Doa Kafaratul Majelis Atau Doa Penutup Acara

Simak ulasan tentang √ doa kafaratul majelis atau doa penutup acara sebagai √ doa permohonan ampunan kepada Allah ketika berkumpul.


Majelis

Seperti yang kita pahami bahwa manusia adalah makhluk sosial dan makhluk bermasyarakat. Manusia tidak bisa hidup menyendiri, tanpa bergaul dengan orang lain.

Doa-Penutup Acara

Manusia tidak dapat lepas dari bantuan manusia lain. Maka, sudah seharusnya setiap manusia dituntut untuk menjalin hubungan bersama manusia lainnya dengan sebaik-baiknya.

Allah berfirman dalam Al Quran surah Ali Imran ayat 103 :

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا

Artinya :

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah seraya berjamaah, dan janganlah kamu bercerai-berai…”(QS. Ali-Imran ayat 103).

Dari firman Allah diatas, sudah jelas bahwa manusia memang dianjurkan untuk berkumpul di jalan Allah dan jangan bercerai berai.

Bila manusia sedang berkumpul, biasanya mereka tidak lepas dari pembicaraan antara satu sama lain. Mereka saling berkomunikasi untuk membahas atau membicarakan sesuatu hal.

Setiap kali menusia berkumpul lalu terlibat dalam suatu pembicaraan, maka itu merupakan sebuah majelis atau sebuah acara.

Jadi majelis atau acara adalah berkumpulnya sekelompok orang dalam suatu pembicaraan. Walaupun perkumpulan itu hanya dihadiri oleh dua orang saja.

Majelis bisa berupa majelis musyawarah, majelis muamalah, atau boleh jadi majelis ta’lim atau pengajian.

Tentunya, setiap kali orang berkumpul, banyak sekali hal yang bisa mereka bicarakan.

Pembicaraan itu bisa berkisar dari hal-hal yang bermanfaat hingga hal-hal yang tidak bermanfaat, dari hal-hal baik yang mendatangkan kemaslahatan hingga hal-hal buruk yang mengundang dosa dan kemaksiatan.

Bagi yang berkumpul dalam majelis dalam kebaikan seperti berdzikir maka Allah akan menyebut mereka di depan para malaikat.

Rasulullah bersabda :

لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

Artinya :

“Tidaklah sekelompok orang duduk berdzikir kepada Allah, kecuali para malaikat akan mengelilinginya, rahmat Allah akan meliputinya, ketentraman akan turun kepadanya, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan (para malaikat) yang ada di sisi-Nya.”

Jadi berkumpul dalam majelis untuk kebaikan akan mendapatkan rahmat dan naungan dari Allah.

Yang Dilakukan di Majelis

Doa-Penutup-Majelis

Apakah yang perlu kita perhatikan saat berada dalam majelis?

Kita harus menjaga lisan atau ucapan-ucapan. Itulah hal utama yang penting dilakukan. Tapi, menjaga lisan itu sungguh tidaklah mudah.

Sangat sedikit orang yang mampu menjaga lisannya dengan baik. Berkata jujur merupakan sesuatu yang teramat langka di zaman sekarang ini.

Apakah ketika berbicara sesuai dengan kenyataan?

Sungguh, tidaklah demikian. Saat berbicara atau bercerita, lisan ini mudah untuk melebih-lebihkan hal yang biasa, bahkan membesar-besaran sesuatu yang kecil.

Kadang malah menambahkan perkataan yang tidak sesuai kenyataan, mengurangi fakta, dan bahkan terkadang menyampaikan sesuatu yang mengandung dusta dan kebatilan.

Apalagi kalau yang diajak bicara orangnya menanggapi dan kerap mengiyakan alias mengangguk. Maka, kita pun menjadi begitu bersemangat berbicara hingga terkadang tak ingat waktu dan sering lepas control.

Terkadang pula, apa yang kita ucapkan itu telah benar, tapi tanpa kita sadari telah menyinggung dan menyakiti persaan orang lain.

Mengungkapkan kebenaran itu adalah baik, tapi jika disampaikan dengan cara yang kurang bijak, maka itu bisa membawa mudharat untuk diri kita dan juga orang yang mendengarnya.

Alangkah buruknya, ternyata ini semua kerap terjadi dalam majelis-majelis dzikir, seperti pengajian, musyawarah keagamaan, forum silatuhrahim, dan lain sebagainya.

Lalu, bagaimana jika berkumpul hanya untuk ngobrol masalah dunia?

Tentu, majelis itu akan sangat rentan terhadap kesalahan, dosa, dan kemaksiatan. Gunjingan, celaan, kebohongan, hingga fitnah dan tipu daya adalah perkara-perkara yang sering kali menjadi hiasan majelis tersebut.

Pada kesempatan ini wisatanabawi akan mengulas tentang doa kafaratul majelis sesuai sunnah Rasulullah sebagai doa penutup acara ketika berkumpul.

Doa Kafaratul Majelis

Rasulullah telah memberikan teladan terbaik kepada umatnya dalam hal bermajelis atau ketika berkumpul.

Diriwayatkan dari Ibnu Umar Ra, bahwasannya pernah dihitung bacaan beliau dalam satu majelis sebanyak seratus kali sebelum Beliau berdiri, yaitu :

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الْغَفُورُ

Artinya :

“Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Menerima Taubat lagi Maha Pengampun.” (HR. Tirmidzi dan lainnya).

Rasulullah, juga telah mengajarkan bagaimana caranya menghapus dosa dan kesalahan dalam majelis. Beliau mengajarkan sebuah doa yang begitu indah.

Jika kita sanggup membacanya dengan sepenuh hati, maka setiap kesalahan dan dosa yang kita lakukan selama berada dalam suatu majelis akan dihapus dan diampuni oleh Allah.

