Puasa Asyura

Simak ulasan tentang √ puasa Asyura, √ niat puasa Asyura, √ tata cara puasa Asyura dan √ keutamaan puasa Asyura pada artikel berikut.


Puasa Asura

Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan utama bagi umat Islam.

Puasa-Asyura

Sebagai bulan pergantian tahun Hijriyah, banyak amalan-amalan sunnah yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan ketaqwaan di hadapan Allah.

Salah satu hal yang disunnahkan pada bulan Muharram adalah berpuasa. Di bulan Muharram, terdapat puasa sunnah yang dianjurkan, yaitu puasa Asyura.

Puasa asyura adalah puasa yang dilakukan pada hari ke-10 di bulan Muharram. Hari ke-10 Muharram ini adalah hari yang mulia. Hari yang menyimpan sejarah yang mendalam, dan tidak bisa dilupakan.

Hukum melaksanakan puasa ini adalah sunnah, sehingga jika Anda melakukannya akan memperoleh pahala lebih sementara tidak melakukannya tidak akan menimbulkan dosa.

Sebelum Anda menjalankan puasa Asyura, ada baiknya Anda mengetahui tata cara dan keutamaannya terlebih dahulu. Yuk, simak informasinya di bawah ini!

Niat Puasa Asyura

Niat merupakan salah satu inti agar puasa Asyura Anda dapat diterima. Niat puasa Asyura adalah sebagai berikut:

Bacaan Niat Puasa Asyura

Niat-Puasa-Asyura

Bacaan Niat Puasa Asyura Arab

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ العَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Bacaan Niat Puasa Asyura Latin

“Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatil asyura lillahi ta‘ala”.

Arti Bacaan Niat Puasa Asyura

“Saya berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah Ta’ala”.

Tata Cara Melakukan Puasa Asyura

Simak tentang tata cara puasa Asyura berikut.

1. Membaca Niat

Dalam mengucapkan niat, Anda dapat membacanya dalam hati ataupun mengucapkannya secara lirih.

Jika Anda berpuasa bersama keluarga, mengucapkan niat bersama sambil menyantap hidangan sahur tentu akan lebih menyenangkan.

Anda juga dapat melengkapi niat puasa sunnah Asyura ini dengan niat puasa lain, seperti untuk mengganti puasa Ramadhan bagi perempuan (puasa Qada’).

Beberapa ulama memperbolehkan merangkap puasa sunnah dengan puasa Qada’ ini.

Imam Ibnu Utsaimin menjelaskan bahwa mereka yang melaksanakan puasa di hari Arafah atau puasa di hari Asyura.

Sementara memiliki tanggungan puasa Ramadhan dan meniatkan puasa pada hari itu sekaligus men-qada puasa Ramadahan.

Maka puanya sah dan dia mendapatkan dua pahala sekaligus. Pertama adalah pahala dari menjalankan puasa itu sendiri. Kedua adalah pahala dari puasa yang di-qada.

2. Makan Sahur

Sama halnya dengan tata cara puasa yang lain, puasa Asyura juga disunnahkan diawali dengan sahur.

Meskipun sangat berat untuk bangun di waktu fajar, namun sahur memiliki keutamaan yang sangat besar. Sahur tidak hanya aktivitas yang dilakukan di pagi buta agar kita kuat menjalankan puasa.

Sahur nyatanya memiliki banyak keutamaan salah satunya adalah membedakan puasa yang dilakukan oleh seorang muslim dengan puasa di agama lain.

Dengan bangun untuk sahur, kita sejatinya diajak juga untuk menyempatkan waktu beribadah shalat tahajjud sehingga pahala puasa akan lebih besar jumlahnya.

3. Memperbanyak Ibadah dan Menghindari Perbuatan yang Membatalkan Puasa

Puasa tidak dapat dijadikan alasan untuk bermalas-malasan sepanjang hari. Sebaiknya puasa diikuti dengan memperbanyak ibadah wajib dan sunnah.

Seperti sholat sunnah sebelum dan sesudah sholat, serta memperbanyak membaca Al-Quran.

Agar puasa tidak batal di tengah hari, hindarilah beberapa perbuatan yang membatalkan puasa seperti makan, minum, maupun hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa.

4. Berbuka Puasa

Akhirilah puasa sunnah Asyura Anda dengan melakukan buka puasa yang bernilai ibadah. Salah satu sunnah dalam berbuka adalah menyegerakannya saat sudah memasuki waktu.

Tak lupa, awalilah dengan membaca doa berbuka puasa, karena waktu buka puasa adalah waktu mustajab untuk berdoa.

Baru dilanjutkan dengan makan secara perlahan dan diawai dengan makan makanan manis. Rasulullah biasanya mengonsumsi kurma sebagai hidangan pembuka.

