Hal-Hal yang Membatalkan Sholat

Hal-Hal yang Membatalkan Sholat – Setelah sebelumnya wisatanabawi sudah membahas tentang bacaan niat sholat wajib dan rukun sholat atau tata cara sholat fardhu, kali ini akan membahas tentang hal-hal yang membatalkan sholat.

Selain Anda perlu memahami bacaan niat sholat wajib, syarat dan rukun shalat. Sebagai seorang muslim yang memiliki kewajiban untuk melaksanakan sholat 5 waktu ataupun sholat sunnah, juga harus mengetahui hal-hal yang membatalkan sholat.

Hal-Hal yang Membatalkan Sholat

Karena sholat akan menjadi tidak sah jika Anda melakukan perbuatan yang bisa membatalkan sholat Anda. Bila Anda lupa akan hitungan rakaat atau terlupa salah satu rukun sholat, Anda bisa melaksankan sujud Sahwi di akhir sholat Anda. Namun jika batal sholat Anda karena sesuatu yang membatalkan sholat, maka tidak sah sholat Anda.

Hal-Hal-yang-Membatalkan-Sholat

Terdapat 15 hal-hal yang membatalkan sholat, yang mungkin belum Anda ketahui. Yuk simak ulasan hal-hal apa saja yang membatalkan Sholat.

Berikut hal-hal yang membatalkan shalat

1. Masih ber-Hadats

Dalam hal ini Anda masih berhads baik itu hadas kecil maupun hadas besar.

2. Terkena Najis.

Misalkan ketika Anda sedang melakukan sholat tiba-tiba kejatuhan kotoran yang najis, bila tidak secepatnya dibersihkan atau dihindarkan akan membuat sholatnya batal. Bila najis itu hanya mengenai disampingnya saja, atau tidak pada tempat untuk sholat maka tidak menjadi masalah dan tidak membatalkan sholat Anda.

3. Terbukanya Aurat.

Terbukanya aurat ketika sedang melakukan sholat jika tidak segera ditutupi akan membuat shalatnya batal. Jika auratnya terbuka karena tertiup angin dan Anda segera menutupinya maka tidak membatalkan sholat.

Namun jika terbukanya berulang-ulang sehingga Anda membetulkanya atau melakukan gerakan yang berulang-ulang maka hal itu dapat membatalkan shalat.

4. Berbicara atau mengeluarkan suara satu huruf atau dua huruf yang bisa dipahami.

Apabila bicaranya tidak disengaja, maka tidak membatalkan sholat. Juga jika suaranya untuk membenarkan rukun-rukun sholat juga tidak membatalkan sholat, seperti dehem untuk kelancaran membaca surat-surat atau bacaa adalam sholat.

Mengeluarkan suara yang dimaksud dalam hal ini adalah berbicara selain bacaan sholat, doa dan dzikir. Jika mengeluarkan suara bermaksud untuk berkomunikasi dengan sebelahnya maka hal itu dapat membatalkan shalat.

5. Sengaja melakukan hal-hal yang bisa membatalkan puasa.

Semua hal yang dapat membatalkan puasa, juga dapat membatalkan ibadah shalat jika dilakukan secara sengaja. Walaupun dilakukan tanpa kesengajaan, hal itu tetap membatalkan shalat.

6. Makan dan Minum.

Orang yang makan dan minum di dalam sholatnya akan membatalkan ibadah sholatnya, apalagi disengaja. Walaupun sedikit tetap membatalkan sholatnya.

Kecuali makannya itu tidak disengaja, dan jumlahnya sedikit. Kalau makannya dalam jumlah yang banyak walaupun tidak disengaja, tetap membatalkan sholat.

7. Tiga kali bergerak secara berturut-turut walaupun dalam keadaan lupa.

Yang dimaksud bergerak berturut-turut disini adalah melakukan gerakan-gerakan diluar gerakan dalam rukun-rukun sholat. Gerakan berturut-turut sampai tiga kali, dapat membatalkan sholat, walaupun dilakukan dengan ketidaksengajaan atau lupa.

Kalau dalam sholat, gerakannya sekali-sekali dan jangan berturut-turut tidaak membatalkan sholatnya. Ada juga gerakan yang todak membatalkan sholat, misalnya gerakan menyamakan barisan makmum sholat.

Misalkan ada imam dan satu makmum, yang posisinya berdekatan dengan imam yang sudah sholat berjamaah duluan. Maka ketika ada makmum yang baru atau makmum masbuq, makmum yang pertama menyamakan barisan dengan makmum yang baru.