Berikut adalah doa kafaratul majelis yang diajarkan Rasulullah.

Bacaan Doa Kafaratul Majelis

Doa-Kafaratul-Majelis

Bacaan Doa Kafaratul Majelis Arab

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

“Subhaanakallaahumma wa bìhamdìka, asyhadu al-laa ìlaaha ìllaa anta, astaghfìruka, wa atuubu ìlaìka”

Artinya :

“Maha Suci Engkau, ya Allah Tuhanku, dan aku memuji syukur kepada-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Ampunilah dosa-dosaku dan aku bertaubat kepada-Mu.” (HR. Tirmidzi).

Doa ini juga dikenal dengan sebutan doa penutup majelis atau doa penutup acara. Karena doa ini sering dibacakan ketika suatu acara sudah selesai sebagai doa penutup.

Mengapa disebut doa kafaratul majelis?

Sebab, doa ini berfungsi untuk menebus atau menghapus dosa dalam majelis, paling tidak atas segala kesalahan atau kelalaian selama majelis itu berlangsung.

Rasulullah bersabda :

“…Ia menjadi kafarah (penebus/penghapus) atas apa yang berlaku dalam majelis.” (HR. Abu Dawud, Nasa’I dan Hakim).

Jika majelis itu adalah majelis yang dipenuhi kebaikan, maka doa ini akan menyegel kebaikan tersebut. Dan, apabila majelis yang banyak keburukannya, maka doa ini akan menghapus keburukan itu.

Sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah :

“…Jika ia membacanya dalam majelis dzikir, maka ia (doa itu) seperti segel yang menyegel kebaikan itu. Dan, barang siapa membacanya dalam majelis yang sia-sia, maka doa tadi menjadi kafarah atasnya.” (HR. Nsa’o, Thabrani, Hakim, Abu Na’im, dan adh-Dhiya’).

Simak dan baca : Doa Bertemu Saudara Muslim

Makna Doa Kafaratul Majelis

Doa kafaratul majelis ini sangat indah. Dan dalam doa ini memiliki makna yang luar biasa bagi yang membacanya. Simak makna doa kafaratul majelis berikut.

1. Bacaan Tasbih

Kita mengawalinya dengan membaca tasbih, menyucikan Allah.

Artinya, Engkaulah Allah Dzat Yang Maha Suci dari segala cela dan kekurangan. Sedangkan diriku ini makhluk lemah yang dipenuhi dengan kekurangan dan kezhaliman, dilumuri oleh dosa dan kemaksiatan, ditempati kealpaan dan kelalaian.

Kalimat tasbih menyimpan makna sebuah pengakuan atas segala kelemahan, kezhaliman, kebodohan, dan kelupaan kita.

Ungkapan tasbih ini juga mengandung arti bahwa kita melepaskan diri dari segala bentuk kesyirikan yang pernah kita lakukan, baik dalam perbuatan, perkataan, maupun pikiran.

Dan, di dalam perbuatan, perkataan, maupun pikiran. Dan, di dalam tasbih terkandung pula makna doa dan permintaan pahala.

Rasulullah bersabda :

“Barang siapa suka bila pahalanya ditakar dengan takaran yang penuh di hari kiamat, hendaklah ia membaca di akhir majelisnya ketika ia hendak berdiri, ‘Subhaanaka rabbika rabbil izzati….’ Sampai akhir.” (HR.Ibnu Abi Hatim).

Simak dan baca : Doa Nurbuat

2. Bacaan Tahmid

Bersamaan dengan bacaan tasbih tersebut, kita pun mengucapkan tahmid (memuji Allah).

Artinya, segala puji adalah kepunyaan Allah. Aku memuji atas segala nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku sehingga diriku masih diberi kesempatan untuk beriman, bertaubat, dan berbuat taat kepada-Mu.

Allah berfirman dalam surah At-Tur ayat 48 :

وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ حِينَ تَقُومُ

Artinya :

“….Dan, bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri.” (QS. At-Tur ayat 48).

3. Doa Memohon Ampunan

Setelah membaca tasbih dan tahmid, baru kemudian kita berdoa memohon ampunan atas segala dosa, kesalahan, dan kelalaian yang kita lakukan selama dalam majelis. Lalu, dilanjutkan dengan bertaubat atas segala dosa yang kita kerjakan.

Simak dan baca : Doa Keselamatan

4. Bacaan Istighfar

Istighfar berfungsi untuk meminta kepada Allah, agar terjaga dari keburukan dosa yang lalu, baik keburukan di dunia dan terlebih keburukan di akhirat.

Rasulullah bersabda :

طُوبَى لِمَنْ وَجَدَ فِي صَحِيفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيرًا

Artinya :

“Beruntunglah bagi orang-orang yang memperoleh di dalam catatan amalnya istighfar yang banyak.”

Sedangkan taubat yang berarti penyesalan dan komitmen untuk berhenti dari dosa, berfungsi untuk menjaga diri kita dari perilaku dosa di masa mendatang.

Simak dan baca : Doa Sayyidul Istighfar

Demikian ulasan tentang doa kafaratul majelis sesuai sunnah yang dapat Anda panjatkan ketika sedang berkumpul. Kadang ketika berkumpul dan bergurau kita tidak tahu ada kata-kata atau ucapan yang salah. Maka dengan membaca doa ini, kita memohon ampunan dari Allah.

Loading...

Tata Cara Berdoa

Wahyoeni
3 min read

Bacaan Ayat Kursi

Wahyoeni
5 min read

Doa Kafarah Ghibah

Wahyoeni
5 min read

Doa Qunut Nazilah

Wahyoeni
3 min read

Doa Masuk Masjid

Wahyoeni
2 min read