tetara Romawi. Namun, dengan taktik Khalid hin walid yang merupakan penglima perang Islam akhir zaman terbaik, perang ini tidak mengakibatkan banyak tentara muslim yang gugur. Dan perlu di ketahui bahwa ada 5 poin penting yang perlu di garis bawahi dalam perang ini sebagaimana berikut.

a. Latar belakang peperangan

Sebenarnya tidak ada niat perang yang akan di lancarkan dalam masa Rasulullah ini. Hal ini bermual ketika Rasulullah mengirim seorang utusan ke wilayah Bashra, tepatnya Romawi Timur. Namun, utusan tersebut di tangkap dan di bawa ke kaisar mereka. Kemudian, sang utusan di penggal kepalanya. Namun, hal ini belum sampai memicu pada perang karena sang Rasul masih bersabar.

Namun, pada jangka waktu selanjutnya, Rasulullah kembali mengirim utusan di tahun yang sama ke Syam. Namun, ternyata 15 utusan Rasulullah ini di bunuh. Padahal sebelumnya ini tidak pernah terjadi karena membunuh utusan damai sama dengan mengobarkan perang. Akhirnya Rasulullah pun menyiapkan 3000 pasukan untuk berangkan ke Syam.

b. Jalannya peperangan

Sebelum memberangkatkan pasukannya, sebenarnya Rasulullah sudah menyadari bahwa menyerang bushra berarti menyerang Romawi juga. Padahal jika di bandingkan dengannya, jelas dari jumlah saja sudah kalah jauh. Namun, dengan niat dan tekad, pasukan muslim pun bergerak meninggalkan madinah. Dan ketika kabar di dengar oleh musuh, jelas mereka akan bersiap.

Dalam persiapan untuk menerima perlawanan ini, tentu saja musuh mengerahkan pasukannya dalam jumlah besar. Bahkan tidak hanya ribuan, tetapi hingga ratusan ribu. Jumlah total dari lawan tentara muslim kala itu lebih dari 200 ribu orang. Sedangkan tentara muslim, dalam perang mut’ah ini berangkat dari Madinah tanpa tahu apa yang akan di hadapinya di sana.

c. Kepahlawanan dan syahidnya para sahabat

Perang terbesar dalam sejarah ini berada di bawah pimpinan Zaid bid Haritsah. Dengan semangat yang membara, Zaid berada di medan perang dan terus melakukan perlawanan. Namun sayang sekali dia gugur di tengah perang dan kepemimpinannya langsung di gantikan oleh Ja’far Bin Abi Thalib. Namun, sangat di sayangkan pula karena Ja’far puh gugur.

Selain itu, satu sahabat lagi yang gugur di sini adalah Abdullah bin Rawahah. Dalam beberapa saat setelah kegugurannya, berita ini sampailah pada Rasulullah. Kemudian, Rasulullah merasakan kesedihan yang amat luar biasa atas keguguran mereka. Bahkan, rasulullah menyampaikan berita duka ini pada anak dan istri ja’far secara langsung dengan mendatangi rumah mereka.

d. Strategi perang Khalid bin Walid

Ketika panglima perang tentara muslim dalam perang mut’ah ini gugur, tentu saja pasukan muslim kehilangan komandonya. Akhirnya di lakukan pemilihan panglima baru yang jatuh pada Khalid Bin Walid. Dalam kepemimpinannya ini, karena menyadari mustahil mengalahkan 200 ribu pasukan hanya dengan 3000 orang saja, beliau pun menyusus strategi perang untuk melemahkan mental.

Dalam startegi ini, beliau melakukan pergatian sisi pasukan setiap hari sehingga lawan mengira bahwa ada bantuan yang di kirimkan pada mereka. Selain itu, beliau juga memerintahkan pasukan agar menarik pelepah pohon setiap melangkah ke medan perang sehingga pasukan musuh mengira ada bantuan yang datang. Dan hasilnya, ternyata pasukan Romawi ini terkecoh dengan strategi itu.

e. Hasil peperangan

Setelah menyaksikan peristiwa dari strategi yang di gunakan oleh Khalid bin Walid, akhirnya tentara Romawi menari mundur pasukannya. Begitu pula tentara muslim, mereka pun kembali ke Madinah. Dan jumlah muslim yang gugur hanyalah belasan orang saja. Dan untuk kemenangannya, menurut Ibnu Isyhap dan Ibnu Hisyam seimbang. Namun menurut Ibnu Katsir musliminlah pemenangnya.

4. Perang Ahzab

Perang Ahzab merupakan peperangan dalam sejarah umat Islam untuk melawan kaum Yahudi. Bahkan kaum yahudi telah melakukan provokasi pada berbagai suku hingga jumlah mereka mencapai 10 ribuan dan bahkan ada yang menyebutnya lebih. Namun, akhirnya tentara muslim memenangkannya dengan strategi penggalian parit sehingga musuh pun terhalang.

5. Perang Tabuk

Setelah para pasukan saling mengundurkan diri dalam perang mut’ah, ternyata sejarah ini tidak berlalu begitu saja. Setelah itu, ada kabar bahwa tentara Romawi sedang mempersiapkan tentara besar-besaran untuk menyerang umat Islam. Namun, karena saat itu sedang di landa kemarau, akhirnya Rasulullah memilih mempersiapkan perlindungan kaum muslim dengan pergi ke Tabuk.

Karena hal inilah akhirnya perang ini di sebuta dengan ekspedisi Tabuk. Rasulullah pun mengunjungi banyak kabilah di sana. Dan ekpedisi ini berlangsung hingga 30 hari lamanya. Nah, ketika sampai di Tabuk, akhirnya tentara yang ingin menyerang ketakutan karena ada 30 ribu orang yang berhasil di kumpulkan Rasulullah dan adu pedang pun akhirnya gagal terjadi.

Baca juga : Sejarah Kebudayaan Islam

Demikian informasi tentang 5 perang Islam terbesar dalam sejarah Rosulullah. Banyak kemenangan yang diraih pasukan Islam dalam melawan musuh-musuhnya. Semua peperangan tersebut dilakukan dengan gagah berani dan menggunakan strategi perang yang menakjubkan dari sejarah masing-masing perang yang dapat menjadi cerita sampai saat ini.