Doa Bepergian

Silahkan pahami doa bepergian, bacaan doa bepergian arab, bacaan doa bepergian latin, arti doa bepergian dan penjelasan doa bepergian pada postinga ini ya.

Saat orang tua melepas kepergian anaknya yang terkasih, sering berpesan:

“Hati-hatilah, Nak. Ingat baik-baik pesan orang tuamu ini. Jangan lupakan ibadahmu. Jangan lupakan Allah Swt. Jangan terpengaruh dengan pergaulan buruk, dan sebagainya.”

Ketika seorang sahabat ingin berpamitan kepada sahabatnya, ia juga berpesan:

“Hati-hatilah di jalan. Banyak kecelakaan terjadi. Simpanlah hartamu baik-baik. Awas, pencopet selalu mengintai. Nggak usah ngebut, dan seterusnya.”

Ketika seorang suami hendak berangkat kerja, sang istri tersayang juga berpesan:

“Suamiku, berhati-hatilah engkau. Ingat aku di mana pun kau berada. Jangan macam-macam. Jaga dirimu baik-baik. Kerja yang benar dan jangan macam-macam. Cepatlah pulang bila urusannya sudah beres, dan seterusnya.”

Doa-Bepergian-dan-Artinya

Sumber gambar : kabarpenumpang.com

Ketika siapa pun hendak bepergian atau berpamitan, orang-orang yang ditinggalkannya akan berpesan agar dia yang bepergian atau berpamitan itu berhati-hati di jalan.

Berhati-hati dengan barang bawaan, berhati-hati dengan godaan dan rayuan, berhati-hati dengan pergaulan dan persahabatan, dan sebagainya.

Inti dari semua pesan tersebut adalah saran, peringatan, permintaan, atau perintah agar kita berhati-hati selama kita bepergian.

Tetapi, seperti kata pepatah, “Mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak.”

Apa pun pesan seorang terhadap Anda, terkadang bisa menjadi pesan terakhir. Meskipun orang yang Anda cintai berpesan agar Anda berhati-hati, tetapi musibah, kecelakaan, atau bencana masih tetap terjadi.

Kecelakaan bisa terjadi sewaktu-waktu. Musibah bisa menimpa di perjalanan Anda, baik Anda mengendarai kendaraan darat, kendaraan udara, atau laut, meskipun Anda telah berhati-hati sebelumnya.

Maka, apa yang perlu dipesankan dan dipesiapkan ketika hendak bepergian tidak cukup sekedar saran kehati-hatian. Lebih dari itu, kita membutuhkan pendamping, pelindung, dan penolong yang akan senantiasa menyertai kepergian kita.

Doa Bepergian

Semua permintaan itu agar apa yang kita inginkan dapat tercapai dengan lancar dan selamat tanpa halangan atau aral suatau apa pun. Dan, semua itu tidak bisa dicapai, kecuali dengan doa.

Dengan doa, manusia diberi kesempatan oleh Allah untuk sedikit saja membengkokkan takdirnya. Ingatlah bahwa ketentuan Allah (takdir), ada yang muallaq ada juga yang mubram.

Takdir muallaq berarti ketentuan Allah yang masih dapat diupayakan berubah karena berhubungan dengan kejadian sehari-hari.

Sebagaimana Umar bin Khathab Ra. Pernah membatalkan kunjungannya ke suatu daerah karena mendengar kabar ada wabah penyakit di daerah tersebut.

Ketika ditanya mengapa Umar menghindari takdir Allah, beliau menjawab:

“Saya menghindar dari takdir yang satu ke takdir yang lain.”

Jadi, takdir muallaq adalah takdir yang masih bisa diubah oleh usaha kita sendiri. Dan, di antara usaha tersebut adalah doa. Dengan berdoa kepada Allah, maka kita berserah diri kepada-Nya dan memohon perlindungan-Nya.

Sedangkan takdir mubram adalah ketentuan Allah yang tidak dapat diubah lagi, misalnya seperti ketetapan kematian dan kelahiran.

Untuk melindungi diri dan menjaga diri dari setiap hal yang mungkin terjadi di perjalanan, hendaknya kita tidak melupakan membaca doa bepergian sesuai sunnah Rasulullah. Simak ulasan tentang tentang doa bepergian berikut.

Bacaan Doa Bepergian

Doa-Bepergian

Bacaan Doa Bepergian Arab

اَللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيْفَةُ فِي اْلأَهْلِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَاْلأَهْلِ

Bacaan Doa Bepergian Latin

“Allaahumma antash-shoohibu fis-safari wal kholiifatu fil ahli, Allaahumma innii a’uudzu bika min wa’tsaa-is-safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.”

Arti Doa Bepergian

“Ya Allah, Engkau adalah teman dalam perjalanan dan pengganti dalam keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan perjalanan, kelelahan dalam bepergian, dari pandangan yang menyedihkan dan kepulangan harta dan keluarga.” (HR. Tirmdzi dan Ibnu Majah dengan sanad yang shahih).

Simak dan baca juga : Doa Keluar Rumah

Makna Doa Bepergian

Doa bepergian ini mengandung beberapa makna, diantaranya:

1. Kita meminta penyertaan Allah dalam setiap perjalanan dan bepergian yang hendak kita lakukan.

Kita cukupkan dan percayakan bahwa Allah sebagai satu-satunya teman dan pendamping yang menyertai kita. Penyertaan Allah berarti pertolongan, penjagaan, dan pemeliharaan-Nya.

