Doa Bangun Tidur

Silahkan simak √ doa bangun tidur, √ bacaan doa bangun tidur arab, √ bacaan doa bangun tidur latin serta √ arti dan makna doa bangun tidur lengkap pada artikel ini.


Bangun Tidur

Apa yang terpikir di pikiran Anda saat membuka mata di pagi hari?

Apa yang Anda lakukan saat bangun tidur di esok hari?

Jika Anda menganggap perlu untuk menyambut datangnya mentari pagi, maka berbahagialah karena berarti Anda orang yang sadar terhadap hidup dan kehidupan Anda.

Doa-Bangun-Tidur-Sesuai-Sunnah

Jika Anda menganggap penting untuk mengadakan persiapan bari di setiap paginya, maka bersyukurlah karena Anda telah termasuk dalam golongan orang yang akan mendapatkan kebaikan dan keberkahan.

Sungguh, tidak sedikit orang yang tidak ada persiapan apa pun untuk menyambut datangnya pagi.

Setiap bangun di pagi hari, ia tampak biasa-biasa saja. Ia pun tak pernah mau repot-repot memikirkan hal apa saja yang ia peroleh di pagi ini.

Tak sedikit pula orang yang bangun tidur dengan muka yang suram, pikiran yang kacau, dan hati yang sedih. Bawaannya ingin mengeluh, kesal, dan bingung, apalagi yang mau bekerja, bawannya ngantuk dam malas bangun.

“Tersenyum dan menyambut kemenangan setiap pagi?

“Ah, yang benar saja! Di masa sulit begini sudah untung kalua saya belum stress. Bisnis mandek, investasi di saham hancur, kerjaan di kantor tidak ada habisnya, mana bisa tersenyum setiap pagi”, begitulah dalih yang diucapkannya.

Akibat dari hal tersebut, udara pagi yang begitu segar tidak dapat ia rasakan dengan nikmat. Merdunya nyanyian burung, tak mampu menghibur dan membahagiakan hatinya. Terangnya sinar mentari pagi, tak sanggup mencerahkan pikirannya.

Harus diakui bahwa manusia memang tidak akan dapat mempertahankan emosinya berada dalam kondisi yang sama dari hari ke hari. Entah itu emosi negative, ataukah emosi positif.

Ketika marah, tidak mungkin setiap hari marah, kecuali jika kita memang telah membenarkan diri bahwa kita pemarah sehingga setiap hari harus marah. Tentu, ini sangat bahaya jika terjadi.

Untuk emosi yang positif kita pun demikian, kita tidak mungkin bahagia selamanya, seperti halnya dengan kesedihan.

Doa Bangun Tidur

Namun demikian, tidak ada salahnya jika kita menginginkan selalu bahagia selamanya. Bahkan, wajib untuk bahagia setiap hari. Malah, kita semua selalu berharap agar selalu bahagia di dunia dan di akhirat.

Lalu, bagaimana jika emosi itu tidak langgeng terus-menerus?

Jika memang emosi itu sifatnya tidak stabil, baik yang positif atau yang negative, maka harus ada cara untuk membangkitkan emosi positif kita.

Bagaiman caranya membangkitkan emosi positif?

Caranya adalah, selalu menjalani syukur saat bangun tidur, itulah kunci utamanya. Untuk menumbuhkan rasa syukur ini, Rasulullah telah mengajarkan sebuah doa bangun tidur yang dapat kita baca setiap bangun tidur.

Doa Bangun Tidur

Doa-Bangun-Tidur

Bacaan Doa Bangun Tidur Arab

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

Bacaan Doa Bangun Tidur Latin

“Alhamdullillahilladzi ahyaanaa bada maa amaatanaa wa ilaihin nushur”

Arti Doa Bangun Tidur

“Segala puji bagi-Mu, ya Allah, yang telah menghidupkan kembali diriku setelah kematianku, dan hanya kepada-Nya nantinya kami semua akan dihidupkan kembali.” (HR.Ahmad, Bukhari, dan Muslim).

