Doa Sebelum Tidur

Silahkan simak √ doa sebelum tidur, √ bacaan doa sebelum tidur arab, √ bacaan doa sebelum tidur latin dan √ arti doa sebelum tidur pada artikel ini.

Berwudhu Sebelum Tidur

Tidur adalah aktifitas sehari-hari bagi semua umat manusia. Manusia memerlukan istirahat pada malam hari setelah pada waktu siang hari sibuk bekerja atau melakukan berbagai aktifitas.

Ketika hendak pergi tidur, dianjurkan untuk membaca doa sebelum tidur, agar tidurnya dalam perlindungan Allah. Karena ketika kita tidur, kita seolah mati, karena tidur adalah sahabatnya mati.

Doa-Sebelum-Tidur-Sesuai-Sunnah

Seperti yang dianjurkan Rasulullah, ketika hendak tidur kita dianjurkan memanjatkkan doa sebelum tidur. Namun selain membaca doa, kita dianjurkan untuk bersuci atau berwudhu dahulu sebelum tidur. Dengan harapan kita dalam keadaan suci ketika tidur.

Rasulullah bersabda:

مَنْ بَاتَ طَاهِرًا، بَاتَ فِي شِعَارِهِ مَلَكٌ، فَلَمْ يَسْتَيْقِظْ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فُلَانٍ، فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا

Artinya:

“Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci.’” (HR. Ibn Hibban)

Doa Sebelum Tidur

Ada banyak sekali amalan, baik itu dzikir atau doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika hendak tidur atau sebelum tidur. Doa sebelum tidur itu diantaranya adalah :

1. Doa Sebelum Tidur Untuk Menghayati Kematian

Rasulullah telah mengajarkan doa singkat yang penuh makna, kita pun mungkin sering mendengar dan membacanya sebelum tidur.

Doa Sebelum Tidur

Doa-Sebelum-Tidur

Bacaan Doa Sebelum Tidur Arab

بِسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَ بِسْمِكَ اَمُوْتُ

Bacaan Doa Sebelum Tidur Latin

“Bismika Allahumma ahyaa wa bismika amuut”.

Arti Bacaan Doa Sebelum Tidur

“Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup, dan dengan nama-Mu aku mati”. (HR.Bukhari dan Muslim).

Makna Doa Sebelum Tidur

Setidaknya ada tiga makna terkait dengan doa sebelum tidur ini:

a. Tidur itu sama dengan mati (tidur adalah saudaranya mati).

Rasulullah menjelaskan:

“Tidur itu temannya mati.” (HR. Baihaqi,Thabrani dan Bazzar).

Mengapa tidur dikatakan sebagai saudaranya mati?

Karena, saat tidur panca indra serta kesadaran manusia tidak berfungsi, alias sama dengan mati. Hanya denyut jantung, tarikan napas, dan aspek fisik lainnya saja yang masih hidup.

Al Quran menggambarkan peristiwa tidur sebagai berikut:

اَللّٰہُ یَتَوَفَّی الۡاَنۡفُسَ حِیۡنَ مَوۡتِہَا وَ الَّتِیۡ لَمۡ تَمُتۡ فِیۡ مَنَامِہَا ۚ فَیُمۡسِکُ الَّتِیۡ قَضٰی عَلَیۡہَا الۡمَوۡتَ وَ یُرۡسِلُ الۡاُخۡرٰۤی اِلٰۤی اَجَلٍ مُّسَمًّی

Artinya:

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan…”, (QS. Az-Zumar ayat 42).

Ayat di atas memberikan penjelasan bahwa mati itu ada dua jenisnya.

  1. Berbentuk tertahannya ruh atau jiwa seseorang sehingga tidak dapat lagi kembali kepada wadahnya (tubuh), dan yang demikian ini dinamakan mati.
  2. Allah melepaskan ruh seseorang dari genggaman-Nya sehingga memungkinkan ruh itu kembali lagi ke wadahnya (tubuh) semula. Dan yang demikian ini dinamakan tidur.

Bisa diibaratkan jika seorang yang tidur itu seperti layang-layang yang terbang jauh ke angkasa, tapi talinya tetap dipegang oleh pemain. Sedangkan mati adalah layang-layang yang telah putus talinya sehinggaia terbang tidak kembali.

b. Ketika hendak tidur, kita diajak untuk menghayati arti kehidupan dan kematian.

