Penyebaran Agama Islam

Penyebaran Agama Islam

Penyebaran agama Islam yang dilakukan oleh Rasullah Saw. dibagi menjadi dua macam, yaitu dakwah secara sembunyi – sembunyi, dan secara terang – terangan. Pada awal – awal misi kenabian, Rasullullah Saw. mendakwahkan kalam Allah kepada orang – orang terdekat, seperti keluarga dan rekan – rekan.

Khadijah adalah orang yang pertama kali mengikuti ajaran Rasulullah Saw., disusul kemudian sepupu Rasulullah Saw, yaitu Ali bin Abu Thalib, Abu Bakar ash-Shidiq, Zaid, dan Ummu Aiman. Kemudian disusul sahabat – sahabat Nabi, seperti Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abi Waqqasah, dan Thalhah bin Ubaidillah.

Beberapa waktu kemudian, Rasulullah Saw. mulai mendakwahkan ajaran Ilahi secara terang – terangan, kepada penduduk Makkah, maupun penduduk dari luar Makkah, yang menyempatkan berkunjung ke Makkah. Banyak sekali hambatan yang dihadapi Rasulullah Saw., karena cukup sulit mengentaskan mereka yang telah membuat Makkah menjadi pusat kunjungan penyembah berhala.

Penyebaran Agama Islam Melalui Pendidikan

Penyebaran Agama Islam

Akal dan Islam sendiri, memiliki hubungan yang erat. Islam memerintahkan manusia, agar terus mencari ilmu pengetahuan, dan mengembangkannya. Perintah ini juga sudah ada di dalam al-Quran, seperti pada Surat al-Alaq dan Surat Shad ayat 29. Dalam suatu hadits, Rasulullah menyerahkan pada akal manusia untuk mengurus urusan dunia yang bersifat detail dan teknis.

Islam telah dan selalu menganjurkan, mendorong, bahkan memerintahkan manusia untuk selalu menggunakan akalnya untuk berpikir. Selain menjadi salah satu sarana mengenal Allah, dengan tidak berpikir, akan mudah membuat diri jatuh ke dalam hal – hal yang keji dan dimurkai Allah. Seperti jatuh ke dalam hal yang musyrik, menyekutukan Allah, dan menyesatkan manusia yang lainnya.

Pada masa al-Khulafa ar-Rasyidin, maupun khilafah setelahnya, banyak ilmuwan – ilmuwan Muslim yang memiliki kontribusi besar, terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, sekaligus penyebaran agama Islam melalui pendidikan, baik itu di wilayah kekuasaan khilafah, maupun wilayah sekitarnya. Contohnya saja daulah Islam yang ada di Andalusia kala itu. Pengaruh ilmu pengetahuannya, dapat mengentaskan Eropa yang kala itu masih terbelakang.

Ilmuwan – ilmuwan Muslim itu berkontribusi pada banyak bidang ilmu, contohnya Ibnu Sina, berjasa pada bidang ilmu medis, Al Khawarizmi pada bidang ilmu matematika, Ibnu Rusyd yang memiliki pengetahuan ensiklopedik, serta pada bidang ilmu ekonomi seperti Al mawardi, Zaid bin Ali, Abu Hanifah, Ibnu Taimiyah. Masih banyak ilmuwan Muslim yang belum disebutkan, yang kontribusinya tidak kalah penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan.

Penyebaran Agama Islam Melalui Tasawuf

Tasawuf adalah ajaran untuk mendekatkan diri dan mengenal Allah SWT, serta menemukan kesejatian. Dalam tasawuf, tidak ada wujud lain selain wujud-Nya, ke mana pun memandang, di sana lah wajah Allah akan nampak. Segalanya, baik di bumi maupun di langit, hanya ada satu wujud sejati dan hakiki. Allah, atau lebih tepatnya, Pemilik Nama Allah. Konsep ini lebih dikenal dengan Wahdah al-Wujud (Kesatuan Wujud).

Ilmu tasawuf sendiri baru berkembang setelah masa sahabat dan tabiin. Sebelum itu, ilmu tasawuf belum terlalu diperlukan, karena kala itu, mereka adalah orang – orang yang ahli ibadah, ahli taqwa, dan ahli wara. Mereka saling berlomba untuk meneladani segala aspek dari Rasulullah Saw., otomatis mereka adalah seorang sufi, yang hidupnya hanya untuk Tuhan.

Berdasarkan data historis, sebenarnya, tasawuf bukanlah ilmu baru dalam Islam. Justru tasawuf itu sendiri adalah bagian dari maqam ihsan, sementara ihsan adalah salah satu dasar agama, yaitu Islam, Iman, dan Ihsan. Jadi, asal usul penyebaran agama Islam melalui tasawuf, bukanlah dari berbagai filsafat sesat maupun sumber kuno.

