Doa Ketika Angin Kencang

Simak ulasan tentang √ doa ketika angin kencang, √ doa ketika ada angin ribut, √ dan doa ketika ada angin besar pada artikel berikut.

Bencana Alam Karena Angin

Bencana bisa datang kapan saja tanpa diduga-duga. Walau sudah ada badan negara yang selalu memantau cuaca yang ada di Indonesia, namun hanya bisa melakukan prediksi dan pemberitahuan lebih awal tentang terjadinya bencana.

Doa-Ketika-Angin-Ribut

Badan yang mengawasi cuaca yang ada di Indonesia adalah Badan Meteoroligi, Klimatologi dan Gefisika (BMKG).

BMKG akan selalu memantau dan memberikan informasi prakiraan cuaca, maritim, penerbangan, iklim, kualitas udara, gempabumi, tsunami dan tanda waktu di Indonesia dengan Cepat, Tepat, Akurat.

Akhir-akhir ini sering terjadi bencana yang ditimbulkan oleh adanya angin kencang atau angin tornado. Di dalam pemberitaan media massa, baik cetak maupun elektronik sering menyampaikan berita tentang angin ribut yang menimpa masyarakat di berbagai daerah.

Dahulu, mungkin kita hanya mengenal istilah angin ribut saja, tapi saat ini masyarakat telah banyak mengenal istilah angin yang membahayakan, seperti angin puting beliung, twister, cyclone, storm, tornado dan sebagainya.

Sering terjadi bencana anginkencang yang tiba-tiba. Bencana angin ini datang sebelum dan sesudah hujan, atau ia bisa datang tanpa ada tanda-tanda sebelumnya. Inilah yang banyak menimbulkan korban harta benda dan nyawa.

Perubahan cuaca karena angin itu, kadang ditanggapi secara berbeda oleh setiap orang atau masyarakat. Ada orang yang marah, kesal, dan geram kepada angina atau udara karena mendapat kesialan dan kesusahan karenanya.

Namun, ada pula orang yang senang dan gembira oleh datangnya angin karena rahmat yang dibawanya.

Salahkah angin jika ia sampai menimpakan bencana atau malapetaka?

Patut untuk kita ketahui bahwa angin adalah makhluk ciptaan Allah. Dia-lah Dzat yang menciptakan angin, mengutus, dan mendatangkan angin untuk makhluk-makhluk-Nya. Angin termasuk sumber kehidupan manusia di bumi.

Allah berfirman dalam Al Quran surah Ar-Rum ayat 48 :

اَللّٰہُ الَّذِیۡ یُرۡسِلُ الرِّیٰحَ فَتُثِیۡرُ سَحَابًا فَیَبۡسُطُہٗ فِی السَّمَآءِ کَیۡفَ یَشَآءُ وَ یَجۡعَلُہٗ کِسَفًا فَتَرَی الۡوَدۡقَ یَخۡرُجُ مِنۡ خِلٰلِہٖ ۚ فَاِذَاۤ اَصَابَ بِہٖ مَنۡ یَّشَآءُ مِنۡ عِبَادِہٖۤ اِذَا ہُمۡ یَسۡتَبۡشِرُوۡنَ

Artinya:

“Allah, Dia-lah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah Swt. Membentangkan di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal. Kemudian, kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.” (QS. Ar-Rum ayat 48).

Cobalah Anda bayangkan jika Allah tidak menciptakan angin, tentu awan tidak akan sanggup bergerak dan akhirnya hujan yang merupakan sumber utama kehidupan tidak akan bisa turun.

Apa akibatnya jika hujan tidak turun?

Kehidupan di bumi ini akan berakhir. Kekosongan angin juga bisa berpotensi menimbulkan bencana kepanasan. Angin mati akibat udara yang tidak bergerak pernah dijadikan azab oleh Allah kepada umat Nabi Yunus As. Sehingga penduduk merasa kepanasan.

