Periodisasi Sejarah Islam

Periodisasi Sejarah Islam

Menurut jurnal “Periodesasi Sejarah Pemikiran Dalam Dunia Islam”, oleh Munawirsazali, pemikiran Islam dapat diartikan sebagai aktivitas berpikir yang dilakukan oleh umat muslim dan mengacu pada sumber – sumber utama ajaran islam, yang nantinya akan menghasilkan tafsir fiqh, tasawuf, falsafah, dan lain – lain.

Hasil pemikiran Islam ini berkembang seiring zaman. Tentu, pemikiran Islam, memiliki karakteristiknya masing – masing di setiap zaman. Periodesasi sejarah Islam penting untuk dilakukan dan dikaji, agar dapat membedakan dengan mudah, karakteristik – karakteristik pemikiran yang dimaksud di setiap zaman, serta lebih sistematis.

Periodesasi sejarah Islam menurut Harun Nasution, dibagi menjadi tiga: periode klasik (650 – 1250 Masehi), pertengahan (1250 – 1800 M), dan modern (1800 – sekarang). Periode klasik dibagi lagi menjadi masa kemajuan Islam 1 (650-1000 M) dan masa Disintegrasi (1000-1250 M).

Sejarah Islam

Namun, perlu diketahui, para sejarawan memiliki perbedaan pandangan mengenai dimulainya sejarah peradaban Islam.

Perbedaan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Permulaan sejarah ketika Nabi Muhammad Saw. diutus untuk menjadi Rasul di Mekah.

Hal ini dikarenakan sudah terbentuk masyarakat Muslim, meskipun belum berdaulat. Namun, merekalah yang menjadi pendukung negara Madinah terbentuk.

2. Permulaan sejarah adalah ketika negara Madinah sudah berdaulat.

Pendapat ini dirasa memiliki kelemahan, karena batas wilayah administratif cenderung tidak tetap.

Periodisasi Sejarah Islam Klasik, Pertengahan, dan Modern

Sebelum membahas periodesasi sejarah Islam Klasik, Pertengahan, dan Modern, akan dibahas singkat mengenai masyarakat Arab pra Islam. Masyarakat Arab pra Islam adalah masyarakat yang memiliki bermacam – macam agama, adat – istiadat, akhlak, dan peraturan hidup. Begitu pun Islam yang diturunkan untuk mengatur segala aspek kehidupan manusia. Namun, peraturan dan hukum – hukum Islam banyak berbeda dengan agama lain yang telah dianut masyarakat Arab pra Islam, sehingga menimbulkan banyak perlawanan.

Sebelum diturunkannya awal kesempurnaan Islam di Gua Hira kepada Nabi Muhammad Saw., di sekitar Laut Tengah (Mediterania) abad ke-6 masehi, ada dua kekaisaran adidaya, yaitu Kekaisaran Romawi dan Persia.

Sejak abad ke-6, Laut Mediterania telah menjadi tempat persilangan dimana perebutan pengaruh dan budaya etnis dan agama terjadi.

1. Periodesasi Sejarah Islam Klasik.

Periode ini dimulai sejak zaman Rasulullah Saw. hingga Dinasti Abbasiyah. Sejak kecil, Rasulullah dikenal sebagai orang yang berbudi pekerti luhur. Beliau tidak pernah ikut – ikutan kebiasaan buruk masyarakat kala itu, seperti minum khamr dan berjudi. Karena itulah Rasulullah Saw. diberi julukan al-Amin, yang artinya orang yang dipercaya.

Ketika Rasulullaah di Mekah, dakwah fokus ke pengajaran tauhid, baru setelah hijrah ke Madinah, Rasulullah Saw. membina masyarakat dengan membangun tauhid. Masyarakat Madinah lebih demokratis dibanding dengan masyarakat Mekah.

Hal ini dibuktikan dari diadakannya Piagam Madinah. Ringkasan isi Piagam Madinah oleh Syalabi yaitu 1) Pengakuan terhadap hak pribadi, keagamaan, dan politik, 2) Terjaminnya kebebasan beragama, 3) Membantu secara moril dan materiil adalah kewajiban penduduk Madinah, baik itu Muslim, Yahudi, maupun Nasrani, 4) Pemimpin tertinggi Madinah adalah Nabi Muhammad Saw.

Setelah Rasulullah Saw. wafat, tonggak kepemimpinan dilanjutkan oleh al-Khulafa al-Rasyidin. Mereka juga membuat dasar – dasar pemerintahan yang demokratis, membentuk departemen – departemen, dan jabatan lain untukmengurus urusan publik.

Dinasti Umayyah berdiri tahun 661 masehi di Damaskus, oleh Muawiyah bin Abu Sufyan. Pada masa ini, kekuasaan Islam sangat luas, meliputi Spanyol, Afrika Utara, Syria, Palestina, Irak, Jazirah Arab, Persia, sebagian Asia Kecil, Pakistan, Afganistan, Purkmenia, Kirgiztan, dan Uzbekistan.

