Sejarah Islam di Eropa

Keberadaan daulah Islam di Andalusia (sekarang Spanyol), tidak dapat dilepaskan dari sejarah Islam di Eropa. Sekitar abad pertengahan, kehidupan penduduk di Eropa dapat dikatakan tertinggal dan terbelakang, sebelum daulah Islam berjaya di Andalusia. Berbeda jauh dengan negara – negara di bawah daulah Islam, di mana peradabannya sudah sangat maju, karena ilmu pengetahuan dan beberapa aspek kehidupan lain, berkembang pesat.

Lavis dan Rambou, menjelaskan keadaan Inggris Anglo – Saxon pada abad ke-7 hingga sekitar abad ke-10 masehi, yang kumuh, tandus, terisolir, dan liar. Bau busuk yang menyengat di mana-mana, bahkan rumah penduduknya, tidak lebih baik dari kandang hewan. Jumlah penduduk di kota terbesar di Eropa pun, tidak lebih dari 25.000 jiwa.

Akhirnya, banyak pemuda – pemuda Eropa yang belajar di universitas – universitas Islam di Andalusia. Mereka juga menerjemahkan buku – buku karya ilmuwan Muslim, untuk kemudian dipelajari, dan diterapkan ke tempat asalnya. Hubungan daulah Islam dengan Eropa selama berabad – abad inilah, yang memicu gerakan Renaisans.

Faktor – Faktor Pendorong Berkembangnya Islam di Eropa

Perkembangan islam di eropa

Berdasarkan sumber dari beberapa literatur, Anda dapat mengetahui secara singkat, beberapa faktor – faktor pendorong berkembangnya Islam di Eropa berikut ini:

1. Islam tidak mengekang

Islam membebaskan penganutnya dalam menjalin hubungan dengan Allah dan menyembah-Nya, tanpa merasa dikekang dan tunduk oleh tokoh agama. Karena pada saat itu, bangsa Eropa dikuasai para tokoh agama, sehingga mereka tidak bebas atas pendapat, harta, pikiran, dan raga.

2. Kayanya khazanah ilmu pengetahuan dan filsafat.

Para pelajar Eropa yang belajar di Andalusia sangat gemar terhadap ilmu – ilmu ini, karena kala itu, bangsa Eropa masih percaya dengan tahayul – tahayul.

3. Sastra Arab memiliki keindahan tersendiri.

Abanez mengatakan, sebelum daulah Islam masuk ke Andalusia, sastra bangsa Eropa tidak menganut sastra – sastra yang terpelihara, imajinasi – imajinasi yang tinggi, majas, ketangkasan berkuda, dan keberanian.

4. Islam mengatur segala aspek kehidupan

Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah, namun juga segala aspek kehidupan termasuk politik. Kala itu, bangsa Eropa belum memiliki sistem perundang – undangan yang adil. Para pelajar Eropa banyak menerjemahkan buku ilmuwan Muslim, salah satunya adalah buku fiqh al-Khalil karya Imam Maliki, yang kelak menjadi inti perundangan sipil di Perancis.

5. Islam menjunjung tinggi harkat dan martabat umatnya, termasuk pemimpin kepada rakyatnya.

Sebelum Islam masuk ke Eropa, hubungan pemerintah dengan rakyatnya, ibarat majikan dengan pelayan, para penguasa itu bertindak semaunya. Sementara di Islam, pemimpinlah yang harus melayani rakyat. Menjamin kehidupan rakyat agar tetap dapat mencukupi segala kebutuhan hidup.

Perkembangan Islam di Eropa

Walaupun masa kejayaan daulah Islam di wilayah Andalusia sudah runtuh, pengaruh dan peran mereka telah menyebar ke berbagai penjuru dunia, terutama Eropa. Contoh bukti perkembangan Islam di Eropa di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Dibangunnya Islamic Cultural Center di Belgia berkapasitas 150.000 orang, dan Islamic Center di Vienna Austria yang pembangunannya selesai pada 1975.
  2. Masjid – masjid banyak juga banyak berdiri di Belanda. Ada masjid yang dulunya gereja, yaitu Masjid Fatih. Ada juga masjid Westermoskee, dibangun di atas lahan milik seorang Turki yang kemudian dijual ke pemerintah Amsterdam, berkapasitas 1000 orang.
  3. Dibangunnya masjid di Taman Most Antene di Patriali, Roma, dan diresmikan tahun 1995.
  4. Di Inggris, pertumbuhan maupun perkembangan umat Isam cukup pesat, salah satu faktornya adalah Universitas Islam Toledo yang dipindah ke Inggris dari Spanyol. Setelah Perang Dunia kedua, umat Muslim banyak yang bermigrasi ke Eropa, termasuk Inggris sebagai tujuannya.
  5. Perancis, adalah negara yang juga termasuk memiliki hubungan dengan daulah islam selama berabad – abad, sehingga ajaran agama Islam juga mengalami perkembangan di sana.

