Doa Sebelum Makan

Simak ulasan tentang √ doa sebelum makan, √ doa sebelum makan arab, √ doa sebelum makan latin serta √ arti dan makna doa sebelum makan pada artikel ini.

Makan

Makan adalah aktivitas sehari-hari yang tidak bisa ditinggalkan. Setiap yang hidup pasti membutuhkan makan.

Sebagai aktivitas harian kita sering mengabaikannya dan tidak pernah mau memikirkannya. Padahal, makan adalah sumber pokok hidup, makan sangat menentukan hidup.

Berdoa-Sebelum-Makan-dan-Artinya

Apakah hidup kita akan sehat atau sakit, sangat ditentukan oleh makanan yang kita makan. Makanan yang cukup dan bergizi akan berpengaruh positif pada kemampuan fisik dan mental, sedangkan makanan yang kurang bergizi akan membuat fisik dan mental menjadi lemah.

Apakah perilaku kita akan baik atau buruk, juga sangat ditentukan oleh jenis makanan yang kita konsumsi. Makanan yang halal akan membuat konsumennya memiliki etos halal dan mudah melakukan perbuatan yang halal serta menentang terhadap perbuatan yang haram.

Sebaliknya, makanan yang haram meskipun bergizi, tentu akan mendorong konsumennya mudah melakukan perbuatan haram.

Apakah jiwa kita akan tenang atau gelisah, itu juga sangat ditentukan oleh makanan yang masuk ke perut kita.

Nabi Muhammad menjelaskan:

“Sesungguhnya, hati itu akan merasa tenang terhadap yang halal dan tidak akan tenang terhadap yang haram.”(HR.Thabrani).

Hadits tersebut memberi petunjuk kepada kita bahwa makanan yang halal akan menimbulkan ketenangan hati dan batin kita.

Sebaliknya, makanan yang haram atau yang diperoleh dengan cara yang haram akan mengakibatkan keresahan, kecemasan, dan kegelisahan.

Apakah keturunan kita akan berbentuk menjadi anak yang shalih atau durhaka, sangat ditentukan oleh sumber makanan yang kita makan. Apakah zat-zat gizi yang membentuk organ tubuh seseorang itu berasal dari makanan haram, sudah tentu menghasilkan keturunan yang haram juga.

Begitulah, makanan memiliki andil yang sangat besar dalam kehidupan fisik kita, tapi ia juga berpengaruh terhadap sikap mental dan kepribadian diri kita.

Fakta ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa makanan mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap tubuh, jiwa, emosi, dan akal. Karena itu, sudah semestinya jika kita menaruh perhatian yang besar terhadap masalah makanan ini.

Allah berfirman dalam Al Quran surah Abasa ayat 24:

فَلۡیَنۡظُرِ الۡاِنۡسَانُ اِلٰی طَعَامِہٖۤ

Artinya:

“Maka, seharusnya manusia memerhatikan makanannya.” (QS. Abasa ayat 24).

Doa Sebelum Makan

Bagaimana agar makanan yang masuk ke tubuh kita mendapat keberkahan sehingga menghasilkan dan kemaslahatan?

Salah satu upaya yang bisa kita lakukan adalah dengan berdoa. Yaitu dengan mengucapkan atau membaca doa sebelum makan sebagaimana diajarkan Rasulullah ketika hendak makan.

Bacaan Doa Sebelum Makan

Doa-Sebelum-Makan

Bacaan Doa Sebelum Makan Arab

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Bacaan Doa Sebelum Makan Latin

“Alaahumma barik lanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa ‘adzaa bannar”

Arti Doa Sebelum Makan

“Ya Allah, berkahilah untukku dalam sesuatu yang Engkau rezekikan kepadaku, dan peliharalah aku dari siksa neraka.” (HR.Ibnu Sunni).

Sebagai umat muslim, barangkali kita telah sangat akrab dengan doa makan di atas. Begitu pula dengan anak-anak kita. Sejak dini mereka juga sudah diajarkan untuk menghafalkan doa sebelum makan ini, baik melalui pembelajaran di rumah, madrasah, atau sekolah.

Makna Doa Sebelum Makan

Namun, tahukah kita apa makna atau pesan yang terkandung dalam doa tersebut?

Doa-Sebelum-Makan-Untuk-Mohon-Perlindungan

Baiklah, sekarang marilah kita cermati makna kandungan dari doa ini. Di awal doa tersebut, kita memohon kepada Allah. Agar diberi keberkahan atas rezeki makanan yang telah diberikan oleh-Nya.