Tokoh – tokoh dalam hal ini di antaranya adalah Abu Hamid al-Ghazali, Abdul Qadir al-Jazairi, Ibnu Athaillah as-Sakandari, Abdul Qadir al-Jailani, Abdul Wahab asy-Sya’rani, Abu Ali ats-Tsaqafi, Abu Madyan, Ahmad Zaruq, Ali al-Khawas, dan Syaikh Muhammad al-Hasyimi.

Penyebaran Agama Islam melalui Kesenian

Kesenian menjadi salah satu media penyebaran agama Islam. Kesenian lokal yang berpadu dengan agama Islam, akan memiliki ciri khasnya sendiri. Ciri khas itu pun akan berbeda, antara daerah yang satu dengan daerah yang lainnya. Penyebaran agama Islam melalui kesenian yang dimaksud, dapat berupa seni bangunan, tari, musik, pahat, dan sastra. Dengan begitu, Islam dapat mudah dipahami oleh masyarakat lokal.

Islam yang berpadu dengan seni – seni tersebut, hingga sekarang, masih ada yang dapat dilihat dan dinikmati bukti fisiknya, baik itu yang masih dalam keadaan utuh, maupun tidak. Namun setidaknya, hal itu memberi bukti, bahwa Islam dapat diterima oleh berbagai lapisan masyarakat.

Penyebaran Agama Islam di Indonesia

Ada tiga teori masuknya agama Islam di Indonesia yang terkenal, yaitu Teori Gujarat, Persia, dan Arab. Perbedaan tiga teori tersebut, kurang lebih, terletak pada tahun masuknya ke Indonesia, tokoh yang mendukung, dan pembawa agama Islam tersebut masuk ke Indonesia. walaupun berbeda, kesamaan dari tiga teori itu, mereka sama – sama masuk ke Indonesia lewat perdagangan dan misi dakwah itu sendiri.

Dengan adanya Penyebaran agama Islam di Indonesia, kerajaan maupun kesultanan bercorak Islam mulai bermunculan, mulai dari wilayah Indonesia bagian barat hingga timur. Kehadiran kerajaan maupun kesultanan ini, semakin memperkuat misi dakwah Islam.

Saluran Penyebaran Agama Islam di Indonesia

Berdasarkan runut sejarah yang masih ada dan berlaku, Anda dapat menyimak uraian singkat mengenai saluran penyebaran agama Islam di Indonesia berikut ini:

1. Perdagangan

Sebelumnya, terdapat kerajaan – kerajaan bercorak Hindu – Buddha besar yang memiliki pelabuhan internasional yang ramai. Setelah para pedagang Muslim ini masuk, hubungan kerajaan – kerajaan lokal ini tidak hanya sekedar hubungan perdagangan, melainkan merambah hingga ke menjalin hubungan diplomatik.

Korespondensi raja Kerajaan Sriwijaya, Sri Indravarman, dengan Umar bin Abdul Azis kala itu, menjadi salah satu bukti bahwa telah adanya hubungan luar negeri dengan daulah Islam.

2. Pernikahan

Pedagang – pedagang Muslim banyak yang menetap di Indonesia. Bahkan sekitar abad ke-7, sudah banyak pekojan di tanah Sumatera. Di antara mereka akhirnya juga ada yang menikah dengan penduduk pribumi.

Misi dakwah Islam akan semakin menyebar, ketika pedagang ataupun pengembara Muslim itu menikah dengan keluarga bangsawan. Contohnya adalah pernikahan antara Maulana Ishaq dengan putrid dari Raja Blambangan, yang akhirnya melahirkan Sunan Giri.

3. Tasawuf

Tasawuf adalah ajaran untuk lebih mendekat dan mengenal Allah. Tokoh yang berperan dalam penyebaran ajaran ini di Indonesia contohnya adalah Syekh Siti Jenar

4. Pendidikan

Penyebaran agama Islam melalui pendidikan di Indonesia, dilakukan di pesantren – pesantren atau pusat dakwah. Salah satu wilayah yang memiliki peran besar dalam hal ini adalah wilayah Giri di Gresik Jawa Timur, yang dipimpin oleh Sunan Giri.

5. Seni dan Budaya

Agar ajaran agama Islam itu diterima oleh penduduk lokal, maka para pendakwah banyak mengkolaborasikan ajaran Islam dengan seni maupun budaya lokal yang sudah ada. Contohnya adalah seni wayang. Sunan Kalijaga dan Sunan Panggung memanfaatkan salah seni ini untuk mensyiarkan ajaran agama Islam.

6. Dakwah

Penyebaran agama Islam melalui dakwah, dilakukan oleh para ulama. Di tanah Jawa, ulama – ulama ini dikenal dengan sebutan Wali Songo.

Leave a Comment