Kekuatan Doa Bangun Tidur

Dari sini, dapat disimpulkan bahwa ada dua kekuatan yang akan diperoleh dengan membaca doa bangun tidur ini.

1. Kekuatan syukur.

Yaitu yang didapat melalui pesan kalimat, “Alhamdulillaahil ladzi ahyaanaa ba’da maa amaatanaa…” (اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا). Yang artinya “Segala puji bagi-Mu, ya Allah, yang telah menghidupkan kembali diriku setelah kematianku.”

2. Kekuatan motivasi hidup dan mengejar kebaikan yang sebanyak-banyaknya.

Yaitu yang diperoleh dari pesan kalimat, ”…Wailaihin nusyuur” (وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ) yang artinya “Dan , hanya kepada-Nya kami semua akan dihidupkan kembali”.

Dengan dua kekuatan ini, maka pikiran, hati, dan jiwa kita akan terpacu untuk bersyukur dan lalu bersiap siaga untuk mengejar kebaikan dan keberuntungan yang sebesar-besarnya.

Penjelasan Doa Bangun Tidur

Barangkali, sebagian dari kita ada yang membaca doa bangun tidur ini setiap pagi, namun merasa biasa-biasa saja. Tidak ada hal yang special, tidak ada hal luar biasa yang saya temukan.’

Makna-Doa-Bangun-Tidur

Sabarlah, mungkin saja Anda belum membacanya dengan sepenuh hati, dengan disertai ilmu dan kesadaran.

Padahal, maksud doa bangun tidur ini tidak hanya sekedar dibaca di lisan saja. Namun, yang terpenting bagaimana kita mampu memahami maknanya disertai menghayati kandungan isinya sehingga kita memperoleh manfaat positifnya.

Ketika bangun tidur, bersyukur atas apa?

Yaitu, bersyukur atas nikmat kehidupan yang kita dapatkan saat itu, pada pagi itu.

Coba dipikirkan, siapa yang mampu menghidupkan dan membangunkan kita?

Hanya Allah Sw yang sanggup. Kita bisa bangun tidur bukan atas kemauan dan kemampuan diri kita. Saat tidur, bukankah seluruh anggota badan kita mati dan tidak dapat berfungsi.

Jika Allah berkehendak, kita bisa tidur dan tidak bangun lagi. Jika Allah berkehendak maka mudah saja bagi-Nya untuk mengakhiri kehidupan kita. Sungguh, tanpa penjagaan dan pemeliharaan Allah, kehidupan itu mustahil didapatkan.

1. Pujian pada bacaan ““Alhamdulillah al-ladzi ahyaanaa ba’da maa amaatanaa….”

Yakinilah dan sadarilah hal ini dengan sepenuh hati di saat kita melantunkan pujian doa, “Alhamdulillah al-ladzi ahyaanaa ba’da maa amaatanaa….” (اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا). Yang artinya segala puji bagi-Mu, ya Allah, yang telah menghidupkan kembali diriku setelah kematianku.

Kemudian, mengapa di setiap kali bangun tidur, kita diajarkan untuk mensyukuri nikmat kehidupan?

Sebab, nikmat hidup adalah nikmat terbesar yang diberikan kepada manusia. Selain nikmat hidup, semua ada di bawahnya.

Asalkan kita masih hidup, berarti kita masih diberi nikmat waktu dan kesempatan untuk dapat menjalani taubat dan berbuat taat kepada Allah.

Asal kita masih hidup, berarti kita masih bisa bekerja, berkarya, dan merasakan nikmatnya kesenangan dunia.

Namun, jika nikmat hidup itu telah terenggut, maka hilanglah semua yang kita miliki, sirnalah semua harapan dan cita-cita yang kita punya.

Tidakkah kita berpikir, betapa menyesal dan betapa merana orang-orang yang telah kehilangan nikmat hidup ini.

Inilah salah satu ungkapan penyesalan mereka yang telah meninggalkan dunia ini, yang tersirat dalam Al Quran.