1. Bacaan “Allaahumma baarik lana fiima razaqtana…”

Sebagaimana kita baca, “Allaahumma baarik lana fiima razaqtana…” (اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا) yang artinya “Ya Allah, berkahilah untukku dalam apa yang Engkau rezekikan kepadaku”.

Apa makna dari doa di atas?

Kalimat di atas mengandung makna bahwa orang yang membaca doa ini akan diingatkan pada arti pentingnya keberkahan, diajak untuk mencari dan mengejar keberkahan.

Sungguh, betapa banyak orang tidak mengerti, tapi ia tidak menyadarinya atau enggan mengingatnya.

Dengan berdoa meminta keberkahan, berarti kita merupakan orang yang tahu, ingat, dan berkeinginan untuk meraih keberkahan. Ini adalah modal dasar untuk memperoleh keberkahan.

Keberkahan Makanan

Bagaimanakah keberkahan makanan itu didapat?

Ketika lisan Anda mengucapkan doa sebelum makan ini dan Anda pun mengerti maknannya. Maka otomatis Anda akan disadarkan pada makna keberkahan makanan yang ada di hadapan Anda.

Keberkahan makanan itu terkait dengan tiga hal, yaitu:

  1. Sumber makanan
  2. Cara memakannya
  3. Pentasarrufan makanan

1. Sumber Makanan

Anda akan dihadapkan pada pertanyaan apakah makanan yang diperoleh berasal dengan cara yang halal?

Jika yang Anda makan adalah sesuatu yang haram, patutkah Anda meminta keberkahan dari makanan Anda itu.

Mungkinkah sesuatu yang haram bisa menghasilkan keberkahan?

Sungguh, itu tidak mungkin. Tidaklah daging yang terbuat dari hal yang haram, kecuali ia akan membuahkan perbuatan yang haram pula. Kalau demikian, berarti orang yang membaca doa ini makanannya haruslah halal terlebih dahulu.

2. Cara Memakannya

Kedua, setelah yakin bahwa makanan yang ada di hadapan kita itu benar-benar halal, maka untuk memperoleh keberkahan kita harus pula menjaga etika makan.

Mengapa perlu menjaga cara memakan?

Karena, jika kita makan tanpa aturan, maka yang didapat bukannya keberkahan, tapi malah menimbulkan bahaya dan penyakit.

Maka, orang yang membaca doa sebelum makan akan terdorong untuk makan dengan tenang. Makan dengan tangan kanan, tidak tergesa-gesa ketika makan, tidak berlebihan atau terlalu kenyang, tidak memubazirkan makanan, dan tidak rakus dengan makanan.

3. Pentasarrufan makanan

Usaha untuk meraih keberkahan tidak berhenti sampai di sini. Masih ada tugas penting lain yang harus dilakukan. Yaitu mentasarruf-kan nikmat makanan yang telah menjadi tenaga dan kekuatan itu untuk digunakan berbuat kebaikan dan amal ketaatan.

Maka, orang yang telah membaca doa sebelum makan, ia akan termotivasi kuat untuk melakukan amal kebaikan sehingga hidupnya akan dipenuhi keberkahan dari Allah.

Kita makan bukan sekedar mengobati rasa lapar dan memenuhi selera semata, tapi juga untuk menjaga ketaatan kepada Allah. Dengan makan, kita berharap bisa konsisten dalam ketakwaan.

Inilah pesan yang hendak disampaikan melalui doa minta keberkahan di atas. Jadi, yang dikehendaki bukan hanya sekedar doa meminta keberkahan saja, namun ia menyimpan sebuah anjuran dan motivasi agar kita benar-benar mengupayakan dan merealisasikan keberkahan makanan itu.

2. Bacaan “…Waqinaa ‘adzaa bannar”

Kemudian, di akhir doa ini kita membaca “…Waqinaa ‘adzaa bannar” (عَذَابَ النَّارِ) memohon perlindungan kepada Allah agar dipelihara dan dijauhkan dari siksa neraka.

Mengapa doa sebelum makan ada pemintaaan agar dijauhkan dari api neraka?

Sebab, siksa neraka itu erat kaitannya dengan makanan. Bukankah timbulnya suatu perbuatan itu karena kekuatan yang dihasilkan dari makanan yang diproses dalam tubuh kita.