Sebab, sebelum tidur kita adalah orang yang hidup alias hidup panca indranya. Dan, saat tidur kita sedang dimatikan oleh Allah untuk sementara waktu. Untuk itu dianjurkan untuk membaca doa hendak tidur.

Maka, tidur adalah contoh kematian yang Allah ajarkan kepada manusia di dunia ini supaya menjadi pelajaran berharga di akhirat kelak.

c. Pasrah kepada sang pemilik kehidupan dan kematian

Doa ini mengandung pesan kepasrahan kepada sang pemilik kehidupan dan kematian. Sungguh, manusia terlalu lemah, sebagaimana tergambar sewaktu kita tidur.

Saat tidur, kita tidak mampu menguasai diri kita sendiri. Kita tak berkuasa lagi untuk mengendalikan tubuh ini. Bahkan, kita pun tidak sanggup menentukan judul mimpi kita.

Berdasarkan ketiga pesan ini, mestinya jika dipahami betul, semua sifat-sifat sombong, iri, dengki, takabur, dan sebagainya yang ada pada diri manusia akan luruh dan sirna dengan sendirinya.

Karena, semuanya bermuara pada kesadaran hakiki bahwa kita hanya hamba lemah yang sewaktu-waktu dapat dihidupkan dan dimatikan kapanpun oleh Allah.

2. Doa Sebelum Tidur Untuk Mohon Perlindungan

Doa-Sebelum-Tidur-dan-Artinya

Di saat tidur, kita sangat membutuhkan perlindungan Allah dari segala macam bahaya atau bencana yang sewaktu-waktu bias mengenai kita.

Benar bahwa di setiap saat kita selalu butuh perlindungan dan penjagaan Allah Swt. Dan, Allah adalah al-Khafidz, Dzat yang memberikan penjagaan bagi setiap makhluk-Nya. Namun, saat tidur adalah saat di mana kita tidak punya kekuatan dan kemampuan apa pun untuk melindungi diri kita.

Jika ada seseorang yang ingin berbuat jahat pada kita, tentu mereka akan sangat mudah untuk melakukannya. Bahkan, jika ada seekor nyamuk yang hendak menggigit tubuh kita, maka kita pun tidak dapat menolaknya.

Rasulullah adalah orang yang sangat penyayang pada umatnya, beliau tidak melupakan hal ini. Beliau mengajarkan bagaimana menjaga diri agar selamat dari bahaya saat tidur.

Diriwayatkan dari Aisyah Ra. berkata:

كَانَ إِذَا أخَذَ مَضْجَعَهُ نَفَثَ في يَدَيْهِ ، وَقَرَأَ بالمُعَوِّذَاتِ ، ومَسَحَ بِهِمَا جَسَدَهُ . مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

“Jika beliau Saw. hendak tidur, maka beliau meniupkan napas ke dua tangannya dan membaca al-mua’awwidzat lalu mengusapkannya ke tubuhnya.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Tidakkah kalian ketahui bahwa Nabi Muhammad meniupkan di kedua tangannya dan membacakan ‘Al-Mu’awwidzaat’. Serta mengusapkan dengan keduanya pada tubuh beliau, dan beliau juga mohon perlindungan dengannya dari apa yaang mungkin yang terjadi nanti.

Surah Mu’awwidzaat adalah dua surah terakhir yang dalam Al Quran yaitu surah Al Falaq dan surah An Naas. Dua surah ini masuk golongan Makkiyah, dan mempunyai kedudukan yang tinggi di antara surah-surah lainnya.

Bacaan surah Al Falaq

Surah-Al-FalaqBacaan surah Al Falaq Arab

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ . مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ . وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ . وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ . وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Bacaan surah Al Falaq Latin

“Qul auudzu birobbil falaq. Min syarri maa kholaq. Wa min syarri ghoosiqin idzaa waqob. Wa min syarrin naffaatsaati fil ‘uqod. Wa min syarri haasidin idzaa hasad.”

Arti Surah Al Falaq

“Aku berlindung kepada Allah Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.”

