Kisah Rasulullah

Rasulullah adalah manusia paling berpengaruh dalam sejarah peradaban manusia. Selain membuat prestasi luar biasa dalam menyebarkan ajaran agama Islam pada jamannya, kisah Rosulullah dalam hal duniawi juga bisa dijadikan tauladan dalam kehidupan kita saat ini. Beliau adalah seorang pendakwah, pemimpin, panglima perang, bahkan seorang pebisnis sukses yang senantiasa hidup sederhana.

Ajaran samawi yang diajarkan beliau, tidak hanya melulu soal agama, namun mencakup segala aspek kehidupan, mulai bagaimana cara berpolitik, berekonomi, berhukum, berkasih sayang dengan sesama terlebih lagi dengan keluarga, hingga cara hidup berdampingan dengan makhluk Tuhan yang lain, seperti hewan, tumbuhan, dan segenap alam sekitarnya.

Kisah Rasulullah

Kisah Rosululllah Nabi Muhammad SAW

Kisah Rasulullah selalu penuh dengan hikmah dan ajaran yang bisa diterapkan dalam kehidupan, karena di dalamnya, mengandung suri tauladan yang baik. Tindak tanduk maupun tutur katanya, selalu mendamaikan hati orang–orang yang ada di sekitarnya. Terlebih lagi pada istri–istrinya. Rasulullah selalu menempatkan istri–istrinya pada kedudukan terhormat di sampingnya sebagia seorang suami. Dalam sejarah Islam, Rosulullah adalah teladan yang diikuti oleh sahabat-sahabatnya dan kaum Islam hingga saat ini.

1. Kisah Cinta Rasulullah dengan Aisyah

Di balik sosok besar, pasti terdapat seorang perempuan yang lebih luar biasa perannya. Seorang pahlawan, juga manusia biasa, yang ketika di rumah, tetap membutuhkan kelembutan dan ketenangan, baik perempuan itu adalah ibunya, atau istrinya. Menjadi bocah ketika di depan istri, namun menjadi seorang yang lelaki perkasa ketika keadaan memanggil, demikian kira – kira ungkapan yang pernah diucapkan oleh Umar bin Khaththab.

Seperti yang telah dimaklumi, bahwa Rasulullah memiliki sembilan istri. Mereka di antaranya adalah wanita yang berusia senja, janda, dan lemah. Hanya Aisyah yang kala itu masih berstatus gadis ketika dinikahi oleh Rasulullah. Walaupun memiliki sembilan istri, Rasulullah selalu sanggup untuk berlaku adil kepada mereka. sebagai contoh, Nabi Muhammad hanya akan bermalam di rumah istri yang pada saat itu adalah gilirannya.

Kisah cinta Rasulullah yang banyak diketahui oleh masyarakat, adalah kisah cintanya dengan Aisyah dan Khadijah. Selalu tampak dalam kisah tersebut, bahwa Rasulullah adalah seorang yang lembut lagi romantis. Di tengah kesibukannya di luar rumah, beliau sama sekali tidak lupa untuk memperhatikan istri – istrinya.

Rasulullah selalu memiliki cara–cara tersendiri untuk mempertahankan pernikahannya. Dengan romantisme itulah yang membuat rumah Rasulullah selalu harmonis, damai, penuh kebahagiaan, dan bersahaja. Asiyah meriwayatkan salah satu sikap romantis Rasulullah adalah ketika beliau akan berangkat untuk menunaikan shalat, beliau mencium salah satu istrinya tanpa berwudhu’ lagi.

Apapun yang telah Aisyah lalui bersama Rasulullah, akan selalu membuatnya terkenang dan menempatkannya pada memori yang tidak akan pernah terlupakan. Ketika Aisyah ditanya, pada bagian manakah pada diri Rasulullah yang mengagumkan, Aisyah dengan mantap menjawab, “Kaana kullu amrihi ‘ajaba”, tidak ada pada diri Rasulullah. yang tidak menakjubkan.

Bagi Rasulullah, perempuan memiliki kedudukan dan derajat yang tinggi. Rasulullah bersabda, yang intinya, di dalam dunia yang penuh kenikmatan ini, sebaik–baik kenikmatan yang ada di dunia adalah istri yang shalihah. Humaira, yang artinya pipi yang kemerah–merahan, dan A’isy. Itulah panggilan sayang Rasulullah kepada Aisyah. Pemenggalan huruf terakhir tersebut menunjukkan panggilan manja tanda sayang dalam budaya Arab.

Sebagai istri yang paling dicintai oleh Rasulullah, kisah cinta Rasulullah dengan Aisyah dapat dijadikan referensi bagi Anda yang ingin belajar memuliakan dan menempatkan seorang istri di kedudukan yang terhormat. Romantisme Rasulullah dengan Aisyah selebihnya dapat disimak pada penjelasan singkat berikut ini:

a. Membantu pekerjaan rumah istri.

Aisyah, ketika ditanya oleh Al-Aswad ibn Yazid, mengenai kebiasaan yang dilakukan oleh Rasulullah, Aisyah menjawab bahwa Nabi SAW. selalu membantu pekerjaan rumah yang dilakukan oleh istrinya, namun ketika datang waktu shalat, maka Nabi SAW. akan keluar untuk menunaikannya. Hal ini disampaikan dalam hadits riwayat Al-Bukhari.