Jika seseorang melakukan dosa atau kemaksiatan, maka sesungguhnya itu tidak jauh dari pengaruh makanan yang dikonsumsinya.

Rasullah bersabda:

“Setiap daging yang tumbuh dari barang yang haram, maka neraka lebih utama baginya.” (HR. Baihaqi).

Artinya, makanan yang haram itu akan mendorong kepada perilaku dan perbuatan yang haram juga, dan akhirnya menyebabkan kecelakaan yang bersifat abadi di akhirat nanti. Sepotong daging dalam tubuh kita yang berasal dari makanan haram, tentu akan mendorong pada perilaku yang menggiring kita ke neraka.

3. Bacaan Bismillah

Setelah itu, baru kita membaca “bismillah” untuk mengawali makan kita. Dengan bacaan basmalah ini, kita akan terhindar dari gangguan dan keikutsertaan setan dalam proses makan kita, sebagaimana yang diterangkan dalam sebuah hadits.

“Dan, ketika ia tidak menyebut nama Allah saat makannya, setan berkata,”Kalian mendapatkan tempat menginap dan makan malam.” (HR.Ahmad, Muslim, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Apa makna keikutsertaan setan dalam makan kita?

1. Setan ikut serta dalam makan

Setan benar-benar ikut makan Bersama kita dalam makanan yang kita makan, sebagaimana dijelaskan dalam sabda Nabi Muhammad.

“Sesungguhnya setan bisa makan jika tidak disebut nama AllahSwt. Padanya (makanan itu). ”(HR.AHhmad, Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i).

2. Dengan membuka peluang makan bagi setan, maka telah membuak jalan setan

Dengan memberi peluang makan bagi setan, maka berarti kita telah membuka jalan setan. Memberi kekuatan untuknya agar lebih kuat lagi dalam memperdaya dan mencelakakan kita.

Dengan demikian, setan akan lebih leluasa, lebih giat, dan lebih tangguh dalam menggoda kita sehingga setan betah tinggal di hati kita. Dan, bukannya tidak mungkin, hati kita akan menjadi sarang yang kuat bagi setan.

Ingatlah bahwa setan itu menggoda manusia lewat perjalan darahnya.

“Sesungguhnya, setan itu berjalan dalam tubuh manusia mengikuti jalan peredaran darahnya.” (HR.Ahmad, Bukhari, dan Muslim).

“Dampak lainnya, makanan yang tidak disebut nama Allah di dalamnya, maka sesungguhnya ia adalah penyakit, dan tidak ada keberkahan di dalamnya.” (HR.Dailami dan Ibnu’Asakir).

Sesungguhnya, hati itu dibina dengan apa yang dimakan. Kalau zat-zat makanan yang masuk ke dalam tubuh membentuk hati kita itu bersih dan disinari cahaya Illahi, maka hati kita juga akan bersih dan bersinar.

Sebaliknya, kalua zat-zat makanan yang masuk ke dalam tubuh dan membentuk hati kita itu kotor dan berpenyakit, maka hati kita pun juga ikut kotor, berpenyakit, dan gelap.

Inilah pentingnya bacaan bismillaah saat makan. Disamping menghalang setan untuk bisa turut makan, juga untuk menghasilkan keberkahan makanan yang kita makan.

Karena itu, kita tetap dianjurkan membaca doa bismillah ini di tengah-tengah makan, saat kita terlupa membacanya di awalnya.

Diriwayatkan dari Aisyah Ra. Bahwasannya Nabi Muhammad bersabda:

”Jika salah seorang dari kalian makan makanan, hendaklah ia menyebut nama Allah. Jika ia lupa menyebut nama Allah di awalnya, maka hendaklah ia mengucapkan”

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Artinya:

“Dengan menyebut nama Allah di awalnya dan akhirnya.” (HR.Abu Dawud, Tirmidzi, dan Hakim).

Simak dan baca juga : Doa Sesudah Makan

Demikian ulasan tentang doa sebelum makan yang memiliki keutamaan untuk mendapatkan keberkahan dan dijauhkan dari siksa api neraka. Semoga senantiasa Allah melimpahkan keberkahan pada makanan yang kita makan, Aamin.

Doa Untuk Orang Sakit

Wahyoeni
4 min read

Doa Sesudah Wudhu

Wahyoeni
5 min read

Doa Paling Utama

Wahyoeni
3 min read

Doa Untuk Pengantin

Wahyoeni
5 min read

Doa Masuk Kamar Mandi

Wahyoeni
3 min read