Bacaan Surah An Naas

Surah-An-NaasBacaan Surah An Naas Arab

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ . مَلِكِ النَّاسِ . إِلَهِ النَّاسِ . مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ . الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ . مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Bacaan Surah An Naas Latin

“Qul auudzu birobbinnaas. Malikin naas. Ilaahin naas. Min syarril waswaasil khonnaas. Alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas, minal jinnati wan naas.”

Arti Surah An Naas

“Aku berlindung kepada Allah (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.”

Di samping al-Mu’awwidzat, kita juga dianjurkan agar memohon perlindungan kepada Allah dengan membaca ayat kursi.

Bacaan ayat kursi

Ayat-Kursi-Bacaan-Pengusir-SetanBacaan Ayat Kursi Arab

اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Bacaan Ayat Kursi Latin

“Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’ wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim.”

Arti Bacaan Ayat Kursi

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak atau boleh disembah), melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Yang tidak mengantuk dan tidak juga tertidur. Kepunyaan-Nya adalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya.”

Simak dan baca manfaat dan keutamaan ayat kursi

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra. bahwasanya ia berkata:

“Rasulullah mewakilkan kepadaku untuk menjaga zakat Ramadhan. Maka, datanglah seorang yang kemudian mengacak-acak makanan….”(begitu seterusnya ia menyebutkan hadits).”

“Hingga di akhirnya (hadits), orang itu berkata, “Apabila kamu beristhirahat di tempat tidurmu, maka bacalah ayat kursi.”

“Maka, sesungguhnya seorang (malaikat) penjaga dari Allah akan senantiasa menyertaimu. Dan, setan tidak mampu mendekatimu hingga kamu bangun subuh.”

3. Doa Sebelum tidur Untuk Mohon Kasih Sayang dan Penjagaan

Ada dua kemungkinan bagi orang yang tidur.

  • Ia bisa bangun dan hidup kembali seperti sebelumnya.
  • Ia bias tidur dan tidak bangun lagi, alias mati.

Yang memegang nyawa kita saat tidur adalah Allah, kita tidak punya kuasa apapun. Jika Allah berkehendak menghidupkan kita, niscaya kita akan bangun. Dan, jika Allah berkehendak mematikan kita, maka kita pun akan tidur selamanya.

Terhadap dua kemungkinan ini, Rasulullah mengajarkan agar memohon kebaikan pada setiap satunya. Beliau berdoa:

بِاسْمِكَ رَبِّي وَضَعْتُ جَنْبِي، وَبِكَ أَرْفَعُهُ، فَإِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَارْحَمْهَا، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا، بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ

Artinya:

“Dengan nama Engkau, wahai Tuhanku, aku meletakkan lambungku. Dan, Dengan nama-Mu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan ruhku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi, apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Dalam doa ini, terkandung pengakuan bahwa Allah adalah Dzat yang menghidupkan dan mematikan manusia serta maklhuk-maklhuk hidup lainnya.

Hanya Allah yang menghidupkan raga-raga yang mati dalam tidurnya dengan mengembalikan ruh ke dalamnya. Hanya Allah yang menghidupkan jasad-jasad yang telah hancur lebur bercampur tanah untuk dibangkitkan kelak di hari kebangkitan.

Di awal doa ini, kita ungkapkan pada diri kita bahwasannya kita membaringkan tubuh dengan kuasa nama Allah ,dan mengangkatnya kelak (ketika bangun) juga dengan kuasa dan nama-Nya.

Ini memberi makan bahwa kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan dalam tidur kita, apakah kita akan hidup atau akan mati.

Kita tidak tahu apa di depan, di belakang, di atas, di bawah, di kanan, di kiri, dan di samping kita dari bermacam kemungkinan bahaya yang sewaktu-waktu bias menimpa kita saat tidur. Kita juga tidak kuasa mencegah dan menolak bahaya itu, kecuali dengan izin dan kuasa Allah.

4. Doa Sebelum Tidur Untuk Mohon Husnul Khatimah

Saat tidur, kesadaran manusia menjadi hilang. Dengan hilangnya kesadaran, makai a terlepas dan bebas dari setiap hukum agama.

Doa-Sebelum-Tidur-Islam

Oleh sebab itu, seorang yang tidur tidak dikenai sangsi dosa atau hukuman karena ia disamakan dengan orang yang tidak sadar. Jika orang yang tidur sempat berbuat dosa, misalnya seperti mencuri barang milik temannya, maka ia tidak dihukumi dosa. Ia hanya wajib mengembalikan barang yang diambilnya itu setelah bangun.