Surah Al Munafiquun ayat 10:

رَبِّ لَوۡ لَاۤ اَخَّرۡتَنِیۡۤ اِلٰۤی اَجَلٍ قَرِیۡبٍ ۙ فَاَصَّدَّقَ وَ اَکُنۡ مِّنَ الصّٰلِحِیۡنَ

Artinya:

“…Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih?” (QS. Al-Munafiquun ayat 10).

Surah Al Sajdah ayat 12:

رَبَّنَاۤ اَبۡصَرۡنَا وَ سَمِعۡنَا فَارۡجِعۡنَا نَعۡمَلۡ صَالِحًا اِنَّا مُوۡقِنُوۡنَ

Artinya:

“ Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal shalih, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.” (QS. As-Sajdah ayat 12).

Saudaraku, jika di pagi ini kita masih diberi nikmat hidup. Betapapun buruknya kondisi kesehatan kita, betapapun minimnya harta yang kita punya, maka kita wajib bersyukur atas nikmat yang besar tersebut.

Sebab, hal itu berarti Allah, masih sayang kepada kita. Allah masih berkenan memberikan kebijaksanaan besar kepada kita. Jadikanlah nikmat hidup ini sebagai dasar utama rasa syukur kita.

Simak dan baca : Doa Selamat Dunia Akhirat

Sebab, jika nikmat hidup ini yang menjadi ukuran rasa syukur kita, maka akan terasa mudah bagi kita untuk bersyukur dan mensyukuri nikmat-nikmat Allah yang lain.

Jika nikmat hidup ini menjadi standar kebahagiaan kita, maka akan terasa enteng bibir ini untuk tersenyum, hati ini untuk bahagia, dan pikiran ini untuk tercerahkan.

Sesungguhnya, pesan tersirat yang hendak dinyatakan dalam doa bangun tidur di atas adalah:

  • Apabila di pagi ini Anda dapat bangun dan merasa sehat, maka bersyukurlah karena Anda lebih beruntung dari jutaan orang yang mungkin tidak akan dapat bertahan hidup sampai hari ini.
  • Apabila di pagi ini Anda bangun dan mendapati kesehatan badan yang masih terjaga, keluarga Anda masih utuh dan selamat, dan Anda masih memiliki persediaan makanan yang cukup untuk hari ini, maka bersyukurlah. Karena nikmatnya dunia telah dikumpulkan untuk Anda.
  • Apabila di pagi ini Anda bangun dan memiliki makanan di lemari pendingin, baju-baju di lemari pakaian, dan memiliki atap yang menaungi tempat Anda beristirahat, maka bersyukurlah, karena Anda masih kaya dibanding penduduk di dunia lainnya.
  • Apabila di pagi ini Anda bangun dan tinggal di rumah yang baik, memiliki cukup makanan dan mendapatkan pekerjaan yang layak, maka bersyukurlah karena anda adalah bagian dari kelompok terpilih.

Jika Anda telah dapat memahami dan mengamalkan pesan ini, maka saat Anda bangun tidur dan mendapatkan persediaan makanan di rumah anda habis. Maka Anda masih bisa tertawa karena ternyata Anda masih diberi kehidupan dan dianugerahi kesehatan.

Saat Anda bangun tidur dengan terbaring lemas di pembaringan. Anda masih tetap bisa bersyukur karena ternyata pagi ini Anda masih lebih beruntung dari mereka yang hampir tidak ada harapan lagi untuk bisa menikmati hidup di pagi ini.

Begitu seterusnya, selama jantung masih berdetak dan selama ruh masih menempel di badan, ada banyak hal yang patut kita syukuri dan memang wajib bagi kita untuk mensyukurinya.

Sungguh tidak ada alasan dan dalih apa pun untuk berkelit dari nikmat yang demikian besar ini, yaitu nikmat hidup dan kehidupan.

Saat bangun pagi, jadilah seperti burung-burung yang berkicau heboh setiap pagi di pepohonan menyambut datangnya pagi. Siulan mereka saling sahut meriah sekalu, seolah-olah sedang merayakan pesta besar setiap pagi.