Selain memperluas wilayah, Dinasti Umayyah juga banyak melakukan perkembangan di bidang pembangunan dan ilmu pengetahuan. Tokoh – tokoh intelektual pada Dinasti Umayyah di antaranya al-Khalil bin Ahmad, Sibawaih, Hasan al-Basri, dan Ibnu Syihab az-Zuhri.

Dinasti Abbasiyah didirikan oleh Abdullah al-Saffah ibn Muhammad ibn Ali ibn Abdullah ibn al-Abbas, dan berlangsung pada 750-1258 masehi. Dinasi Abbasiyah berdiri setelah memenangkan pertarungan dengan Dinasti Umayyah.

Dapat dikatakan bahwa pada masa ini, umat Islam berada pada puncak daya cipta, penalaran, dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi, yang nantinya akan menjadi referensi peradaban Barat. Rumah sakit – rumah sakit juga didirikan dengan menggunakan kekayaan negara, begitu juga pendidikan kedokteran, farmasi, perpustakaan, dan pusat penerjemah.

Tokoh – tokoh intelektual pada masa Dinasti Abbasiyah di antaranya adalah al-Kindi, ar-Razi, al-Farabi, Ibnu Sina, Ibnu Maskawih, dan al-Ghazali.

Kemudian beralih ke masa Disintegrasi, di mana negara yang letaknya jauh dari pusat pemerintahan, perlahan – lahan melepaskan diri dan muncul dinasti – dinasti kecil.

2. Periodesasi Sejarah Islam Pertengahan

Periode sejarah Islam pertengahan dimulai pada abad ke-13 hingga abad ke-18, atau sekitar tahun 1250 – 1800 masehi. Akhir abad ke-18 menjadi masa kegelapan dunia Islam disebabkan jatuhnya imperium – imperium kesultanan dan perebutan kekuasaan. Selain itu, juga terjadi karena perkembangan sains dan teknologi yang stagnan.

Perkembangan sains dan teknologi yang stagnan, menurut Umer Chapra disebabkan oleh tiga faktor, yaitu dukungan finansial dari negara yang menurun, sektor swasta tidak berdaya menanggung beban pendidikan, dan para rasionalis yang memaksa masyarakat untuk memasukkan pandangan mereka yang notabene bertentangan. Buku yang ditulis al-Ghazali dan Ibnu Rusyd adalah bukti perdebatan mengenai akal dan wahyu.

3. Periodesasi Sejarah Islam Modern

Periode sejarah peradaban Islam modern dimulai pada abad ke-18 hingga abad ke-20. Pada periode ini, banyak tokoh muslim yang kemudian sadar, atas sifat jumud pada umat Islam. tokoh – tokoh itu berupaya untuk membawa Islam bangkit kembali. Tokoh – tokoh itu di antaranya Jamaluddin a-Afghani (1839) dan Muhammad Abduh (1849).

Menurut sejarah, awal kebangkitan Islam adalah ketika Napoleon Bonaparte bersama pasukannya mendarat di lembah Sungai Nil pada abad ke-18, atau sekitar tahun 1798 masehi. peristiwa itu menjadi awal dunia Islam mengenal modernitas.

Periodisasi Sejarah Pendidikan Islam

Periodesasi sejarah pendidikan Islam memiliki korelasi dengan periodesasi sejarah peradaban Islam. Dra. Zuhairini, MA, membagi periode tersebut ke dalam lima periode, yaitu:

1. Pada zaman Nabi Muhammad Saw.,

merupakan periode di mana Rasulullah Saw melakukan pembinaan pendidikan Islam.

2. Periode pertumbuhan pendidikan Islam.

Berlangsung sejak zaman Rasulullah Saw. hingga Dinasti Umayyah, periode ini ilmu – ilmu naqliyah berkembang.

3. Periode kejayaan pendidikan Islam.

Berlangsung sejak berdirinya Dinasti Abbasiyah hingga runtuhnya Baghdad. Periode ini ilmu aqliyah berupa ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang serta banyak madrasah yang didirikan.

4. Periode kemunduran pendidikan Islam. periode ini terjadi sejak runtuhnya Baghdad hingga keruntuhan Mesir oleh Napoleon Bonaparte. Akhirnya banyak warisan budaya dan ilmu pengetahuan berpindah ke dunia Barat
5. Periode pembaharuan pendidikan Islam. Ditandai dengan didudukinya Mesir oleh Napoleon Bonaparte. Inilah awal Islam bangkit dari masa kelam.
Selain itu juga ada pendapatan dari tokoh yang lain, yaitu Prof. Dr. Hasan Langgulung, yang membagi periodesasi pendidikan Islam menjadi empat periode, yaitu Zaman Pembinaan Awal, Zaman Keemasan, Zaman Kemerosotan, dan Zaman Baru.

Leave a Comment