Jika kita mencela angin, berarti kita sama saja mencela ciptaan Allah. Dengan mencela ciptaan Allah, berarti sama juga kita mencela kehendak dan perbuatan-Nya. Sungguh, Allah adalah Dzat yang tidak berhak untuk disalahkan, apalagi dicela dan dicaci-maki.

Allah tidak pernah berbuat zhalim pada hamba-Nya. Dalam setiap kehendak dan perbuatan-Nya, selalu terdapat rahmat, hikmah, dan kebijaksanaan. Bahkan, rahmat dan kasih-sayang Allah selalu mendahului murka-Nya.

Sebagaimana pernyataan Allah:

“Sesungguhnya Rahmat-Ku mendahului murka-Ku”, (HR. Bukhari).

Cobalah kita perhatikan dan renungkan, berapa banyak Allah mengirimkan angin rahmat-Nya untuk kita gunakan, manfaatkan, dan rasakan. Allah yang menggerakkan angin sehingga awan begerak dan menimbulkan rintik-rintik hujan yang membawa rahmat.

Allah yang mendatangkan angin sehingga tumbuh-tumbuhan dan pepohonan dapat berbunga dan berbuah. Dia yang mengirimkan angin sehingga manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan dapat merasakan kesejukan dan kerehatan.

Allah yang meniupkan angin sehingga kapal-kapal dapat berlayar dan bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya.

Rasulullah melarang keras perbuatan mencaci-maki angin, dan menyuruh kita agar berdoa meminta kebaikannya dan berlindung dari keburukannya.

Rasulullah bersabda:

“Hembusan angin adalah rahmat Allah, terkadang mendatangkan rahmat dan terkadang mendatangkan siksa. Apabila kalian merasakannya maka janganlah kalian memakinya, tetapi mintalah kepada Allah kebaikan angin tersebut dan berlindunglah kepada Allah dari kejahatan.” (HR.Bukhari).

Rasulullah dengan berbagai macam cara selalu mengimbau orang-orang mukmin supaya senantiasa ingat kepada Allah agar mereka selalu mendapat limpahan rahmat kasih sayang-Nya.

Azab yang bertubi-tubi turun berupa bencana-bencana alam yang telah menimpa kaum-kaum terdahulu. Banyak negeri porak-poranda dan hancur luluh sehingga hanya meninggalkan nama dan bekas-bekasnya saja.

Beliau merasa sangat khawatir jangan-jangan disebabkan sesuatu kesalahan, azab seperti itu turun pula menimpa kaum mukmin atau orang-orang yang tinggal di sekitar beliau.

Maka dari itu, jika beliau melihat angin bertiup kencang, beliau segera memohon perlindungan kepada Allah dan berdoa agar Dia menurunkan kasih sayang-Nya.

Beliau menghimbau kepada orang-orang mukmin untuk memohon kasih sayang-Nya, agar angin yang sedang bertiup kencang jangan menjadi azab bagi mereka dengan memanjatkan doa.

Doa Ketika Angin Kencang

Saat melihat dan merasakan angin bertiup kencang, hendaklah kita mengucapkan doa ketika angin kencang yang diajarkan oleh Nabi Muhammad.

Bacaan Doa Ketika Angin Kencang

Doa-Ketika-Angin-Kencang

Bacaan Doa Ketika Angin Kencang Arab

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

Bacaan Doa Ketika Angin Kencang Latin

“Allahumma Inna As-Aluka Khoirohaa Wa Khoiro Maa Fiihaa Wa Khoiro Maa Arsilat Bihi Wa A’uudzu Bika Min Syarrohaa Wa Syarromaa Fiihaa Wa Syarromaa Ursilat Bihi”.

Arti Doa Ketika Angin Kencang

“Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan angin (ribut) ini, kebaikan yang ada didalamnya dan kebaikan angin yang dihembuskan. Dan, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan apa yang di dalamnya dan kejahatan tujuan angin itu dihembuskan.” (HR.Tirmidzi dan Nasa’i).