2. Kita memohon agar Allah mencukupkan segala urusan yang kita tinggalkan saat bepergian.

Mencukupkan segala urusan dari anak, istri, dan keluarga, dengan menjadikan-Nya sebagai khalifah (pengganti) atas mereka. Dalam ketidakhadiran diri kita tersebut, kita serahkan dan percayakan urusan keluaraga kita pada Allah Swt.

Jika mereka dilanda kefakiran maka Allah yang membuat mereka kaya, jika mereka sakit maka Allah yang menyembuhkannya, dan jika mereka tersesat maka Allah yang menunjukkan jalannya.

3. Kita mohon perlindungan kepada Allah dari keburukan yang dapat terjadi di perjalanan.

Maka, dalam doa tersebut kita berlindung kepada-Nya dari empat keburukan, yakni:

  • Kesulitan, kepayahan, dan kesukaran perjalanan yang menyebab hati kita lupa dari mengingat Allah Swt.
  • Tempat kepulangan yang membawa kesedihan dan kepedihan. Misalnya, dengan ditimpa kesedihan dalam harta , seperti kehilangan atau dicuri orang, atau sakit yang menimpa keluarga, kerabat, dan teman.
  • Kelelahan dalam bepergian. Misalnya dalam bepergian atau dalam perjalanan merasa lelah dan capek karena perjalanan panjang senantiasa mendapat perlindungan-Nya.
  • Pemandangan buruk pada keluarga dan harta yang membuat hati sedih dan merana. Misalnya, istri di rumah yang tidak sanggup menjaga kehormatan diri dari keluarga.

Doa-Bepergian-Sesuai-Sunnah-Rasulullah

Selain berdoa, orang yang hendak melakukan safar atau perjalanan dianjurkan untuk berpamitan kepada keluarga, kerabat, dan tetangga yang akan ditinggalkannya.

Kemudian meminta doa dari mereka dan mendoakan mereka.

Rasulullah bersabda:

“Jika salah seorang dari kalian ingin bepergian, hendaklah ia berpamitan kepada saudara-saudaranya. Sesungguhnya, Allah menjadikan dalam doa mereka itu suatu kebaikan.” (HR.Thabrani).

Adapun kata-kata atau ucapan yang digunakan untuk berpamitan, maka sebaiknya kita meneladani ajaran Rasulullah karena di dalamnya terdapat makna doa dan pahala mengikuti sunnah beliau.

Diriwayatkan dari Abu Huraurah Rs. bahwasannya Nabi Muhammad bersabda:

“Barang siapa ingin bepergian, hendaklah ia mengucapkan kepada orang yang ditinggalkan:

أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِي لَا تَضِيعُ وَدَائِعُهُ

Artinya:

“Aku menitipkan kalian kepada Allah, Dzat yang tidak menyia-nyiakan titipan.” (HR.Ibnu Sunni).

Ucapan di atas mengandung makna bahwa aku menitipkan kalian kepada Allah Swt. Dzat yang jika dititipi sesuatu , maka dia akan menjaga dan memeliharanya dengan baik.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits lainnya:

“Sesungguhnya, Allah jika dititipi sesuatu, niscaya Dia akan menjaganya.” (HR.Ahmad).

Ucapan di atas mengandung makna bahwa aku meminta penjagaan Allah atas semuanya yang ditinggalkan.

Meminta atas istri dan keluargamu, orang-orang yang kamu tinggalkan. Dan, aku meminta penjagaan Allah atas amal shalih yang menjadi amal terakhirmu di saat bermukimmu.

Sesunggunya, disunnahkan bagi orang yang hendak ber-safar atau bepergian untuk mengakhiri bermukimnya dengan amal shalih, seperti taubat, melepaskan diri dari kezhaliman, shalat, sedekah, selatuhrahim, berwasiat dan lain sebagainya.

Orang yang hendak bepergian bisa menambahkan dengan membaca doa sebagaimana yang pernah pula diajarkan Nabu Muhammad Saw.

Doa orang yang ditinggal untuk orang yang musafir:

زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

Artinya:

“Semoga Allah membekalimu ketakwaan, mengampuni dosamu dan memudahkan kebaikan untukmu dimana pun kamu berada.”

Kemudian, ketika telah bersiap hendak berangkat atau bepergian, dianjurkan untuk mengucapkan doa salam kepada mereka yang ditinggalkan, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad.

“Jika salah seorang dari kalian ingin beperian, hendaklah ia memberi salam kepada saudar-saudarnya, karena sesungguhnya doa mereka akan menambahkan kebaikan untuknya Bersama dengan doanya.” (HR. Thabrani).

Simak dan baca juga : Doa Naik Kendaraan

Demikian ulasan dan penjelasan tentang doa bepergian, bacaan doa bepergian arab, bacaan doa bepergian latin, arti doa bepergian dan makna serta penjelasannya. Dengan mengucapkan doa sebelum bepergian, semoga senantiasa Anda selalu dalam lindungan-Nya, Aamin.

Doa Ketika Marah

Wahyoeni
5 min read

Doa Naik Kendaraan

Wahyoeni
4 min read

Doa Sesudah Makan

Wahyoeni
4 min read

Doa Bercermin

Wahyoeni
5 min read

Doa Sebelum Makan

Wahyoeni
5 min read

Doa Sholat Hajat

Wahyoeni
5 min read