Pada kondisi ini makmum pertama harus bergerak mundur untuk menyamakan barisan dengan makmum masbuq. Adapun gerakan menyamakan barisan ini bisa dilakukan dengan gerakan mundur dengan langkah lebar, kemudian diikuti dengan gerakan menyamkan barisan.

Tapi jika dalam sholat melakukan gerakan berkali-kali dan brturut-turut lebih sampai tiga kali seperti menggaruk-nggaruk daerah kulit yang gatal maka akan membatalkan sholat Anda.

8. Melompat sangat jauh.

Melompat terlalu jauh karena ada sesuatu hal yang menakutkan. Misalnya ketika sedang sholat ada binatang ular atau binatang lainnya. Sebenarnya melompat tidak akan membatalkan sholat karena melompat harus dilakukan untuk menghindari bahaya dan demi keselamatan. Namun jika melompatnya terlalu jauh maka inilah yang akan membatalkan sholatnya.

9. Memukul dengan keras.

Adalah ketika memukul ikut menjadi makmum dalam hal ini menepuk, atau memukul seharusnya dilakukan dengan pelan. Namun cukup dijamaah yang kira-kira imam mengerti akan adanya makmum yang akan mengikuti.

10. Menambahi rukun sholat.

Rukun yang dimaksud adalah rukun fi’liyah, apabila rukun-rukun itu ditambah dengan sengaja maka dapat membatalkan sholat. Misalnya meletakkan takhbiratul ikhram bukan pada tempatnya, atau melirihkan niat tidak sebagaimana dilakukan di dalam hati.

Lain halnya jika lupa hitungan jumlah sujud atau terlewat salah satu rukun sholat karena ketidaksengajaan. Hal ini dapat ditutup dengan melalkukan sujud sahwi di akhir sholatnya setelah akhiyat akhir sebelum salam.

11. mendahului Imam.

Seorang makmum yang gerakan rukuknya mendahului imam dapat menyebabkan sholatnya batal. Tidak hanya ruku’, namun seluruh gerakan-gerakan imam tidak boleh di dahului oleh makmum.

Yanh sering terjadi adalah ketika duduk diantara dua sujud atau berdiri setelah sujud. Bagi yang tidak fikus mendengarkan imam akan mudah sekali mendahului gerakan imam.

12. Sengaja memperlambat.

Adalah sengaja memperlambat gerakan imam. Misalnya imam sudah melakukan sujud, namun makmum masih tetap berdiri sampai imam sudah bangkit dari sujudnya.

Gerakan makmum harus mengikuti gerakan imam, tidak mendahului dan memperlambat dengan sengaja gerakannya terhadap gerakan imam.

Misal ada makmum yang bacaanya masih belum lancar. Ketika imam sudah melanjutkan gerakan sholatnya ke rukun berikutnya, makmum dianjurkan memotong bacaannya dan mengikuti gerakan imam, tanpa harus menyelesaikan bacaannya.

13. Niat memotong sholat.

Ketika sedang mengerjakan sholat di dalam hatinya menginginkan sholatnya putus karena ada sebab-sebab yang menjadikannya ragu. Misalny ragu, apakah tadi sudah mengucapkan Fardhu dalam sholatnya.

Sebagai peringatan, bahwa seseorang yang sudah ditengah-tengah sholatnya dan berusaha untuk membatalkannya adalah pekerjaan yang buruk sekali.

Karena sholat adalah ibadah untuk berserah diri kepada Allah dan ternyata tiba-tiba dibatalkan begitu saja hanya karena ragu-ragu. Dalam islam sudah diatur, jika Anda lupa atau ragu dalam hitungan rakaat atau terlewat rukunnya, bisa melakukan sujud sahwi.

14. Menggantungkan sholat dengan sesuatu.

Maksud menggantungkan sholat adalah menggantungkan niat sholat terhadap sesuatu yang yang dimaksud akan membatalkan sholat tersebut.

Misal melakukan sholat akan tetapi sebelum sholat tapi dalam hati atau terucap di mulut seperti, “Saya akan sholat dahulu, namun jika yang ditunggu-tunggu sudah datang, saya akan membatalkan sholat.”

Menggantungkan bat seperti itutidak boleh, karena bisa membatalkan sholat. Walaupun orang yang ditunggu-tunggu tidak datang dan melakukan sholatnya sampai selesai, menggantungkan sholat ini tetap membatalkan sholatnya.

15. Ada keraguan ingin memutus sholat.

Ragu, “Apakah ketika sedang shalat harus membatalkan sholat atau tidak”. Gerakan atau perasaan hati seperti itu adalah wajar dialami oleh orang-orang yang sedang sholat namun masih memikirkan masalah-masalah yang sedang dipikirkannya.

