Sejarah Peradaban Islam

Islam diturunkan ke bumi, dan disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW, sebagai rahmatan lil ‘alamin, mengentaskan manusia dari zaman jahiliyah menuju kehidupan yang lebih terarah. Terbukti dari sekian tatanan yang dibawanya, peradaban yang lebih maju terbentuk.

Sejarah peradaban Islam telah mencatat berbagai tapak dan pengaruhnya di berbagai bidang kehidupan. Mulai dari perkembangan ilmu pengetahuan, akidah, hukum, filsafat, seni, dan masih banyak lagi. Sepanjang itu pun lahir banyak ilmuwan muslim, seperti Ibnu Sina yang terkenal dalam dunia medis, Al – Khawarizmi di bidang ilmu matematika, atau Ibnu Khaldun di bidang ilmu ekonomi, historiografi, dan sosiologi.

Banyak dari hasil temuan – temuan ilmuwan muslim yang menjadi referensi ilmuwan barat, maupun yang masih terus dikembangkan hingga saat ini. Seorang orientalis, Sedillot, berujar bahwa hakikatnya, ilmuwan – ilmuwan muslim ini adalah guru bagi bangsa Eropa.

Sejarah Peradaban Islam di Indonesia

Sejarah Peradaban Islam

Islam masuk ke Indonesia dengan berbagai cara, di antaranya adalah melalui kegiatan perdagangan, pendidikan, tasawuf, perkawinan, dan kesenian. Sejarah peradaban Islam di Indonesia mencatat bahwa, ada tiga teori mengenai bagaimana Islam masuk ke Indonesia.

Berikut 3 Teori Islam Masuk Ke Indonesia

1. Teori Gujarat.

Snouck Hurgronye, menjadi salah satu pendukung teori ini. Ia berpendapat, penyebaran Islam di Indonesia dilakukan oleh para pedagang muslim dari Gujarat (India), bukan bangsa Arab. Pada abad 17, barulah hubungan bangsa Arab dan Indonesia berlangsung, yaitu pada masa kerajaan Demak, Samudera Pasai, Mataram Baru, dan Banten.

2. Teori Persia.

Pedagang dari Persia (Iran) bercorak syi’ah masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13, namun sumber lain mengatakan sekitar abad ke-7 Masehi. Umar Amir Husen dan Prof. Hoesein Djajadiningrat, menjadi pendukung teori ini. Hal–hal yang menjadi bukti di antaranya adalah peringatan Hari Asyura di beberapa daerah dan kosakata Persia yang banyak menjadi kosakata Bahasa Indonesia maupun Bahasa Melayu.

3. Teori Arab.

Sekitar abad ke-7 Masehi, sudah banyak Pekojan di Indonesia. Selat Malaka pun telah menjadi penghubung jalur pelayaran maupun perdagangan internasional yang ramai, dengan Bani Umayyah, Dinasti Tang dari Cina, dan Sriwijaya.

Selain tiga teori di atas, ada juga catatan dari Marcopolo, yang menyatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13, runtuhnya Dinasti Abbasiyah dan disebarkannya ajaran tasawuf yang juga di abad ke-13.

Sejarah Peradaban Islam di Andalusia

Islam mulai masuk ke Andalusia (Spanyol) tepatnya setelah wilayah Afrika Utara dapat ditaklukan dan dikuasai secara total. Tiga pahlawan Islam yang berjasa dalam penaklukan Andalusia di antaranya adalah Thariq Ibnu Ziyad, Tharif ibnu Malik, dan Muza ibn Ibnu Nushair. Delapan abad lamanya, Islam mengubah wajah dan memiliki peran penting di Andalusia.

Sejarah peradaban Islam di Andalusia yang panjang itu, Badri Yatim membaginya menjadi enam periode, yaitu:

1. Periode pertama, sepanjang tahun 711 hingga 755 Masehi.

Belum adanya kegiatan pembangunan, lantaran keadaan politik yang belum stabil. Ketidakstabilan politik ini disebabkan oleh gangguan internal dan eksternal, seperti perang antar suku, gesekan pandangan antar penguasa, dan musuh Islam yang sama sekali tidak loyal terhadap pemerintah Islam.

2. Periode kedua, berlangsung sejak 755 hingga 912 Masehi.

Dipimpin oleh Abdurrahman I, bergelar al Dakhil, sebagai amir pertama yang tidak tunduk terhadap Khalifah Abbasiyah di Baghdad masa itu. Setelah Abdurrahman I, kepemimpinan berlanjut oleh Hisyam I, Hakam I, Abd al Rahman al Ausath, Muhammad Ibnu Abd al Rahman, Munzir Ibnu Muhammad, dan Abdullah Ibnu Muhammad.