Selain itu, Rasulullah juga tidak segan untuk menambal sandal, menambal baju, dan menjahitnya. Hadits riwayat Al-Bukhari.

b. Tidak merasa jijik.

Rasulullah pernah minum dari mulut gelas tempat Aisyah minum, pun dalam lain kesempatan, beliau juga pernah memakan potongan daging tepat di mana Aisyah memakannya. Hal ini berdasarkan penuturan Aisyah, dalam hadits riwayat Muslim.

Selain itu, Rasulullah juga biasa makan sepiring berdua dengan istrinya. Hal ini dibuktikan dari penuturan Aisyah bahwa ia biasa makan his, sejenis bubur, bersama Rasulullah hadits riwayat Bukhari.

c. Mengajak bermain.

Aisyah pernah mengisahkan bahwa ketika ia masih memiliki tubuh yang ramping, dalam perjalanan menuju lawatan, Rasulullah mengajaknya untuk lomba lari, dan Aisyah berhasil unggul. Namun pada kesempatan lain dalam perjalanan menuju lawatan, Rasulullah dapat mengungguli Aisyah lantaran Aisyah semakin gemuk. Hadits riwayat Ahmad.

d. Menghibur ketika istri sedang marah.

Ketika Aisyah sedang marah, Rasulullah justru menjepit hidung Aisyah seraya menyuruhnya untuk berdoa, agar Allah mengampuni dosanya, menghilangkan kekerasan hati, dan melindunginya dari fitnah. Hadits riwayat Ibnu Sunni.

2. Kisah Cinta Rasulullah dengan Khadijah

Kisah cinta Rasulullah dengan Khadijah, adalah salah satu contoh kisah cinta tanpa memandang perbedaan umur yang lumayan jauh. Jika kala itu, Abu Thalib, paman Nabi, membiarkan Rasulullah sebagai seorang penggembala, maka tidak akan ada cerita antara Nabi Muhammad SAW dengan Khadijah. Khadijah lah, tempat Nabi SAW. menceritakan ketakutannya ketika pertama kali mendapatkan wahyu.

Awal cerita adalah ketika Khadijah membutuhkan tambahan karyawan untuk memasarkan dagangannya. Singkat cerita, pada akhirnya Muhammad menjadi karyawan Khadijah. Khadijah menyukai cara berbisnis Muhammad, yang kala itu belum mendapatkan misi penyebaran agama Islam. Di matanya, maupun pedagang lain yang berbisnis dengannya, Muhammad adalah seorang pedagang yang jujur dan berbudi pekerti luhur.

Makin lama, rasa kagum Khadijah berubah menjadi cinta. Akhirnya, dengan mahar 20 ekor unta, pernikahan dilangsungkan. Pengurusan harta, kemudian diserahkan Khadijah kepada suaminya. Dari pernikahan tersebut lahir dua orang putra, Qasim dan Abdullah, serta empat orang putri, yaitu Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, dan Fatimah.

3. Lagu Kisah Rasul

Lagu Kisah Rosul

Lagu kisah Rasul sebenarnya sudah ada dan dinyanyikan sejak lama. Namun sempat terkikis dan kurang digemari oleh banyak kalangan, lantaran terpendam dengan munculnya lagu – lagu beraliran lain yang, menurut mereka lebih enak didengar. Selain itu, beberapa tahun yang lalu, lagu – lagu yang mengisahkan kehidupan Rasul, masih semarak di lingkungan pesantren, dan kurang mendapatkan sentuhan anak muda, masih tradisionil dan saklek.

Namun kini, seiring berkembangnya dan menyebarnya arus informasi akan gaya hidup, banyak anak – anak muda, yang kemudian memodifikasi lagu – lagu tersebut sehingga lebih enak didengar. Memadupadankan ritmenya dengan sentuhan musik pop, gambus, bahkan rock. Kalangan – kalangan yang biasanya jarang mendengarkan kisah beliau, pada akhirnya tertarik untuk mendengar, bahkan mempelajarinya.

Lagu – lagu yang mengisahkan hidup Rasulullah dengan sentuhan modern, di antaranya dapat didengar pada album Maher Zain, Hamzah Namira, atau yang ada di Indonesia baru – baru ini, Nissa Sabyan.

4. Kisah Rasulullah dengan Sahabat

Banyak hikmah yang bisa dipetik, maupun diteladani dari kisah rasulullah dengan sahabat. Abu Bakar adalah salah satu sahabat Rasul yang setia. Ia adalah orang pertama yang beriman dengan apa yang Rasul ajarkan. Ketika Rasulullah menceritakan perjalanan Isra’ Mi’rajnya kepada penduduk Mekah, Abu Bakar-lah yang mempercayai cerita itu, meskipun penduduk kota Mekah kala itu, tidak ada yang percaya.

Baca juga : Tokoh-Tokoh Islam

Demikian informasi tentang kisah Rosulullah yang memiliki teladan disetiap kisahnya. Kita sebagai umatnya dengan meneladani setiap perilaku Rosul adalah suatu hal yang tepat.