Misalnya waktu mengucapkan takbir atau sedang rukuk teringat dengan perkara-perkara yang membuat dia tidak khusuk. Misalnya sedang mulai sholat malam tahajud atau sholat hajat, namun ketika sedang sholat teringat, “Apakah pintu rumah belakanag sudah dikunci atau belum ya?”.

Sehingga hal ini membuat ragu apakah melanjutkan sholatnya atau tidak. Kalau Anda mengalami hal seperti itu lebih baik batalkan sholat Anda dan lakukan perkara yang membuat sholat Anda tidak sah.

Jika terjadi hal-hal berhubungan dengan keraguan ketika sedang sholat, maka lebih baik dibatalkan saja. Karena perlu berhati-hati, syetan akan tetap menggoda Anda walau Anda sedang mengerjakan sholat.

Syetan akan selalau mengganggu hamba Allah agar tidak khusuk, lupa akan hitungan rakaat dan lewat rukun-tukun sholat. Untuk itu Khusuklah dan fokus ketika mengerjakan sholat.

Hal-Hal yang Makruh Dalam Sholat

Hal-Hal-yang-Makhruh-Dalam-Sholat
Selain ada hal-hal atau perbuatan yang membatalkan sholat, ada juga hal-hal yang dilakukan ketika sedang mengerjakan sholat namun tidak membatalkan sholat. Hanya saja perbuatan tersebut adalah makruh.

Makruh adalah perbuatan yang jika dilakukan tidak apa-apa namun alangkah baiknya tidak dilakukan. Simak perbuatan makruh apa saja yang terdapat dalam sholat.

1. Menahan hadast.

Misalnya Anda sedang mengerjakan sholat, tapi dalam keadaan mau kentut, karena Anda tidak ingin mengulang dari awal dan berwudhu kembali, maka Anda tahan. Hal ini tidak membatalkan sholat, namun tindakan tersebut hukumnya makhruh.

Alangkah baiknya Anda membatalkan sholat dan berwudhu kembali untuk mensucikan diri Anda dari hadast, dan mengerjakan sholat dengan khusuk.

2. Sholat dengan mata terpejam.

Makhruh sholat seseorang jika ketika sedang mengerjakan sholat memejamkan mata walaupun dengan tujuan-tujuan tertentu. Kekhusukan hati tidak bermula dengan memejamkan mata, tapi berasal dari proses pelatihan jiwa untuk bisa khusuk.

Dengan memjamkan mata tidak akan membuat khusuk sholat Anda, namun malah akan membuat munculnya bayangan-bayangan hitam yang membuat Anda tidak khusuk.

Arahkan pandangan Anda tepat pada tempat sujud, luluhkan pikiran Anda dan dan arahkan kepada yang Esa yaitu Allah SWT.

3. Sholat di kuburan.

Pada kondisi tertentu yang menjadi syarat adalah dengan melakukan sholat di area kuburan. Yang menjadi makhruh adalah dengan sholat diatas batu nisan atau batu yang menutupi mayat hukumnya adalah makhruh.

4. Membuka kepala.

Membuka kepala disini maksudnya adalah sholat dengan tidak memakai kopyah atau penutup kepala. Dengan tidak menutup kepala ketika sholat, maka tidak ada kesopanana ketika sedang mengerjakan sholat.

Hal ini bisa membuat rambut menutupi bagian kening yang merupakan area menempelnya kepala ketika bersujud.

5. Sholat di tempat yang merusak kekhusuk-an

Misalnya Anda sholat di tempat yang penuh dengan makanan. Hal ini membuta menggiurkan selera makan Anda terhadap makanan-makanan tersebut, yang membuat sholatnya tidak sepenuh hati. Atau Anda mengerjaka sholat di tempat yang ramai, yang tidak biasanya Anda sholat ditempat itu, hal ini akan mengganggu kekhusukan Anda. Maka hal ini hukumnya makhruh.

Simak dan baca juga : Sholat Hajat

Demikian pembahasan tentang perbuatan yang membatalkan sholat dan hal-hal yang makruh dalam sholat. Sebagai umat muslim yang taat, yang yakin akan 6 rukun iman dan 5 rukun islam beserta semua ajaran-Nya, hendaklah mengerjakan sholat dengan khusuk dan fokus.

Sholat Istikharah

Wahyoeni
6 min read

Sujud Syukur

Wahyoeni
3 min read

Sujud Sahwi

Wahyoeni
3 min read

Doa Sholat Witir

Wahyoeni
4 min read

Sholat Jenazah

Faisal
4 min read

Sujud Tilawah

Wahyoeni
3 min read