Masing – masing pemimpin memiliki jasa dan pengaruhnya, sehingga ilmu pengetahuan, kemiliteran, dan politik mengalami banyak perkembangan dan kemajuan. Namun pada akhirnya, ketidakstabilan politik pada periode ini disebabkan oleh umat Islam sendiri, seperti terjadinya pemberontakan hingga tuntutan revolusi.

3. Periode ketiga, dimulai pada 912 hingga 1013 Masehi.

Andalusia mencapai puncak kejayaan. Ada tiga khalifah besar pada periode ini, namun Abd Rahman al Nasir, adalah khalifah terbesar hingga dapat disejajarkan dengan Harun al Rasyid, Raja Akbar di India, dan Umar bin Khattab.

4. Periode keempat, dimulai pada 1013 hingga 1086 Masehi.

Wilayah Andalusia sudah terpecah menjadi negeri kecil yang dipimpin oleh raja–raja golongan. Disebabkan oleh pertikaian internal, yang akhirnya dimanfaatkan oleh raja–raja Kristen untuk menyerang dan menguasai Andalusia.

5. Periode kelima, dimulai pada 1086 hingga 1248 Masehi.

Di tengah terpecahnya wilayah menjadi negara bagian, masih ada dua kekuatan yang mendominasi, yaitu Dinasti Murabithun (1086 – 1143 Masehi) dan Muwahhidun (1146 – 1235 Masehi). Dinasti Muwahhidun sempat memberikan banyak perkembangan untuk beberapa dekade, namun pada akhirnya, runtuh. Penguasa – penguasa kecil tidak dapat membendung serangan raja – raja Kristen.

6. Periode keenam, dimulai pada 1248 hingga 1492 Masehi.

Kerajaan Granada, yang berkuasa di wilayah kecil, menjadi pertahanan terakhir di Andalusia. Kerajaan yang diperintah oleh Bani Ahmar ini, sempat memberikan kontribusi besar, layaknya masa pemerintahan Abdurrahman al Nasir. Pertahanan terkahir ini runtuh, lantaran pertikaian internal dan perebutan kekuasaan, serta serangan pasukan Kristen yang memanfaatkan situasi tersebut.

Tanggal 3 Januari 1492 Masehi, kekuasaan Islam di Andalusia berakhir, karena berujung pada dua kesimpulan, menjadi umat kristiani, atau hengkang dari Andalusia.

Sejarah Peradaban Islam di Eropa

Salah satu faktor penting dalam sejarah peradaban Islam di Eropa adalah adanya peranan peradaban Islam di Andalusia. Banyak pelajar Eropa kristiani yang belajar di universitas – universitas Islam di Andalusia. Dan mereka juga banyak terpengaruh oleh pemikiran Ibnu Rusyd, melakukan penerjemahan buku–buku ilmuwan Muslim, kemudian membangun sekolah dan universitas, salah satunya Universitas Paris pada tahun 1231 Masehi.

Munculnya gerakan Averroism, renaissance abad ke-14 Masehi di Italia, dan Aufklarung abad ke-18 Masehi, adalah salah satu bukti kuatnya pengaruh peradaban Islam di Eropa.

Sejarah Peradaban Islam di Nusantara

Di Pulau Jawa, peranan ulama sangat penting dalam proses penyebaran Islam. Ulama yang lebih dikenal dengan sebutan Wali Songo ini, menyasar pada bidang keagamaan, sosial, hingga budaya. selain itu, perdagangan dan pendidikan juga memiliki andil yang besar. Penyebaran Islam melalui perkawinan pun, berkontribusi besar jika dilakukan oleh golongan bangsawan maupun penguasa, hingga kemudian banyak terbentuk kerajaan bercorak Islam dalam sejarah peradaban Islam di nusantara.

Kerajaan bercorak Islam yang ada di Indonesia di antaranya adalah Samudera Pasai sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia, Aceh yang gemar dalam kesusastraan dan membuat kapal layar, Demak sebagai pusat pendidikan dan menyebarkan Islam di Jawa Tengah dan Mataram yang masih lekat akan tradisi Sekaten hingga sekarang, Gowa – Tallo dan Ternate – Tidore. Selain itu juga ada Kesultanan Cirebon dan Banten. Masuknya Islam dilakukan dengan melalui syiar atau dakwah islamiah kepada para penduduk Indonesia pada waktu itu.

Masing–masing peradaban dari kerajaan maupun kesultanan bercorak Islam, meninggalkan banyak peninggalan, yang hingga saat ini jejaknya masih dapat dilihat, bahkan dilakukan. Peninggalan itu di antaranya berupa masjid, benteng, naskah–naskah kuno, pondok pesantren, dan lain–lain.

Leave a Comment