Simak dan baca juga : Puasa Syaban

Keutamaan Puasa Asyura

Keutamaan-Puasa-Asyura

Puasa di bulan Muharram, terutama puasa Asyura memiliki banyak keutamaan. Simak ulasna tentang keutamaan puasa Asyura berikut ini.

1. Ibadah Sunnah Rasulullah

Puasa Asyura merupakan salah satu dari empat amalan sunnah yang tak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah seumur hidupnya.

Rasulullah sangat bersemangat untuk mengerjakan puasa Asyura tersebut.

Dari riwayat Ibnu Abbas berkata :

مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلاَّ هَذَا الْيَوْمَ: يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ

Artinya :

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah benar-benar perhatian dan menyengaja untuk mengerjakan puasa yang ada keutamaannya daripada puasa pada hari ini, yaitu hari Asyura dan puasa bulan Ramadhan”.

Rasulullah sendiri tidak pernah meninggalkan empat amalan sunnah, yaitu :

  1. Puasa Asyura.
  2. Puasa 10 hari di bulan Dzulhijjah.
  3. Puasa tiga hari setiap bulan.
  4. Sholat sunnah sebelum sholat subuh.

Imam Ahmad, Muslim, dan Abu Daud menjelaskan bahwa saat Rasulullah ditanya oleh seorang sahabat mengenai sholat manakah yang lebih utama setelah shalat fardhu.

Maka Rasulullah menjawab bahwa sholat tersebut adalah sholat sunnah malam. Sementara puasa yang lebih utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram.

2. Menghapuskan Dosa Setahun

Rasulullah bersabda :

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Artinya :

“Puasa Asyura aku memohon kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu.”

Berdasarkan hadits riwayat Imam An-Namawi, ia berkata :

“Keutamaannya menghapus semua dosa-dosa kecil. Atau boleh dikatakan menghapus seluruh dosa kecuali dosa besar”

Untuk memeroleh keutamaan ini, tentunya harus diiringi dengan amalan-amalan lain terutama ibadah wajib bagi umat muslim.

3. Merupakan Puasa Sunnah Paling Utama

Kita tentu mengetahui ada banyak sekali jenis puasa sunnah, mulai dari puasa senin dan kamis, puasa di bulan Dzulhijjah, hingga puasa Syawal.

Nah, dari sekian banyak puasa sunnah tersebut, Rasulullah menjelaskan bahwa puasa Asyura merupakan puasa paling utama setelah puasa wajib di bulan Ramadhan.

Rasulullah bersabda :

َفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

Artinya :

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Al-Muharram.”

Simak dan baca juga : Manfaat Puasa

Tingkatan Puasa Asyura

Puasa yang dilakukan pada bulan Muharram ini memiliki 3 tingkatan. Sebelum menjalankannya, sebaiknya Anda ketahui apa saja jenis tingkatannya.

Berikut tingkatan puasa di bulam Muharram :

  1. Berpuasa di hari ke-9, 10, dan 11 di bulan Muharram. Artinya Anda tidak hanya berpuasa Asyura tetapi juga puasa Tasu’a.
  2. Berpuasa dua hari saja yakni pada hari ke-9 dan 10, atau hari ke-10 dan 11.
  3. Berpuasa pada tanggal 10 Muharam saja.

Rasulullah sangat menganjurkan kepada umat muslim yang melaksanakan puasa Asyura dengan melengkapinya berpuasa di hari sebelumnya maupun sehari setelahnya.

Mengapa umat muslim dianjurkan untuk berpuasa di hari sebelumnya aray sehari setelahnya?

Berdasarkan penuturan Imam Nawawi hal ini ditujukan untuk membedakan puasa umat muslim dengan orang Yahudi yang hanya berpuasa di hari ke-10 saja.

Selain itu, dengan berpuasa tiga hari pada 9, 10, dan 11 Muharram, Anda sama saja memperoleh pahala puasa tiga hari dalam satu bulan, yang juga merupakan ibadah sunnah selalu dikerjakan Rasulullah.

Simak dan baca juga : Puasa Nabi Daud

Demikian ulasan tentang puasa sunnah Asyura, tata cara serta keutamaan puasa Asyura. Meskipun salah satu keutamaan dari puasa Asyura adalah menghapuskan dosa-dosa selama satu tahun, namun hal ini tidak serta merta menjadikan Anda meninggalkan ibadah-ibadah yang diwajibkan Allah, seperti sholat lima waktu serta puasa di bulan Ramadhan.

Loading...

Rukun Puasa

Wahyoeni
3 min read

Syarat Wajib Puasa

Wahyoeni
6 min read

Puasa Ayyamul Bidh

Wahyoeni
3 min read