Simak dan baca juga : Doa Ketika Mimpi Buruk

Makna Doa Ketika Angin Kencang

1. Meminta Kebaikan Angin

Doa ketika angin kencang ini mengandung makna bahwa kita meminta kebaikan angin. Kita meminta kebaikan yang ada di dalamnya, dan meminta kebaikan dari angin yang dihembuskan.

Kebaikan angin berarti tiupannya yang lembut. Kebaikan yang didalamnya berarti semilirnya yang membawa kesejukan, kesegaran, dan kenyamanan. Dan, kebaikan angin yang dihembuskan berarti manfaatnya yang membawa kemaslahatan bagi kehidupan kita.

2. Mohon Perlindungan dari Keburukan Angin

Setelah meminta kebaikan angin, lalu kita memohon perlindungan dari keburukannya, keburukan yang ada di dalamnya, dan keburukan angin itu dihembuskan.

Keburukan angin berarti tiupannya yang kencang dan keras. Keburukan yang didalamnya berarti kedasyatannya yang membawa kesusahan, penderitaan, dan kepanikan.

Keburukan angin yang dihembuskan berarti kemudharatan yang membawa bencana dan malapetaka bagi kehidupan.

Dengan membaca doa ketika angin ribut ini, kita akan disadarkan oleh keimanan dan ketauhidan kita bahwa sesungguhnya hanya Allah yang menciptakan angin. Hanya Allah yang mendatangkan angin dan Dia pula yang mengendalikannya.

Karena itu, hendaknya kita hanya kembali pada-Nya, meminta kebaikan, dan memohon perlindungan kepada-Nya. Sebab, hanya Dia-lah yang sanggup mendatangkan kebaikan dan menyingkirkan keburukan serta malapetaka.

Surah Mu’awwidzatain Sebagai Surah Perlindungan

Disamping membaca doa ketika angin ribut atau doa ketika angin bertiup kencang ini, kita dianjurkan untuk membaca surah Mu’awwidzatain (Surah-surah Perlindungan) ketika ada angin kencang atau angin ribut.

Dua surah yang dibaca memohon perlindungan dari Allah yaitu surah Al-Falaq dan surah an-Naas. Dua surah ini dimulai dengan kalimat “qul a’udzu” dan mengandung makna berlindung kepada Allah.

Surah Mu’awwidzatain yaitu:

1. Surah al-Falaq

Surah-Al-Falaq
Bacaan Surah Al-Falaq

2. Surah an-Naas.

Surah-An-Naas
Bacaan Surah An-Naas

Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir Ra berkata:

“Suatu saat, aku berjalan Bersama Rasulullah di tempat antara Juhfah dan Abwa’. Tiba-tiba, kami diselimuti angin dan gelap yang pekat. Maka, Rasulullah ber-ta’awwudz dengan, ‘Qul a’uudzu birabbil falaq,’ dan ‘Qul a’uudzu birabbin naas.’ Kemudian, beliau bersabda, ‘Hai Uqbah, mintalah perlindungan dengan keduanya. Tidak ada seorang yang berlindung (yang lebih baik) seperti keduanya.” (HR.Ibnu Mardawaih, Baihaqi).

Simak dan baca juga : Doa Ketika Turun Hujan

Demikian ulasan tentang doa ada angin kencang yang diajarkan oleh Rasulullah. Hendaknya kita senantiasa mengucapkan syukur atas nikmat yang Allah berikan dan limpahkan. Termasuk bersyukur atas beritiupnya angin untuk kehidupan manusia.

Loading...

Doa Buka Puasa

Wahyoeni
3 min read

Tata Cara Berdoa

Wahyoeni
3 min read

Bacaan Ayat Kursi

Wahyoeni
5 min read

Doa Qunut Nazilah

Wahyoeni
3 min read

Doa Masuk Masjid

Wahyoeni
2 min read