Setiap pagi hari, mereka selalu menjalani hidup dengan penuh rasa syukur. Padahal, mereka tidak memiliki persediaan makanan untuk hari ini, dan mereka juga tidak pernah menyimpannya.

Padahal, diantara mereka ada yang bangun pagi dengan kaki yang pincang, mata yang tertutup, dan kepala yang tertunduk. Burung-burung itu lebih mengerti rahasia Tuhan yang tidak pernah meninggalkan mereka dan selalu menyayangi makhluk ciptaan-Nya.

Simak dan baca juga : Doa Nurbuat

Pahamilah dan sadarilah hal ini, maka Anda akan mendapatkan bahwa bisa bangun tidur di pagi hari merupakan sesuatu yang sungguh luar biasa. Sebuah nikmat yang wajib untuk disyukuri.

Sebaliknya, jika Anda hanya mampu mensyukuri hal-hal yang terlihat besar dalam persepsi Anda saja. Maka Anda akan kehilangan nikmatnya meraih kebahagiaan di setiap bangun pagi.

Padahal, apa yang Anda anggap besar itu, sebenarnya sangat kecil bila dibandingkan dengan nikmat kehidupan yang telah anda peroleh.

Bayangkan, jika di suatu pagi anda mendapat kejutan hadiah mobil mewah. Sementara di pagi yang sama Anda menghadapi vonis dokter yang mengatakan kalau hidup Anda tak mampu bertahan sampai sore hari karena penyakit yang anda derita sudah sangat kronis.

Apakah hadiah mobil itu lebih besar dibandingkan dengan kesehatan Anda?

Tentu saja tidak. Tapi sayangnya, hal seperti ini sedikit kita renungkan dan jarang kita pikirkan sehingga sering kali malah melupakan.

Selain memahami, menyadari, dan mensyukuri nikmat kehidupan yang didapatkan, kita pun diajarkan untuk mengingat kehidupan setelah dunia ini, yakni hari kebangkitan.

2. Pada Bacaan “….Wailaihin nusyuur”

Maka, kita baca terusan doanya, “….Wailaihin nusyuur” ( (وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ) yang artinya “Dan, hanya kepada-Nya kami semua akan dihidupkan kembali”.

Mengapa ketika bangun tidur kita dianjarkan untuk mengingat “an-nusyur”, apa kaitan antara keduanya?

1. “an-nusyur” adalah kebangkitan dari kubur.

Yaitu, kebangkitan setelah kita mengalami kematian yang panjang di alam barzakh. Sementara, tidur adalah saudaranya mati.

Saat tidur, kita tengah dimatikan untuk sementara oleh Allah.

Kemudian saat bangun, kita dihidupkan kembali oleh-Nya. Dengan ini, dapat dikatakan bahwa bangun tidur sebenarnya juga merupakan peristiwa kebangkitan, yakni kebangkitan manusia dari kubur menuju alam kehidupan yang abadi.

2. Dengan mengingat “an-nusyur” saat bangun tidur, kita diharapkan sadar akan kebangkitan yang kedua.

Yaitu kebangkitan menuju kehidupan yang sesungguhnya. Kita juga diharapkan mengerti betapa berharganya kehidupan saat ini (dunia), sebagai bekal nanti di saat bangun dari kematian (kehidupan akhirat).

Simak dan baca juga : Doa Sebelum Tidur

Demikian ulasan tentang doa bangun tidur, bacaaan doa bangun tidur arab, bacaan doa bangun tidur latin dan penjelasan doa bangun tidur lengkap. Semoga Allah senantiasa melimpahkan nikmat dalam tidur Anda dan selalu meridhai jalan Anda, Aamin.

Loading...

Doa Sayyidul Istighfar

Wahyoeni
3 min read

Doa Qunut

Wahyoeni
3 min read

Doa Ketika Mendengar Petir

Wahyoeni
3 min read

Doa Ziarah Kubur

Wahyoeni
7 min read

Doa Akhir Tahun

Wahyoeni
6 min read