Perkembangan Islam di Eropa, tidak hanya dibuktikan dengan berdirinya masjid – masjid, namun bisa dilihat dari aspek yang lain, seperti perkembangan jumlah penduduk Muslim yang ada di Eropa, jumlah sekolah, penerimaan masyarakat aslinya, hingga politik.

Dapat dikatakan, di zaman modern ini, Islam masih berkembang secara dinamis. Banyak kasus di dunia, yang masih terkesan memojokkan dan menghancurkan Islam, seperti kasus terorisme dan ISIS. Polemik di Palestina, juga masih menjadi perhatian dunia.

Upaya untuk menghancurkan Islam di abad ke-21 ini, bukan lagi dengan angkat senjata dan berdarah – darah, namun lebih ke perang di bidang ekonomi, budaya, dan politik, yang mana perang – perang ini memiliki dampak yang lebih panjang dan terasa, di kehidupan suatu negara.

Organisasi Islam di Eropa

Berkembangnya Islam di Eropa, pasti tidak akan luput dari peran organisasi Islam di Eropa. Contohnya adalah di Belanda. Banyak organisasi yang muncul dan berkembang, bahkan hingga di kalangan remaja. Namun, kebanyakan organisasi yang berkembang itu adalah organisasi imigran Turki. Beberapa organisasi tersebut di antaranya adalah:

1. Turks – Islamtische Culturele Federatie. Berdiri pada tahun 1979. Organisasi ini juga bekerja sama dengan Diyanet, untuk mendatangkan imam masjid ke Belanda.

2. Organisasi muslim dari Maroko seperti Amicales des ouvries et commercants, Organisaties in Nederland, dan Unie van Marokkaanese Moslim.

3. Organisasi muslim Suriname seperti Stichting Weljizn Voor Moslims in Nederland, Belanda Moslim Informatie Centrum, dan Islamitische Omroepsichting.

4. World Islamic Mission Nederland, didirikan tahun 1975

5. CMO (Contactorgaan Muslim en de Overheid), diresmikan tahun 2004.

6. CGI (Contac Groep Islam), yang diakui pada tahun 2005.

Tempat Sejarah Islam di Eropa

Eropa tidak hanya penuh dengan majunya ilmu pengetahuan dan teknologi ataupun gedung pencakar langit. Kenampakan Eropa yang demikian, tidak lepas dari peran peradaban yang berkembang berabad – abad yang lalu. Masih ada peninggalan atau situs – situs sejarah dari peradaban itu, terutama situs – situs religi.

Keberadaan situs – situs religi tersebut menandakan bahwa dahulu, agama memiliki peran dan kontribusi besar dalam membentuk kepribadian masyarakat. Peradaban Islam, contohnya. Daulah Islam di Andalusia telah mengubah bangsa Eropa, dari kehidupan yang terisolir dan terbelakang. Walaupun pada akhirnya, daulah Islam di Andalusia juga mengalami keruntuhan dan harus murtad atau hengkang dari Andalusia.

Tempat sejarah Islam di Eropa, setidaknya, dapat ditemui di empat negara, antara lain:

1. Spanyol

Penggalan sejarah peradaban Islam di Spanyol (dulu Andalusia) dapat ditemukan dengan mudah di sini, khususnya di Cordoba, Seville, dan Granada. Masjid Cordoba dan Mezquita adalah salah satu peninggalannya yang terkenal. Selain itu juga ada Menara Giralda, Torre del Oro, The Aljaferia Palace, Alcazaba of Malaga (Al Qasbah), dan Medina Azahara.

2. Perancis

Perancis menjadi salah satu negara tujuan para imigran dari Maroko, Libya, Aljazair, dan beberapa yang lainnya. Peninggalan sejarah yang terkenal, salah satunya adalah La Grande Mosquee de Paris.

3. Yunani

Yunani yang juga terkenal dengan mitologinya, juga terdapat situs-situs peradaban Islam, seperti Museum Benaki, Tzisakaris Musque, Parthenon, dan Masjid Fatih Sultan.

4. Bosnia-Herzegovina

Situs sejarah Islam di negara yang multireligi ini adalah jembatan Stari Most dari dinasti Turki Utsmani.

Baca juga : Peradaban Tertua di Dunia Menurut Islam

Demikian informasi singkat tentang perkembangan Islam di Eropa yang sampai sekarang masih berkembang untuk ajaran islam di wilayah tersebut.