“Ada tiga kelompok yang terbebas dari hukum, yaitu orang yang tidur sehingga terbangun, anak-anak sehingga dewasa, dan orang yang hilang ingatan sehingga sadar.” (HR.Ahmad dan Ashhabus Sunan).

Orang yang tidur akan diberi pahala atau dikenai sangsi dosa atau siksa manurut apa yang dilakukan sebelum ia tertidur. Dalam arti, hukum baginya berlaku saat ia mulai tak sadarkan diri dengan tidurnya

Misalnya, jika seseorang sebelum tidur telah niat akan bangun dan menjalankan shalat fardu pada waktunya. Dan ia juga telah berusaha agar bisa bangun, maka jika ia bangun dan waktu shalat telah lewat, ia tidak dikenai dosa karenanya.

Tapi, jika sebelum tidur ia tidak niat apa-apa, lalu ketika bangun ia mendapati waktu shalat telah lewat makai berdosa karenanya.

Hal ini sama kasusnya dengan orang yang gila. Hukum baginya ditetapkan menurut apa yang terjadi sebelum kegilaannya.

Misalnya hukum shalat, jika kegilaannya disengaja olehnya, seperti sengaja minum obat terlarang, maka ia wajib mengqadha shalatnya. Tapi, jika kegilaanya itu sejak awal tidak disengaja olehnya, makai a tidak berkewajiban mengqadha shalat.

Simak dan baca juga : Doa Bangun Tidur

Rasulullah bersabda:

اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لَا مَلْجَأَ وَلّا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

Artinya:

“Apabila seseorang beristhirahat ke tempat tidurnya, maka buru-buru malaikat dan setan mendatanginya. Malaikat berkata, ‘Akhirilah dengan kebaikan!’ Dan, setan berkata, ‘Akhirilah dengan keburukan!’ Jika ia mengingat Allah lalu tidur, maka setan pergi dan malaikat semalaman menjaganya.” (HR.Abu Ya’la, Ibnu Hibban, Hakim, dan lainnya).

Rasulullah sangat mengerti masalah ini, maka beliau mengajarkan agar kita mengakhiri amalan kita sebelum tidur dengan sesuatu yang baik. Agar seandainya kita meninggal dalam tidur, kita dikaruniai husnul khatimah.

Atau jika kita tidur dan bisa bangun kembali, maka tidur kita itu dicatat sebagai amal ibadah di sisi Allah.

“Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepada-Mu, aku menyerahkan urusanku kepada-Mu, aku menyandarkan punggungku kepada-Mu, karena senang (mendapatkan rahmat-Mu) dan takut pada (siksaan-Mu, bila melakukan kesalahan). Tidak ada tempat perlindungan dan penyelamatan dari (ancaman)-Mu, kecuali kepada-Mu. Aku beriman pada kitab yang telah Engkau turunkan, dan (kebenaran) nabi-Mu yang telah Engkau utus.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Ada tiga amalan yang kita lakukan dalam doa ini.

  1. Penyerahan diri secara total kepada Allah. Yaitu kita serahkan seluruh jiwa raga kita kepada Allah sebagai sang pemilik dan penguasanya.
  2. Permohonan rahmat Allah dan perlindungan dari siksaan-Nya.
  3. Penyaksian keimanan atas Allah, kitab-Nya, dan nabi-Nya.

Sesungguhnya, tiga amalan ini merupakan amal yang mempunyai nilai tinggi yang dapat membawa seseorang memperoleh husnul khotimah.

Dengan takwakkal atau penyerahan diri kepada Allah, maka Allah akan mencukupkan setiap urusannya. Dengan takut kepada Allah, maka Allah akan mewujudkan harpannya. Dan, kesaksian keimanan, niscaya ia akan dikaruniai husnul khotimah.

Karena hal ini, maka diterangkan dalam hadits lanjutan doa diatas:

“Apabila engkau meninggl dunia (di waktu tidur), maka kamu akan meninggal dunia dengan memegang fitrah (agama Islam).” ( HR.Bukhari dan Muslim).

Selain doa diatas, kita juga dapat menambahnya dengan membaca surah Al-Kaafirun.

Surah Al Kaafirun

Surah-Al-Kaafirun

Bacaan Surah Al Kaafirun Arab

قُلۡ يٰۤاَيُّهَا الۡكٰفِرُوۡنَۙ‏. لَاۤ اَعۡبُدُ مَا تَعۡبُدُوۡنَۙ. وَلَاۤ اَنۡـتُمۡ عٰبِدُوۡنَ مَاۤ اَعۡبُدُ‌ ۚ‏. وَلَاۤ اَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدۡتُّمۡۙ.‏ وَ لَاۤ اَنۡـتُمۡ عٰبِدُوۡنَ مَاۤ اَعۡبُدُ ؕ‏. لَـكُمۡ دِيۡنُكُمۡ وَلِىَ دِيۡنِ

Bacaan Surah Al Kaafirun Latin

“Qul yaa ayyuhaa alkaafiruuna. laa a’budu maa ta’buduuna. walaa antum ‘aabiduuna maa a’budu. walaa anaa ‘aabidun maa ‘abadtum. walaa antum ‘aabiduuna maa a’budu. lakum diinukum waliya diini.”

Arti Surah Al Kaafirun

“Hai orang-orang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”.

Rasullulah bersabda:

“Apabila kamu menempati tempat tidurmu di malam hari, maka bacalah, ‘Qul yaa ayyuhal kaafirun….’ Kemudian, tidurlah dengan menjadikannya sebagai akhir ( dari ucapanmu). Sesungguhnya, ia pembebasan dari syirik.“ (HR.Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Hakim, Baihaqi).

Doa Istighfar

Istighfar atau memohon ampunan Allah atas dosa-dosa dan kesalahan yang telah dilakukan. Merupakan hal yang sangat baik dan dianjurkan untuk dilakukan kapan aja dan dimana saja, dan tak terkecuali ketika hendak tidur.

Rasulullah telah mengajarkan hal ini, sebagaimana yang diterangkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri ra.

Rasulullah menganjurkan ketika beristirahat ke tempat tidurnya dianjurkan membaca Doa Istighfar.

Doa Istighfar

Doa-Istighfar

Bacaan Doa Istighfar Arab

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْه

Bacaan Doa Istighfar Latin

“Astaghfirullôhal ‘azhîm alladzî lâ ilâha illâ huwal hayyul qoyyûm wa atûbu ilaih.”

Arti Doa Istighfar

“Aku mohon ampunan Allah, Dzat yang tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya’,sebanyak tiga kali. Maka, Allah Swt mengampuni dosa-dosanya walaupun ia seumpama busa lautan, walaupun ia (seperti) pasir yang bertumpuk- tumpuk, dan walaupun ia (seperti) bialngan hari-hari dunia.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Saat hendak tidur malam hari adalah saat atau momen yang sangat baik untuk menginterospeksi diri, melihat, dan memerhatikan dosa dan kesalahan yang pernah kita perbuat selama sehari kebelakang.

Kemudian, kita membuat komitmen dan langkah baru untuk perbaikan dimasa yang akan datang.

Suasan malam yang hening, sunyi, dan dipenuhi kesejukan sangat tepat dan sangat membantu untuk membuka mata batin dan pikiran kita.

Sehingga, kita mudah untuk melihat lembaran-lembaran yang telah lalu, membuka file kesalahan-kesalahan dan kekeliruan yang telah lewat, agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama, atau membuat yang berbeda di masa depan.

Doa Tasbih, Tahmid dan Takbir

Sebaik-baiknya doa adalah tasbih, tahmid dan takbir. Karena ia berisikan pujian dan sanjungan kepada Allah.

Rasulullah telah mengajarkan hal ini untuk dibaca ketika hendak tidur, beliau pernah memerintahkan Aisyah Ra dan sahabat Ali Ra untuk membacanya:

“Ingatlah! Aku akan mengajari kalian berdua sesuatu yanag lebih baik daripada apa yang kalian minta. Jika kalian menempati tempat tidur kalian, hendaklah membaca takbir 34 kali, membaca tasbih 33 kali, dan membaca tahmid 33 kali. Itu lebih baik daripada sesuatu (pembantu) yang kalian minta.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Adapun bacaan tasbih, tahmid dan takbir itu adalah sebagai berikut:

Dzikir Sebelum Tidur

Dzikir-Sebelum-Tidur

Bacaan Tasbih

سُبْحَانَ اللهِ

“Subhanallah” (33x)

Artinya:  “Maha suci Allah.” (33x)

Bacaan Tahmid

الْحَمْدُ لِلَّهِ

“Alhamdulillah (33x)”

Artinya: “Segala puji bagi Allah.” (33x)

Bacaan Takbir

اللهُ أَكْبَرُ

Allahu Akbar (33x)

Artinya: “Allah Maha Besar.” (34x)

Doa Syukur

Selain introspeksi diri, waktu malam sebelum tidur adalah waktu yang tepat dan sangat baik untuk bersyukur.

Bersyukur atas semua nikmat yang telah diberikan Allah Swt. Selama seharian penuh. Bersyukur karena kita telah diberi nikmat kehidupan dan nikmat-nikmat lainnya.

Untuk merefleksikan syukur ini, cobalah pejamkan mata Anda agar dapat lebih berkonsentrasi. Lihat kembali perjalanan hidup Anda.

Berapa banyak hal-hal luar biasa, hal- hal baik , dan positif yang terjadi pada hidup Anda?

Syukurilah! Lihat berapa banyak permasalahan yang muncul dan sudah Anda lalui.

Syukurilah! Lihat juga berapa banyak musibah atau bencana yang mungkin terjadi pada diri Anda dan Anda telah terselamatkan darinya

Syukurilah! Rasakan di setiap detik kehidupan Anda. Kemudian, ucapkan doa syukur telah diajarkan Nabi Muhammad.

Bacaan Doa Syukur

Doa-Syukur

Bacaan Doa Syukur Arab

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَكَفَانَا وَآوَانَا، فَكَمْ مِمَّنْ لاَ كَافِيَ لَهُ وَلاَ مُؤْوِيَ

Bacaan Doa Syukur Latin

“Alhamdulillahilladzi ath’amanaa wa saqoonaa wa kafaanaa wa aawaanaa, fakam mimman laa kaafiya lahu wa laa mu’wiya.”

Arti Bacaan Doa Syukur

“Segala puji bagi Allah yang memberi makan kami, memberi minum kami, mencukupi kami, dan memberi tempat berteduh. Berapa banyak orang yang tidak mendapatkan siapa yang memberi kecukupan dan tempat berteduh.” (HR. Muslim, Tirmidzi, dan Nasa’i)

Sesungguhnya, doa syukur ini mencakup semua nikmat yang telah kita dapatkan dan rasakan.

Nikmat dan Syukur kepada Allah, karena:

1. Dalam doa tersebut kita bersyukur karena Allah telah memberi makanan dan memberi minuman.

Makanan dan minuman adalah kebutuhan pokok. Dengan keduanya, kita bisa melakukan segala aktivitas yang kita inginkan.

Bagi manusia, makanan dan minuman tidak hanya untuk hidup, tetapi juga memberikan kesegaran dan kelezatan. Kita mengenal banyak sekali jenis dan macam makanan yang diolah oleh manusia sesuai dengan selerannya.

2. Kita bersyukur karena Allah telah memberi kecukupan kepada kita.

Kecukupan ini bermakna luas sekali, mencakup segala hal dan urusan yang berkaitan dengan kebutuhan manusia. Misalnya, kecukupan dalam sandang, pangan, harta benda , pekerjaan, ilmu pengetahuan, dan lain sebagainya.

3. Kita bersyukur karena Allah telah memberi tempat Timggal

Bersyukur karena ada rumah bagi kita untuk berlindung dari kedinginan dan kepanasan. Sehingga kita dapat beristirahat dengan tenang dan nyaman.

Simak dan Baca juga : Doa Sebelum Makan

Demikian ulasan tentang doa sebelum tidur, dzikir sebelum tidur dan arti doa sebelum tidur lengkap. Semoga Allah senantiasa memberikan kenikmatan dan ridha-Nya kepada kita semua, Aamin.

Doa Untuk Orang Sakit

Wahyoeni
4 min read

Doa Sesudah Wudhu

Wahyoeni
5 min read

Doa Paling Utama

Wahyoeni
3 min read

Doa Untuk Pengantin

Wahyoeni
5 min read

Doa Masuk Kamar Mandi

Wahyoeni
3 min read